Berita

Urus Dokumen dari ujung Jari

Surel Cetak PDF
alt
"Melayani urusan dokumen administrasi kependudukan bagi sekitar 3 juta warga Kota Surabaya, Jawa Timur, bukan perkara mudah.Pemerintah setempat membuat layanan berbasis daring,e-Lampi,untuk memudahkan pengurusan dokumen warga kota itu dari lahir hingga mati. Iqbal Basyari"
 

Wajah Bambang(58)tampak ceria setelah keluar dari salah satu ruangan di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya,JawaTimur,Rabu(25/7/2018).Pria asal Wiyung tersebut baru saja menerima akta pernikahan yang diurus secara daring setelah seminggu sebelumnya.”dulu untuk mengurus dokumen kependudukan seperti ini perlu waktu lebih dari satu bulan,sekarang lebih cepat dan mudah,” katanya.
 
 
Bambang adalah salah satu warga yang mengurus dokumen kependudukan mealui e-Lampid, aplikasi pendaftaran kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya.Kesibukan membuat dia sulit meluangkan waktu untuk mengurus akta pernikahan di unit pelayanan terpadu satu atap (UPTSA) di Gedung Siola, Jalan Tunjungan . Padahal, Dokumen kependudukan tersebut harus diurus untuk mencatatkan pernikahannya.
 
 
Melalui laman e-Lampid,warga yang ingin mengurus dokumen administrasi kependudukan tidak perlu dating ke loket pelayanan yang berada di Kecamatan,Kelurahan ataupun UPTSA.Mereka hanya perlu gawai atau computer untuk melakukan pengurusan dokumen melalui laman Lampid.Surabaya.go.id .Jika tidak punya,warga bias mendatangi kelurahan untuk menggunakan computer e-Lampid yang sudah tersedia di semua Kelurahan.
 
 
Aplikasi berbasis daring ini melayani enam jenis pelayanan dokumen kependudukan, yaitu pembuatan akta kelahiran, akta kematian, surat pindah datang, surat pindah keluar, akta perkawinan, dan akta perceraian. Ke enam layanan tersebut bias diakses kapan pun dan diaman pun secara daring.
 
 
Di laman e-Lampid,warga harus memfoto ataupun memindai dokumen yang diperlukan. Dokumen itu lalu diunggah dilaman e-Lampid sesuai ketentuan dan alur yang tertera dengan dokumen yang diurus.Warga juga bias memantau perkembangan pengurusan secara daring sebagai bagian dari transparansi pelayanan pemerintah.
 
 
Verifikasi Dokumen
Meskipun dilakukan secara daring,proses verifikasi dokumen tetap diperlukan untuk memastikan keaslian dokumen yang diunggah. Petugas dari kelurahan akan memverifikasi dokumen yang diisyaratkan. Setelah itu, petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan memproses jika semua syarat dinyatakan lengkap. Dokumen yang selesai bisa diambil di kelurahan setempat. Khusus akta kelahiran akan diantar ke rumah melalui program Go-Akta.
 
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 24 September 2018 15:17 ) Selengkapnya...
 

Kota Surabaya Raih Penghargaan Top 99 Sinovik

Surel Cetak PDF

alt

Kota Surabaya, Jatim meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI dalam Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) atas tiga inovasi layanan publik yang diterapkan di Pemerintah Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Kamis, mengatakan tujuan awal berbagai inovasi itu bukan untuk meraih penghargaan, melainkan untuk mempermudah layanan masyarakat. 

"Tujuan akhir dari semua inovasi ini adalah warga Surabaya sejahtera," kata Risma.

Penghargaan tersebut diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di acara penganugerahan Top 99 Sonovik yang digelar di Surabaya, Rabu (19/9) malam.

Adapun kompetisi penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 ini diikuti oleh Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah dengan rincian, 16 kementerian, 20 lembaga, 18 provinsi, 16 kota, dan 39 kabupaten. 

Menurut dia, kesuksesan Pemkot Surabaya dalam melayani publik karena menerapkan sistem pembangunan sustainability (pembangunan berkelanjutan). Baginya,  sustainability itu sangatlah penting agar mampu mendongkrak sistem pelayanan publik. 

"Jadi bukan hanya dapat penghargaan lalu selesai, tidak seperti itu," katanya.

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 22 September 2018 09:36 ) Selengkapnya...
 

Dapat Penghargaan, Dispendukcapil Surabaya Terus Ciptakan Inovasi Baru Pelayanan Publik

Surel Cetak PDF
alt

Surabaya - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya terus menciptakan sejumlah inovasi baru terkait pelayanan publik setelah mendapatkan penghargaan kategori "Dukcapil Bisa" dari Kementerian Dalam Negeri beberapa hari lalu.


Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo, di Surabaya, Senin, mengatakan penghargaan "Dukcapil Bisa" untuk wilayah jumlah besar diberikan Kemendagri kepada Surabaya di acara Rakorbas Dukcapil II 2019 yang digelar di Semarang, Jateng pada 12 September 2018.

"Itu atas capaian target tertinggi penerbitan akta kelahiran, perekaman KTP elektronik, kualitas pelayanan, inovasi dan kinerja kepala dispendukcapil," katanya.

Menurut dia, ada tiga dispendukcapil di Indonesia yang mendapatkan penghargaan "Dukcapil Bisa" yakni Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kota Malang. Ada juga instasi pemerintah lain yang mendapatkan penghargaan seperti BPJS kesehatan dan Bupati Merauke yang mendukung Gerakan Sadar Kependudukan.

"Surabaya nilai tertinggi untuk penduduk jumlah di atas 2 juta," ujarnya.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 September 2018 08:42 ) Selengkapnya...
 

Kemendagri Beri 8 Penghargaan pada Rakornas Dukcapil di Semarang

Surel Cetak PDF
alt

Surabaya– Tidak kurang dari 2 ribu peserta tumpah ruah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional II Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Rakornas II Dukcapil) di Hotel & Convention Patra Semarang, Jawa Tengah.

Rakornas yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 12 sampai 14 September 2018. Pesertanya merupakan pejabat pada Dinas/OPD yang menangani Administrasi Kependudukan (Adminduk) di provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Selain dihadiri langsung oleh Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh mewakili Menteri Dalam negeri, juga sebagai tuan rumah hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Mengangkat tema “Tuntaskan Rekam Cetak KTP-el, Sukseskan Pemilu 2019”, Rakornas II Dukcapil menghadirkan narasumber di antaranya Staf Ahli Mendagri, KPU RI dan Bawaslu RI. Tidak ketinggalan juga narasumber Dirjen Dukcapil, Sekretaris Ditjen Dukcapil, dan para Direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 September 2018 08:41 ) Selengkapnya...
 

Umur 67 Tahun Mengurus Akta Kelahiran

Surel Cetak PDF

alt

SURABAYA – Masih banyak warga metropolis yang belum memiliki akta kelahiran. Padahal, kartu bukti lahir seseorang tersebut punya peranan penting. Kemarin (30/5) layanan keliling mobil e-KTP memberikan fasilitas cetak akta di tempat bagi warga Kecamatan Tambaksari.

Keunggulan layanan itu adalah waktu penerbitan yang singkat. Biasanya akta butuh waktu seminggu hingga terbit. Namun, dengan mobil keliling e-KTP, jika berkas dan syarat perlengkapan sesuai, sehari langsung cetak.

Sejak pukul 08.00, aula Kecamatan Tambaksari sudah dipadati warga. Mereka menunggu kedatangan mobil layanan keliling milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya ke wilayah mereka. Antusiasme masyarakat sangat besar. Bahkan, jika dibanding dengan kecamatan lain, Tambaksari paling banyak peminatnya. Tidak sampai dua jam 250 nomor antrean yang disediakan petugas ludes.

Sekretaris Kecamatan Tambaksari Maria Agustin Yuristina menyatakan, seminggu sebelumnya pihak kecamatan mengumpulkan lurah dan tokoh masyarakat dari delapan kelurahan. Tujuannya, keberadaan layanan itu bisa di ketahui warga. ’’Ternyata banyak warga yang menyambut baik layanan ini,’’ ujarnya.

Selain itu, petugas dari tiap-tiap kelurahan disiagakan. Sebelum warga mengajukan cetak akta, petugas memverifikasi berkas dan persyaratan yang diperlukan. Selain melalui cara manual, verifikasi bisa dilakukan melalui e-Lampid.

Data Kecamatan Tambaksari menunjukkan, 80 persen yang mengurus akta berusia 18 tahun ke atas. ’’Paling tua usia 67 tahun yang datang mengurus,’’ ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambaksari Agus Maryono. Hingga pukul 14.00, mobil keliling e-KTP telah menerbitkan 190 akta kelahiran. Jumlah tersebut separo di antara total masyarakat yang datang. Beberapa kendala seperti kekurangan berkas menjadi penyebabnya.

 

Sumber : JawaPos

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 31 May 2018 11:22 )
 
Halaman 2 dari 44 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.