Berita

Sosialisasi GISA

Surel Cetak PDF

ketintang2

Selasa, 13 Agustus 2019 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya melalui Kepala Seksi Kerjasama dan Inovasi Pelayanan Bapak Antonius Rachmat Witarto, SE.,MM. melaksanakan Sosialisasi GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) di Kelurahan Ketintang Kecamatan Gayungan yang dihadiri oleh RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

 

Kunjungan Diklat PIM 3 Kementerian Kesehatan

Surel Cetak PDF

kemenkes 2

Selasa, 13 Agustus 2019 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya menerima kunjungan dari peserta Diklat PIM 3 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Para peserta Diklat PIM 3 disambut oleh Dra. Ec. Etik Wahyu Utami selaku Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan dan berkesempatan berbagi informasi mengenai inovasi pelayanan administrasi kependudukan kepada para peserta kunjungan.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 15 Agustus 2019 05:38 )
 

Mau Urus Akta Perkawinan di Surabaya? Kini Bisa Lewat Handphone Cuman 15 Menit, Simak Caranya!

Surel Cetak PDF

alt

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya mulai meninggalkan layanan jadul dalam urusan layanan peristiwa kependudukan. Jika sebelumnya mengurus akta lahir, kematian hingga pindah rumah di Surabaya masih semi online, kini tengah dijalankan layanan mengurus akta nikah secara full online. Dengan menggandeng programmer dan aplikator ITS, Dispenduk Capil Kota Surabaya menjamin mengurus dokumen akta perkawinan itu cukup melalui HP. Hasilnya langsung dicetak berupa lembaran barcode. Kedudukannya resmi sama dengan akta perkawinan yang berlaku selama ini. Akta perkawinan adalah catatan resmi yang diberikan kepada pasangan menikah. Akta nikah adalah bagi warga non-Muslim. Kalau muslim akta nikah mereka dicatatkan di kantor KUA dan berhak atas buku nikah. Akta perkawinan sama dengan buku nikah ini. "Masih kami sempurnakan untuk nantinya layanan akta nikah secara online di Surabaya ini berbasis android sehingga aplikasi bisa diunduh. Saat ini masih berbasis web namun ramah HP," ucap Kepala Dispenduk Capil Surabaya Agus Iman Shonjaji kepada Surya (grup TribunJatim.com), Minggu (30/6/2019).

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 06 Juli 2019 02:19 ) Selengkapnya...
 

Dispendukcapil Kota Surabaya Terapkan Terobosan Baru untuk Pencatatan Perkawinan

Surel Cetak PDF

alt

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

UUD 1945 mengamanatkan kepada negara untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara demi kesejahteraannya sehingga efektivitas suatu sistem pemerintahan sangat ditentukan oleh baik buruknya penyelenggaraan pelayanan publik

Salah satu bentuk pelayanan adminstrasi yang diberikan oleh negara adalah pelayanan administrasi di bidang kependudukan, yang meliputi peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.

Penjelasan UU RI No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah diubah dengan UU nomor 24/2013, menyatakan bahwa pada hakikatnya negara berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk yang berada di dalam dan atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlindungan dan pengakuan tersebut akan berjalan efektif apabila instansi pelaksana yang berwenang mampu melaksanakan peranannya dengan baik dan profesional.

Sebagai suatu instansi pemerintah, legitimasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) diperoleh dari UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah diubah dengan UU Nomor 24/2013, selanjutnya disebut sebagai UU Adminduk yang secara jelas disebutkan bahwa Instansi Pelaksana adalah perangkat pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi kependudukan.

Salah satu bentuk administrasi kependudukan adalah pencatatan peristiwa penting.

Sebagaimana disebutkan dalam UU Adminduk, Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, perubahan status kewarganegaraan, dan kematian.

Perkawinan sebagai salah satu peristiwa penting harus mendapatkan pengakuan status hukum oleh negara.

Pengakuan status hukum merupakan bagian dari pelayanan publik yang diberikan oleh negara kepada penduduknya.

Untuk mendapatkan pengakuan hukum maka perkawinan perlu dicatatkan terlebih dahulu.

Pencatatan perkawinan oleh Dispendukcapil perlu dilakukan demi terciptanya tertib administrasi kependudukan dan berbagai manfaat lainnya bagi orang yang bersangkutan.

Untuk itu maka masyarakat baik WNI maupun WNA sebaiknya mencatatkan perkawinan mereka.

Kenyataannya, masih ada masyarakat yang belum melakukan pencatatan perkawinan dikarenakan kurangnya pemahaman warga mengenai pentingnya pencatatan perkawinan.

Pencatatan perkawinan yang dilakukan oleh Dispendukcapil diperuntukkan bagi warga negara yang beragama non-Islam dan warga negara asing.

Sejak berlakunya UU RI No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah yang selanjutnya diubah dengan UU RI No 9/2015, diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang luas terhadap peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah memungkinkan terjadinya penyelenggaraan pelayanan dengan jalur birokrasi yang lebih ringkas dan membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam pemberian dan peningkatan kualitas pelayanan.

Dengan dasar itulah, Dispendukcapil Surabaya menerapkan suatu terobosan baru, yakni dalam melakukan pencatatan perkawinan (khusus nonmuslim), kedua mempelai tidak perlu lagi mendatangi kantor Dispendukcapil.

Hal ini dikarenakan semua mekanisme pengurusan syarat administrasi pencatatan perkawinan, akan dilakukan oleh petugas administrasi rumah ibadah tempat mempelai melaksanakan pemberkatan pernikahan secara agama.

Petugas administrasi itulah yang akan membantu semua prosesnya, setelah calon mempelai melengkapi semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Keseluruhan prosesnya sampai dengan akta perkawinan mempelai jadi dan siap untuk diberikan.

Hal ini diharapkan membuat masyarakat semakin dipermudah dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan, dalam hal ini adalah akta perkawinan.

Terobosan ini memang masih relatif baru dilakukan, mengingat saat ini baru beberapa tempat peribadatan (nonmuslim) saja yang sudah bekerja sama dengan Dispendukcapil Surabaya.

 

Sumber:

http://surabaya.tribunnews.com/2019/04/22/dispendukcapil-kota-surabaya-terapkan-terobosan-baru-untuk-pencatatan-perkawinan?page=all

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 22 May 2019 04:31 )
 

Dispendukcapil Surabaya Masih Buka Perekaman KTP-EL

Surel Cetak PDF

 alt

Surabaya (infosurabaya.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Jawa Timur, masih melayani warga yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dengan cara membuka blokir terlebih dahulu setelah batas akhir percepatan perekaman KTP elektronik berakhir pada 31 Maret lalu.

“Warga yang belum perekaman sampai 31 Maret, kami blokir. Kalau mengajukan lagi ya harus datang ke kantor Dispendukcapil Surabaya untuk buka blokir,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Agus Sonhaji.

Menurut dia, pada hari terakhir perekaman, tercatat ada sekitar 21 ribu warga wajib KTP yang melakukan perekaman KTP elektronik. Sedangkan untk warga Surabaya yang belum melakukan perekaman, Agus mengaku belum mengetahui data secara pasti. Informasinya masih tersisa 70 ribu orang yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

Rencananya, program percepatan KTP elektronik ini akan dilanjutkan dengan sistem jemput bola ke berbagai tempat, seperi kelurahan, sekolah, dan rumah-rumah warga.  Program percepatan perekaman KTP elektronik ini dinilai mengalami kemajuan yang signifikan karena setiap hari ada 500-700 orang yang datang ke Gedung Pusat Pelayanan Siola untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

Selain mempercepat perekaman, Dispendukcapil juga mempermudah para lansia yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Tidak hanya lansia, para penyandang disabilitas juga akan didatangi petugas ke rumah masing-masing.

“Untuk lainnya kita masih nunggu instruksi lainnya dari pemerintah pusat,” katanya.rwt/wbw

 

Sumber :

https://infosurabaya.id/2019/04/05/dispendukcapil-surabaya-masih-buka-perekaman-ektp/

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 13 April 2019 01:07 )
 
Halaman 2 dari 36 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.