Berita

Liburan, Dispendukcapil Kejar Target e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

Sebuah mall di Surabaya Selatan lebih ramai daripada biasanya. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul 11.00 dan kemaren bukan akhir pekan. Puluhan orang mengantre di depan sebuah stan di lantai UG.

Antrean itu sampai mengular ke luar. Sebab, bangku di dalam stan tersebut tidak mampu menampung jumlah pengunjung.

Dengan sabar, mereka masuk satu per satu ke stan tersebut setelah petugas mempersilakan. Berbeda dengan yang lain, stan itu tidak menjual pakaian atau peralatan. Juga tidak menyajikan makanan yang siap disantap.

Namun, stan itu merupakan kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya atau sering disebut smart office. Menjelang akhir tahun, kantor tersebut dibuka setiap hari oleh dispendukcapil. Harapannya, banyak warga yang memanfaatkan untuk merekam e-KTP. Sebab, Surabaya merupakan salah satu kota yang banyak warganya belum melakukan perekaman.

Salah seorang warga yang ikut mengantre adalah Siti Martawiyah. Kemarin dia mengajak putri dan cucunya. Warga Banyu Urip Lor V Nomor 55 itu tersenyum ketika petugas memintanya berpose di depan kamera.

Setelah selesai foto dan melengkapi administrasi, Siti lantas meninggalkan smart office. Terhitung hanya 10 menit dia berada di dalam kantor pelayanan. Siti mengaku sebenarnya tidak berniat merekam e-KTP. "Saya hanya ingin jalan-jalan. Kok saya lihat ada antrean perekaman. Akhirnya, saya putuskan ikut," tuturnya.

Perempuan berkerudung itu mengatakan bahwa selama ini dirinya belum merekam e-KTP. Sebab, dia bekerja di Kalimantan Timur, tepatnya di Balikpapan, sebagai pekerja pabrik.

"Saya tidak sempat balik. Baru liburan ini bisa kembali. Untung, ada tempat perekaman yang buka," jelasnya.

Siti mengatakan, pelayanan di mall itu memudahkan pengunjung. Sebab selama ini ketika hari aktif, banyak yang tidak bisa melakukan perekaman.

Pemkot Surabaya terus mempercepat perekaman e-KTP. Bahkan, saat libur Natal pun, Dispendukcapil Surabaya tetap membuka pelayanan perekaman kartu identitas penduduk itu.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, pihaknya terus melakukan perekaman sampai akhir tahun. Sebab diantara 2,1 juta jiwa wajib e-KTP, hingga kini masih terdapat 472.813 orang yang belum melakukan perekaman. Sementara itu, yang sudah melakukan perekaman sekitar 1.675.608 orang.

Sumber : Jawa Pos, Jumat 27 Desember 2013

 

Pemohon SKTT Meningkat

Surel Cetak PDF

alt

Mulyorejo - Surabaya menjadi salah satu kota yang memikat warga negara asing (WNA) untuk tinggal dan bekerja. Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah pemohon surat keterangan tempat tinggal (SKTT) warga asing tiap tahun.

Berdasar data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surbaya, terdapat 1071 warga asing yang mengajukan SKTT tahun lalu. Tahun ini hingga Oktober, jumlahnya meningkat menjadi 1.243 orang.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo menyatakan, kenaikan pemohon SKTT itu dipicu perkembangan kota ini. Antara lain pertumbuhan Industri dan kelengkapan infrastruktur. "Fasilitas seperti pusat perbelanjaan dan kantor juga mempengaruhi", jelasnya.

Ada tiga warga negara asing terbanyak yang tinggal sementara di kota ini. Mereka berasal dari Jepang, Korea Selatan, dan India. Mayoritas adalah pekerja bidang industri. Ada juga yang menetap dengan tujuan pendidikan. "Ada pula yang bekerja di Gresik dan Sidoarjo, namun tinggal di apartemen atau kondominium di Surabaya", jelas Suharto.

Semua WNA yang tinggal sementara di Surabaya wajib mengurus SKTT selambatnya 14 hari kerja sejak diterbitkannya kartu izin tinggal terbatas (KITAS). Pmohon bisa ;langsung ke kantor Dispendukcapil dengan membawa fotokopi dokumen keimigrasian dan menunjukkan dokumen KITAS, paspor, serta buku pengawasan orang asing yang asli.

Selain itu, menyertakan fotokopi surat keterangan lapor diri (SKLD) dari kepolisian, surat pengantar dari RT-RW setempat dengan diketahui lurah, serta sejumlah dokumen lain. Pengurusan SKTT dikenai retribusi Rp. 25 Ribu. Prosesnya memakan waktu tujuh hari kerja.

SKTT sama dengan Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM). Namun, masa berlakuknya sesuai dengan izin tinggal terbatas yang dikeluarkan imigrasi. Kartu itu, kata Suharto, harus dibawa setiap bepergian.

Dia mengungkapkan, mungkin masih banyak WNA yang belum mengurus SKTT. WNA yang belum mengurus SKTT bisa disanksi sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2011. Yakni, tiga bulan penjara atau denda Rp. 50 juta (aph/c5/ai)

Sumber : Jawa Pos - Selasa, 22 Oktober 2013

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 22 Oktober 2013 15:59 )
 

Komisi D : Banyak Warga Surabaya Belum Miliki e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

Surabayakita.com - "Kami berharap Surabaya tetap bisa menyelesaikan program e-KTP ini tepat waktu sesuai deadline pemerintah. Karenanya tiap hari kami selalu memberikan layanan e-KTP termasuk di Royal Plaza," ujar Suharto. (red)

Sementara Moh. Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya jemput bola. Tidak hanya di tahanan polisi atau lapas tetapi juga di sekolah melalui program Go To Schools.
Edi Budi Prabowo juga mengatakan Dispendukcapil sudah memiliki mobil operasional untuk layanan e-KTP ini. Kendaraan roda empat ini kalau dimanfaatkan maksimal maka akan menunjang keberhasilan jumlah warga yang mengurus e-KTP.
"Saya kira tak masalah jika Surabaya meniru menerapkan konsep itu, toh buktinya mereka hampir bisa menuntaskan program e-KTP nya," ujar Edi. Sebab pengurus RT RW ini sangat tahu kondisi warganya di lingkungan masing masing.
Beberapa daerah yang turut melibatkan perangkat RT RW ini antara lain Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto. Ternyata program e-KTP dengan melibatkan pengurus RT RW ini sukses dilaksanakan di kabupaten tersebut.
Pemkot Surabaya sebenarnya juga bisa meniru konsep daerah lain yang sudah berhasil menuntaskan e-KTP nya ini. Mereka tak segan untuk melibatkan pengurus RT RW setempat untuk wajib e-KTP ini.
"Harus ada upaya jemput bola dengan sasaran yang tepat. Sehingga pada akhir tahun ini program e-KTP bisa dituntaskan," ujar politikus Partai Golkar ini.
Kalau tidak ada upaya lebih untuk program nasional e-KTP ini dikhawatirkan masyarakat akan ogah ogahan datang mengurusnya. Demikian juga target pada akhir tahun ini semua warga Surabaya memiliki e-KTP riskan tak tercapai.
Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Edi Budi Prabowo, Dispendukcapil sebagai SKPD yang menangani langsung masalah ini tak boleh berpangku tangan. Harus ada program inovasi sehingga semua warga bisa mengurus e-KTP nya.Melihat jumlah warga yang tak be e-KTP ini tentu patut dipertanyakan bagaimana kinerja Dispendukcapil selama ini. Sebab program e-KTP ini sudah lama dimulai dan pada 1 Januari 2014 semua warga sudah harus berganti dari model lama menjadi baru (e-KTP).
Kinerja Dispendukcapil Kota Surabaya dipertanyakan Komisi D DPRD Surabaya. Sebab untuk program e-KTP di Surabaya sampai saat ini 400 ribu warga belum memilikinya.

 

Kejar Target, Dispendukcapil Rekam e-KTP Di Rutan Medaeng

Surel Cetak PDF

alt

Surabayakita.com - Sampai awal Oktober 2013 ini jumlah penduduk Surabaya yang wajib e-KTP tetapi belum melakukan pendataan atau perekaman e-KTP sebanyak 491.897 orang.


Namun sampai dengan akhir tahun 2013 diyakini mereka yang belum melakuka peekaman e-KTP akan bisa dituntaskan. "Kami optimis jumlah itu akan bisa kamu selesaikan, insyaalloh," kata Moh. Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya kepada Surabayakita.com.

Karena sesuai dengan target yang ditetapkan Kemendagri, semua penduduk wajib KTP di Indonesia sudah harus memiliki e-KTP pada awal Januari 2014. Termasuk warga kota Surabaya.

Untuk mengejar target tersebut setiap hari Dispendukcapil melakukan upaya jemput bola kepada warga yang belum melakukan perekaman data. Untuk hal ini dikerahkan staf Dispenduk yang dibentu petugas di kecamatan kecamatan.

Menurut Suharto, sejak beberapa waktu lalu perekaman e-KTP dilakukan dengan mendatangi sekolah sekolah melalui program goes to school. Juga di rumah tahanan bagi warga yang sedang menjalani masa hukuman.

Tercatat petugas Dispendukcapil telah mendatangi tahanan di Mapolresa Tanjung Perak dan juga rutan Medaeng, Kamis (10/10/2013). Di Medaeng bahkan tercatat ada 68 orang tahanan yang berhasil di rekam data kependudukannya.(red)

 

Dispendukcapil Lakukan Perekaman e-KTP Di Pabrik Rokok

Surel Cetak PDF

 

alt

Sabtu, 28 September 2013 08:21

Surabayakita.com - Memburu target  e-KTP, Dispendukcapil Kota Surabaya melakukan perekaman e-KTP di lokasi pabrik rokok Samperna Jl. Rungkut Industri Surabaya. Di tempat ini didapat 27 orang warga Surabaya melakuka perekaman data e-KTP. (red)

 

 
Halaman 10 dari 35 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.