Berita

Masa Berlaku e-KTP Diubah Seumur Hidup

Surel Cetak PDF

alt

Surabaya - Beberapa aturan kependudukan mengalami banyak perubahan. Perubahan ini tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi kependudukan. UU tersebut merupakan perubahan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Asisten I bidang Pemerintahan, Yayuk eko Agustin Wahyuni menjelaskan bahwa masa berlaku e-KTP diubah menjadi seumur hidup. Jadi tidak perlu perpanjangan. Dan kalau e-KTP ini rusak atau hilang. penduduk pemilik e-KTP wajib melaporkan kepada instansi pelaksana melalui camat, lurah atau kepala desa, paling lambat 14 hari dan melengkapi surat pernyatan penyebab terjadinya rusak atau hilang. "Penggunaan e-KTP penggunaannya sangat banyak". Yang paling penting seluruh masyarakat segera mengurus e-KTP. Dan memahami perubahan UU tentang administrasi kependudukan," ujarnya.

Perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang dokumen kependudukan ini juga mengatur tentang masa berlaku KTP elektronik (e-KTP). Dinyatakan di Pasal 64 ayat (7) bahwa e-KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) masa berlakunya seumur hidup dan bagi orang asing masa berlakunya disesuaikan dengan masa berlaku ijin tinggal tetap. Sementara untuk KTP non elektronik atau KTP biasa yang sebelumnya berlaku sampai tanggal 31 Desember 2013, diperpanjang masa berlakunya sampai tanggal 31 Desember 2014.

Sejak awal tahun 2014, Dispendukcapil Kota Surabaya sudah menerapkan beberapa hal yang diatur dalam UU tersebut. Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, banyak perubahan kebijakan dalam administrasi kependudukan yang diatur dalam perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013 ini.

Beberapa substansi dalam UU 23 Tahun 2006 yang mengalami perubahan (revisi) diantaranya pelaporan kelahiran, pelaporan kematian, pengesahan anak, akta kelahiran dan juga masa berlaku Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)

Terkait penerbitan akta pencatatan sipil, sesuai penjelasan atas UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, di Pasal 27 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap pelaporan kelahiran oleh penduduk dilaksanakan di instansi pelaksana tempat penduduk berdomisili. Sementara di ayat (2) dijelaskan bahwa penerbitan kutipan akta kelahiran tanpa dipungut biaya sebagaimana diatur dalam pertauran perundang-undangan.

 

Sumber : Surabaya Pagi, Jum'at 28 Maret 2014

 

Galakkan Sosialisasi UU Kependudukan

Surel Cetak PDF

alt

Surabaya - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya terus melakukan sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. UU tersebut merupakan perubahan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang disosialisasikan kepada kecamatan, kelurahan, polsek dan perusahaan. Sejak awal 2014, Dispendukcapil Kota Surabaya sudah menerapkan beberapa hal yang diatur dalam UU tersebut.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, banyak perubahan kebijakan dalam administrasi kependudukan yang diatur dalam perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013 tersebut. Beberapa substansi dalam UU No. 23 Tahun 2006 yang mengalami perubahan (revisi) diantaranya pelaporan kelahiran, pelaporan kematian, pengesahan anak, akta kelahiran, dan juga masa berlaku Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Penerbitan Akta Pencatatan Sipil yang semual dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting, diubah menjadi di tempat domisili penduduk. Jadi sekarang, orang luar Surabaya lahir di sini melaporkan ke Dispendukcapil tempat di domisili penduduk tersebut. Penduduk Surabaya yang kelahiran di luar Surabaya melapornya ke Dispendukcapil Surabaya supaya lebih mudah," jelas Suharto dalam sosialisasi di Graha Sawunggaling kemarin (27/3).

Dia menjelaskan, hal tersebut sangat penting di komunikasikan dan disosialisasikan karena masih banyak yang belum paham dan mengerti (nur/c3/hen)

Sumber : Radar Surabaya, Jum'at 28 Maret 2014

 

400 Ribu NIK Terancam Diblokir

Surel Cetak PDF
alt

Karena Data Ganda pada KTP dan KK

Pabean Cantian – Masih banyak warga Surabaya yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) ganda. Baik KTP-nya yang ganda maupun KTP dan KK (Kartu Keluarga) yang dobel.

Berdasar data dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) hingga 17 Februari lalu, tercatat ada 404.249 NIK ganda. Jumlah tersebut hampir 10 persen dari total jumlah penduduk dari Surabaya.

Kecamatan Tambaksari merupakan wilayah temuan NIK ganda terbanyak di kota ini. Yakni 33.804 data ganda. Disusul Kecamatan Sawahan dengan 32.623 NIK ganda. Di Kecamatan Semampir, ditemukan ada 30.471 NIK ganda.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo mengungkapkan, kejadian NIK ganda disebabkan penduduk memiliki KTP atau KK lebih dari satu. “Bisa hanya KTP-nya yang dobel. Atau KTP dan KK-nya sekaligus,” ujarnya di sela-sela sosialisasi perubahan administrasi kependudukan di Kecamatan Pabean Cantian kemarin (20/2). “Saya kurang tahu pasti penyebabnya,” lanjutnya.

Laki-laki yang akrab disapa Anang itu menjelaskan, penduduk yang memiliki NIK ganda akan diblokir. Pemblokiran tersebut mulai dilakukan pada 3 Maret mendatang. Jika KTP-nya dobel, NIK di dua identitas itulah yang akan diblokir. Perilaku yang sama diterapkan bila KTP dan KK-nya dobel. “Untuk menjaga keamanan data, semua diblokir,” tegasnya.

Dengan diblokirnya NIK, warga tersebut akan rugi. Sebab, mereka tidak dapat menikmati berbagai pelayanan public. Misalnya, perubahan KK, perpanjangan KTP, hingga pendaftaran anak bersekolah di Surabaya.

Meski begitu, pemblokiran NIK dapat dicopot. Caranya membuat surat peryataan yang disertai materai dan ditandatangani RT, RW, Lurah, serta Camat. Surat keterangan tersebut berisi bukti tempat tinggal dan pernyataan bahwa dia adalah warga Surabaya serta pengakuan bahwa pihaknya bukan warga luar Surabaya. “Nanti kalau kami sudah terima surat itu, pemblokirannya akan dilepas. Jadi, dia bias melakukan administrasi kependudukan lagi,” terang Anang.

Sementara itu, Camat Pabean Cantian Tomi Ardiyanto mengatakan ada 13.534 NIK ganda dari 93.741 penduduk di sana.

“Senin besok (24/02) ada pelayanan surat pernyataan di kecamatan,” jelasnya. (doc/c14/ai)

Sumber : Metropolis Jumat 21 Februari 2014
 

Kejar Target E-KTP Dispenduk Jemput Bola Ke SMA,SMK

Surel Cetak PDF

(SBO TV) – Sulitnya mencuri perhatian warga surabaya untuk ikut kegiatan target wajib elektronik e-KTP di wilayah Surabaya, membuat Dispendukcapil Surabaya, mulai mendata siswa-siswi di sekolah menengah atas dan kejuruan untuk segera mengikuti perekaman e-KTP di setiap sekolah. Hal ini sesuai dengan data Dispendukcapil Surabaya, bahwa hingga kini target wajib e-KTP yang seharusnya 2 juta 98 ribu jiwa, kini masih kurang 400 ribu jiwa.

Siswa-siswi di SMA 1 Negeri Surabaya, ini masuk dalam kategori wajib KTP, yakni sejumlah siswa yang memiliki tahun kelahiran 1996 atau berumur 17 tahun, dapat mengurus e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan hal ini untuk pemenuhan Keputusan Presiden 126 tahun 2012 tentang administrasi kependudukan, untuk mengejar target pemberlakuan KTP pada 2014.

“ Untuk siswa yang memiliki angka kelahiran 1995, yang masih 16 tahun, e-KTP mereka akan diberikan setelah mereka dinyatakan berumur 17 tahun. Kekurangan target tersebut karena , masih banyaknya penduduk Surabaya, yang apatis mengurus e-KTP, ditambah kurangnya koordinasi peristiwa penting kepada pihak dispenduk maupun SKPD terkait,” paparnya

Sementara, Sheila salah satu siswi SMAN 1 Surabaya, mengaku perekaman pada waktu sekolah, sangat menguntungkan karena dirinya tidak menyisihkan waktu luang, diluar jam sekolah. Dirinya menilai perekaman ini sangat penting untuk kepentingan akses sejumlah kepentingan program pemerintah.

Kegiatan perekaman, di sekolah tersebut hari ini secara perdana dilakukan Pemkot Surabaya, yang hingga sore ini dapat menjaring 60 siswa, di masing-masing sekolah. Peremakaman di sekolah akan terus dilakukan hingga pemenuhan kuota, wajib e-KTP terpenuhi.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

 

Dispenduk Antisipasi Data Ganda Jelang Pemilu

Surel Cetak PDF

(SBO TV) – Jelang pesta demokrasi di surabaya, dinas kependudukan dan catatan sipil, mulai antisipasi data ganda di sejumlah kecamatan di surabaya. Misal saja sosialisasi ke pada sejumlah pengurus RT dan RW, di tambak sari. Dalam kegiatan ini telah ditemukan 14 ribu penduduk yang memiliki data ganda.

Kinerja dispendukcapil kian berat. Belum selesainya masalah kegiatan rekam E-KTP yang semakin dekat dengan batas waktu pada awal july mendatang. Kerja dispendukcapil surabaya pun bertambah keras. Terutama untuk menangani data ganda penduduk yang terdaftar dalam daftar penduduk potensi pemilih pemilu, di sejumlah wilayah di surabaya, yang mencapai lebih dari 40 ribu penduduk.

Hal ini sesuai dengan temuan sejumlah pegawai kecamatan, untuk mengkroscek ulang sebelum di serahkan kepada komisi pemilihan umum surabaya , menemukan penyusutan sekitar 100 ribu penduduk surabaya. Hal ini dikarenakan adanya, lambatnya pencatatan melalui lingkup RT,RW yang tidak langsung melaporkan kejadian penting kepada kelurahan.

Suharto wardoyo, sesuai sosialisasi RW, penyelesaian data ganda bersama sejumlah RW di tambak sari, mengatakan mulai tanggal 26 juni, pihaknya terus mengkalrifikasi, jumlah data ganda di sejumlah wilayah. Dirinya optmisi, diakhir juni data ganda yang termasuk dalam daftar penduduk potensi pemilih pemilu akan terselesaikan.

Sejumlah ketua RW mengaku warganya seringkali melanngar pelaporan kejadian penting kepada lingkup RT-RW yang sudah diberikan sosialisasi, misal saja kematian, yang seharusnya diberi batas waktu 40 hari, tetap tidak dilanggar oleh warganya.

 

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 06 Februari 2014 15:14 )
 
Halaman 7 dari 35 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.