Berita

NIK Khusus Bayi selesai 3 hari

Surel Cetak PDF
alt

NIK Khusus Bayi selesai 3 hari.

Surabaya - Ketentuan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosisal (BPJS) Kesehatan yang tidak meng-cover bayi terus dikeluhkan. Sebab, jumlah bayi yang lahir dalam kondisi sakit ternyata tidak sedikit. Buktinya berdasar data RSUD dr. Soetomo setiap hari setidaknya ada 30 bayi yang sakit.

Ke-30 bayi itu menghuni neonatal intensive care unit (NICU). Selain itu, berdasar data 229 bayi sakit yang meregang nyawa. Karaena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISPENDUKCAPIL) Surabay berinisiatif meluncurkan program terbaru.

Kami sudah berkomitmen. Khusus untuk bayi yang akan mendaftar BPJS, kami permudah membuat Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan akta kelahiran,” ujar Kepala DISPENDUKCAPIL Surabaya Suharto Wardoyo kemarin.

Pria yang akrab disapa Anang itu menambahkna, dengan segera mendapat kartu BPJS sang bayi bisa ditanggung jaminan kesehatan nasional tersebut.

Nah, ada beberapa syarat saat pengurusan NIK bayi yang akan mendaftar BPJS Yakni, orang tua bayi meminta surat keterangan kelahiran dari tempat persalinan.

Misalnya puskesmas, bidan, atau rumah sakit. Termasuk, surat keterangan dari lurah. Kemudian sang bayi sudah diberi nama. Selain itu, orang tua bayi harus melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK) dan KTP yang sudah di legalisasi. Ada juga fortokopi akta nikah orang tua.

Sementara itu, ada syarat utama yang tidak boleh terlewat. Yakni, surat pengantar dari BPJS yang menyatakan bahwa orang tua akan menyatakan bahwa orang tua akan mendaftarkan bayinya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Setelah itu, orang tua segera membawa data tersebut ke kantor DISPENDUKCAPIL di jalan Manyar Kertoarjo No.6 “Syaratnya harus dibawa lengkap nanti di kantor langsung bilang petugas akan bikin NIK untuk BPJS. Jadi, kami prioritaskan untuk dicetak dulu” ujarnya.

Petugas akan membuat NIK sekaligus akta kelahiran.

Nah, untuk mempercepat pengurusan, Anang berjanji menuntaskan pembuatan NIK biasa yang mencapai tujuh hari kerja. Artinya, hari libur seperti Sabtu dan Minggu tidak dihitung, “Ini khusus untuk pengurusan BPJS saja,”ungkap Anang.

Dia mencontohkan, jika orang tua mengajukan pembuatan NIK bayi pada Senin, kamis nomor tersebut sudah bisa tuntas. Namun, tiga hari kerja itu berlaku jika NIK diambil di kantor dispendukcapil. Selama ini NIK dikirimkan ke kecamatan. Jika di kecamatan NIK bisa diambil dengan sistem empat hari kerja. Anang beralasan, setidaknya dibutuhkan waktu sehari untuk mengirimberkas ke kantor kecamatan.

Terkait dengan bayi yang tidak langsung ditanggung BPJS, Anang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab hal ini merupakan ketentuan BPJS. Menurut Anang, hanya warga yang memiliki NIK yang bisa mendaftar BPJS. Tidak terkecuali bayi atau anak anak di bawah 17 tahun, “Sudah sepertitu syaratnya, harus punya NIK, kalau tidak punya data kependudukan, mereka tidak bisa diproses. Yang jelas, DISPENDUK sudah bertemu dengan pihak BPJS. Kami sudah berupaya mempercepat,”ucapnya.

Kasus tidak di-cover nya bayi pada BPJS juga dikeluhkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

“Setahun BPJS beroperasi, evaluasinya pada peraturan bayi PBI (penerima bantuan Iuran,red). Tidak otomatis terdaftar BPJS” ujar Kepala Bidang Jaminan dan sarana Kesehatan Dinkes Surabaya drg. Bisukmo Kurniawati.

Betty-panggilan Basukma Kurniawati-menyatakan akibat ketetapan BPJS itu, peserta PBI yang bayinya baru lahir disodori dua pilihan. Pertama, mendaftarkan bayinya dalam BPJS mandiri kelas III. Sebelumnya sang bayi harus memiliki NIK.

Pilihan kedua warga PBI bisa mengurus surat keterangan miskin (SKM) untuk bayinya. Surat tersebut dibuat melalui kelurahan. Sumber JAWAPOS Senin 12 Januari (Metropolis).

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 03 Maret 2015 09:40 )
 

KTP-el bisa ke DISPENDUKCAPIL dgn pengantar dr Kecamatan

Surel Cetak PDF
Pecetakan KTP-el di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya

Bagi warga Surabaya yang belum menerima KTP-el tetapi sudah pernah melakukan perekaman KTP-el maka bisa dilayani di DISPENDUKCAPIL Surabaya pada jam Kerja.

Dengan Mekanisme : Surat pengantar dari Kecamatan untuk kemudian diserahkan pada loket 9 DISPENDUKCAPIL SURABAYA.

Proses : 3 hari kerja.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 08 Januari 2015 08:24 )
 

Mendagri: Pencetakan KTP-el Dilanjutkan

Surel Cetak PDF
alt

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pencetakan KTP elektronik dilanjutkan. Setelah sempat dihentikan karena Kemengterian Dalam Negeri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang sudah berjalan sejak tahun 2011 tersebut.

"(KTP-el) jalan terus, yang KPK biar diteruskan KPK. Yang kami jalan terus. Pencetakan jalan, kami kontrol," kata Tjahjo di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (1/12).

Menurut Tjahjo, pencetakan KTP-el tidak bisa dihentikan. Lantaran setiap hari masyarakat membutuhkannya untuk keperluan sehari-hari. Tidak hanya berhubungan dengan pelayanan kependudukan. Tetapi juga untuk aktivitas lain, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga migrasi.

Pada November lalu, Tjahjo mengatakan, penghentian pencetakan KTP-el diperpanjang. Moratorium yang mulanya ditargetkan Kemendagri selama November, diperpanjang hingga Januari 2015.

"Penghentiannya diperpanjang, sampai Januari. Ya (karena) merombak, pengecekan sampai tuntas, menyangkut keamanan, data-data yang tidak benar, membersihkan semua," jelasnya.

Beberapa hari setelah dilantik sebagai Mendagri Kabinet Kerja, Tjahjo mengatakan evaluasi program e-KTP karena dilakukan evaluasi menyeluruh. Menurut Tjahjo terdapat beberapa persoalan yang harus diselesaikan. Pertama, ada dugaan database kependudukan secara elektronik tidak akurat.

Banyak data kependudukan ganda, bahkan memiliki lebih dari satu E-KTP. Tidak sedikit pula penduduk yang sudah meninggal, namun masih tercatat dalam data kependudukan dan terdaftar sebagai pemilih.

Kedua, masalah distribusi fisik E-KTP. Tjahjo mengatakan, banyak laporan yang menyebutkan beberapa daerah belum mendapatkan hasil cetakan KTP yang sudah direkam. Ketiga, belum adanya standar operasional kerja yang seragam. Sehingga setiap daerah menafsirkan arahan pusat secara berbeda.

Masalah keempat yang harus dievaluasi, lanjutnya, menyangkut sistem dan spesifikasi pencatatan dan perekaman yang digunakan. Tjahjo menginginkan sistem informasi administrasi kependudukan yang berbasis sentral dan terpadu.

Sumber : .dukcapil.kemendagri.go.id

 

Lanjutkan hingga Akhir Bulan

Surel Cetak PDF
alt

MULYOREJO – E-Ktp di Surabaya di cetak kemarin ( 24/11) sayangnya, saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dispendukcapil ) Surabaya sudah tancap gas untuk mencetak kartu elektronik, keluar surat dari Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) yang memerintahkan penghentian pencetakan. Karena baru sehari, jumlah kartu yang di cetak tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 20 kartu yang sudah selesai. Pencetakan 1 kartu membutuhkan waktu 5 menit. Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Djoni Iskandar menyatakan, pencetakan disesuaikan dengan data dan blangko yang ada. “ sampai sekarang kecamatan yang baru menyerahkan data penduduk yang sudah merekam e-KTP tapi belum mendapatkan kartu hanya tandes dan pabean cantikan, “ katanya. Jumlah penduduk kecamatan Tandes sebanyak 8.499 orang dan Pabean cantian 156 orang. Selain menyerahkan data jumlah penduduk, sampai saat ini masih banyak yang belum diserati foto copy ktp. “ yang ada foto copy ktp yang hanya 20 – an orang tau “ jelas pria asal sumenep, madura,tersebut. Sebelum kartu di cetak, data dari kecamatan harus diverivikasi. Jangan sampai penduduk yang sudah pindah keluar kota atau meninggal masih tercantum dalam data tersebut. Selain itu jangan sampai ada warga yang sudah mendapatkan e-Ktp, tapi di masukan lagi kedalam data tersebut. Djoni menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu foto copy ktp dari Kecamatan Tandes dan Pabean Cantian. Menurut dia, pencetakan e-ktp tidak hanya diperuntukan dua kecamatan itu, tapi semua kecamatan akan kebagian. Karena jumlah blangko hanya 3.192, di setiap kecamatan akan mendapat bagian 100 kartu. Mengenai surat dari kemendagri tentang penghentian pencetakan e-ktp, pihaknya masih menantikan petunjuk lanjutan. Dalam surat di tanda tanganI mendagri Tjajo Kumolo . Itu di sebutkan bahwa mulai 1 desember pencetakan ktp elektronik harus di hentikan . dengan alasan, banyak persoalan yang terjadi pada pencetakan kartu kependudukan itu. “ Kami masih mencetak sampai akhir bulan, “ ulasnya. Sementara itu, Kepala Dispenduk Capil Surabaya Suharto Wardoyo mengungkapka n, dalam waktu cukup singkat, dia akan menghabiskan blangko yang ada untuk mencetak kartu yang ada dia yakin sebelum 1 desember belangko sudah habis.(lum/c7/tia)

Sumber : jawa Pos



 

Surabaya Launching 203 Anjungan Pelayanan Publik

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2014, Pemkot Surabaya meluncurkan Kios Pelayanan Publik. Sebanyak 203 anjungan pelayanan online tersebar di seluruh kelurahan, kecamatan dan Puskesmas.
 
Anjungan Pelayanan Publik itu dilengkapi dengan layar touchscreen, keyboard, scanner dan printer, dilengkapi dengan penjelasan dalam bahasa Jawa dan bahasa Madura. Melalui kios tersebut, warga Surabaya dapat memperoleh layanan secara online sehingga tak perlu mendatangi loket dinas terkait.
 
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ketika me-launching Kios Pelayanan Publik mengatakan, inovasi terbaru Pemkot Surabaya ini terdiri dari tiga menu utama dengan peruntukan yang berbeda. Tiga menu tersebut yakni Surabaya Single Window (SSW) khusus untuk perizinan, lalu e-Health untuk layanan kesehatan dan e-Lampid (layanan akta kelahiran-kematian-pindah-datang) untuk administrasi kependudukan.
 
 “Ini teman-teman (SKPD Pemkot Surabaya) yang ciptakan. Kita buat kreasi sendiri dan ternyata bisa. Ini akan sangat memudahkan warga Surabaya. Saya kira, di Indonesia, kita yang pertama kali,” tegas Walikota Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin (10/11).
 
Walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menjelaskan, kelahiran e-Health dilatarbelakangi adanya keprihatinan karena seringkali menyaksikan antrean panjang  di rumah sakit. Dengan e-Health, warga dapat melakukan pendaftaran secara online sehingga meminimalisir antrian di loket.
 
Prosedur pendaftarannya, pasien penduduk Kota Surabaya datang ke Puskesmas dengan membawa e-KTP, apabila pasien datanya  belum tersimpan (berupa RFID). Pasien memberikan e-KTP kepada petugas untuk dilakukan penyimpanan data, data akan muncul dan petugas cukup mengarahkan pada poli yang dituju.
 
Pada kunjungan berikutnya pasien cukup menempelkan e-KTP pada RFID dan system akan otomatis melakukan pencarian. Pasien penduduk Kota Surabaya datang tanpa membawa e-KTP, menyebutkan nama atau nama dan tanggal lahir atau nama dan alamat, petugas melakukan pencarian data dan penyimpanan dan mengarahkan langsung pada poli yang dituju. Untuk pasien yang datanya sudah ada di Puskesmas , dapat dilakukan edit data untuk melengkapi data pasien tersebut dengan data kependudukan.
 
Dikatakan walikota, selama ini, alurnya adalah pasien yang berobat dari Puskemas kemudian dirujuk dan didaftar di rumah sakit, pihak rumah sakit kemudian mengirim pasien tersebut ke ruang poli. Bila seperti itu, maka antreannya dua kali.  “Itu kan lama. Ini tidak lagi. Dari Puskesmas tidak perlu lagi ke umum, langsung ke poli. Jadi yang sudah masuk di Puskesmas bukan pasien baru lagi, dia sudah pasien lama. Data dari Puskemas bisa dikirim ke poli masing-masing di rumah sakit. Di poli, data sudah ada karena dikirim dari Puskesmas. Jadi pasien dapat nomor antrean di sini (kios pelayanan) nggak perlu nunggu di rumah sakit,” jelas walikota.
 
Sementara melalui e-Lampid, warga dapat melakukan pencatatan sipil sehingga tidak perlu mengantri panjang di loket Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Cukup dengan mengakses anjungan Kios Pelayanan Publik, warga dapat melakukan pengurusan administrasi kelahiran, kematian, pindah dan datang. “Kalau buat akta, ndak perlu datang ke kantor Dispendukcapil karena bisa daftar lewat online. Waktunya juga cepat, tiga hari,” sebut walikota.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menambahkan, kios pelayanan publik dapat diakses di ratusan titik di wilayah Surabaya seperti di kantor kelurahan , kantor kecamatan, Puskesmas dan kantor SKPD Pemkot. Total ada 203 kios pelayanan yang akan kita berikan ke seluruh kelurahan, kecamatan dan beberapa Puskesmas. Warga bisa daftar layanan kesehatan dan Lampid serta perizinan.”Warga yang memiliki jaringan internet, bisa akses di rumah, kalau yang tidak punya, bisa memanfaatkan kios layanan ini,” ujar Antiek Sugioharti.
 
Sebelum meluncurkan program kios pelayanan publik, Walikota Tri Rismaharini juga launching broadband learning center (BLC) di 10 lokasi. Walikota lantas melakukan video conference dengan ibu-ibu yang tengah beraktivitas di BLC Kupang Gunung dan BLC Karang Pilang.
 
Ibu-ibu tersebut mengisahkan pengalaman pertama mereka ‘berkawan’ dengan komputer dan mengenal internet. Mereka juga berkisah perihal hobi mereka yakni berdagang secara online dengan mempromosikan produk-produk hasil UKM via online. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bu Risma atas perhatian dan kepeduliannya kepada kami,” ujar salah seorang ibu.
 
BLC Karang Pilang berlokasi di kantor kecamatan. Sementara BLC Kupang Gunung merupakan salah satu tindakan konkret Pemkot Surabaya dalam mengalihfungsikan lokalisasi Dolly yang di kawasan Putat Jaya.
 
BLC Kupang Gunung berada di bekas bangunan wisma Barbara. “Itu nanti untuk enam lantai. Selain BLC, nantinya juga untuk Paud, ibu-ibu senam dan juga Balai RW. Ada lift nya juga. Kalau gedung siap, kita isi perpustakaan,” ujar walikota.
 
Sebelumnya, walikota bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, veteran pejuang, SKPD Pemkot Surabaya melakukan upcara peringatan hari Pahlawan di halaman Taman Surya.

Nuansa peringatan Hari Pahlawan sangat terasa karena semua hadirin yang hadir mengenakan seragam perjuangan. Seusai upcara peringatan Hari Pahlawan yang bertema “Pahlawanku Idolaku”, Walikota secara simbolis meresmikan sentra wisata kuliner di Gunung Anyar, Siwalankerto, Krembangan, Pegirian, Semolo Waru dan Manukan Lor. Walikota juga menyerahkan penghargaan kepada warga berprestasi yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Surabaya.

sumber : www.menpan.go.id

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 26 November 2014 10:42 )
 
Halaman 5 dari 41 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.