Berita

Dispendukcapil Buka e-KTP di Balai kota

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dispenduk capil) terus berinovasi untuk mencapai target pelaksanaan e-KTP akhir April nanti. Layanan e-KTP di balaikota yang sebelumnya hanya untuk para pegawai negeri sipil (PNS), mulai kemarin juga dibuka untuk umum. Pelayananpun dibuka mulai jam 08.00 WIB hingga 12.00 malam setiap harinya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menyatakan sejak Jumat kemarin (13/4) pelaksanaan e-KTP di Balai Kota yang semula diperuntukan untuk PNS di lingkungan Pemkot Surabaya, kini melayani juga masyarakat umum. Direncanakan e- KTP di Balai Kota ini akan berakhir 30 April nanti.

“Sejak dibuka Jumat lalu, kami sudah melayani sekitar 800 orang. Mereka kebanyakan berasal dari warga Kecamatan Tambaksari, Gubeng dan sekitarnya. Untuk mendukung kelancaran e- KTP di sini, kami menyiapkan lima unit sehingga tidak sampai terjadi antrian panjang,” papar pria yang akrab dipanggil Anang ini.

Ia menambahkan, pihaknya juga membuat terobosan baru dengan adanya e- KTP mobile atau bergerak. E-KTP mobile ini mendatangi beberapa instansi pemerintah diantaranya di Kantor Gubernur Jatim dan instansi lainnya. Harapannya PNS yang tidak memiliki waktu untuk ikut e-KTP bisa mengurus di e-KTP Mobile yang sudah dilaksanakan sejak Jumat lalu.

Terkait masih banyaknya warga yang belum melakukan proses e-KTP, Anang mengatakan pihaknya sudah meminta kepada para camat untuk melakukan penyisiran terhadap warganya. Tujuannya untuk menemukan warga yang belum mengurus e-KTP dan pihak kecamatan segera memproses e-KTP mereka yang belum.

Ia mengakui beberapa langkah yang ditempuhnya itu karena pemerintah pusat mendeadline akhir April sudah tuntas. “Saat ini kami sudah melaksanakan 60 %. Mudah-mudahan akhir April ini target bisa tuntas sehingga 1, 8 juta penduduk sudah terproses e-KTP,” katanya.

Disinggung jika pemkot tidak bisa menuntaskan hingga akhir April nanti, ia mengatakan sebagai konsekwensinya peralatan e- KTP tambahan akan ditarik ke pusat. Sedangkan yang tersisa hanya 2 peralatan e-KTP di masing-masing kecamatan. “Selain itu juga material pembuatan e-KTP seperti formulir dan cetak e-KTP akan dibebankan pada APBD dan bukan lagi APBN,” jelas mantan kabag hukum Kota Surabaya.

Tampak dalam antrian kemarin, Wakil Ketua Komisi D (kesra) DPRD Surabaya Edi Budi Prabowo atau yang biasa dipanggil Edi Embun. Saat politisi asal Golkar namanya dipanggil oleh petugas, langsung maju untuk proses foto, retina hingga sidik jari.

“Saya tadi diberitahu Bu Nur (Noer Oemariyati Kabag perlengkapan Surabaya, red) kalau di Balai Kota membuka pelayanan e-KTP. Makanya saya datang ke ini untuk ikut. Bukannya saya males, namun tidak ada waktu untuk mengurus di kecamatan karena selalu penuh sesak,” cetusnya.ov

Sumber : RAdar Surabaya.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 03 May 2012 16:50 )
 

PEREKAMAN E-KTP BISA DI KANTOR GEBERNUR

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA - Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terus menggeber penyelesaian pembuatan e-KTP di lobi balai kota, kini giliran mereka membuka pelayanan e-KTP di salah satu ruang Kantor Gubernur Jatim di jalan Pahlawan. Pembuatan e-KTP di kantor gubernur tersebut bisa di mulai hari ini.

Menurut Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo, pihaknya saat ini menyasar setiap tempat yang jumlah PNS-nya tinggi. Sebab, selama ini para PNS tidak memiliki waktu banyak untuk mengurus e-KTP. Dia pun berinisiatif menempatkan alat pendataan e-KTP di kantor tersebut. ”Kami jemput bola untuk PNS,” ujarnya.

Kemarin (11/4) dispendukcapil telah mengirimkan surat permohonan untuk menempatkan alat pembuatan e-KTP di kantor itu. Namun, Suharto menyatakan, hingga kemarin belum ada kepastian ruang mana yang akan digunakan untuk pelayanan e-KTP.”Tapi, saya janji besok (hari ini, Red) pegawai dan warga bisa mengurus e-KTP di kantor gubernur,” ujarnya.

Alat pembuatan e-KTP yang ditempatkan di kantor gubernur itu merupakan salah satu di antara sembilan alat pendataan e-KTP tambahan yang di terima Surabaya. Total alat pendataan e-KTP yang di gunakan di Surabaya 135 alat. “Tambahan sembilan alat terakhir didistribusikan ke kecamatan, pemkot, dan kantor gubernur,” ungkap dia.

Sementara itu, pendataan e-KTP terbaru dispendukcapil telah mencapai 58,20 persen. Padahal, Surabaya ditargetkan menyelesaikan pendataan e-KTP akhir A[ril. Jika tidak selesai, Surabaya akan menerima konsekuensi untuk membayar setiap kerusakan alat sendiri. “Kami yakin akan mencapai target,” ucap dia (idr/c11/end)

Sumber : Jawa Pos




 

Satu Juta Warga Ber-KTP Elektronik

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk data 2011 ditargetkan selesai akhir bulan ini. Akibatnya, pemkot harus ngebut menyelesaikan proses tersebut . Paling tidak, hingga batas akhir nanti, mereka bisa merekam 90 persen

Dari keseluruhan wajib KTP 2011. Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo kemarin (3/4).” Memang mungkin tidak seluruhnya terekam.Paling tidak bisa 90 persen,” Katanya.

Meski tak yakin bisa menyelesaikan semuanya, Suharto mengaku optimistis bisa mendata 45 persen selama sebulan terakhir. Hal itu di sebebkan jumlah alat yang sudah di tambah. Selain itu, beberapa wilayah telah memasuki masa penuntasan dalam perekaman data. ”Nanti alat di kecamatan yang sudah selesai bisa dialihkan ke tempat yang masih padat” sambungnya. Hingga Senin (2/4) pemkot sudah merekam data 968.665 wajib KTP atau 43,3 persen. Diperkirakan, kemarin data tersebut sudah menembus 1 juta atau 45 persen. Pada akhir bulan ini, pemkot berharap setidaknya bisa merampungkan perekaman pada 1,9 juta orang. Atau 90 persen dari total wajib KTP Kota Surabaya, yakni sebanyak 2.232.445.

Suharto menjelaskan, jumlah alat yang ada saat ini dirasa cukup. Pasalnya, pihaknya baru saja mendapatkan tambahan 30 unit peranti perekaman dari konsorsium. Sebelumnya di seluruh kota, hanya ada 118 set alat perekaman.

Akibatnya,beberapa wilayah yang wajib KTP cukup banyak masih kekurangan alat. ”Sekarang sudah tidak lagi. Yang mendapatkan tambahan seperti Kecamatan Sawahan, Semampir, Wonokromo, dan Genteng,” ungkapnya.

Suharto mengaku belum bisa menghitung secara pasti berapa banyak percepatan perekaman data setelah ada alat tambahan. Yang jelas, selama Maret, jumlah masyarakat yang terlayani bertambah 20 persen. ” Karena baru sekitar seminggu, jadi belum tampak. Pertengahan bulan ini mungkin sudah kelihatan jumlah pertambahannya,” terangnya.

Sumber : Jawa Pos (4 April 2012)

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 09 May 2012 10:08 )
 

Satu Juta Warga Ber-KTP Elektronik

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk data 2011 ditargetkan selesai akhir bulan ini. Akibatnya, pemkot harus ngebut menyelesaikan proses tersebut . Paling tidak, hingga batas akhir nanti, mereka bisa merekam 90 persen

Dari keseluruhan wajib KTP 2011. Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo kemarin (3/4).” Memang mungkin tidak seluruhnya terekam.Paling tidak bisa 90 persen,” Katanya.

Meski tak yakin bisa menyelesaikan semuanya, Suharto mengaku optimistis bisa mendata 45 persen selama sebulan terakhir. Hal itu di sebebkan jumlah alat yang sudah di tambah. Selain itu, beberapa wilayah telah memasuki masa penuntasan dalam perekaman data. ”Nanti alat di kecamatan yang sudah selesai bisa dialihkan ke tempat yang masih padat” sambungnya. Hingga Senin (2/4) pemkot sudah merekam data 968.665 wajib KTP atau 43,3 persen. Diperkirakan, kemarin data tersebut sudah menembus 1 juta atau 45 persen. Pada akhir bulan ini, pemkot berharap setidaknya bisa merampungkan perekaman pada 1,9 juta orang. Atau 90 persen dari total wajib KTP Kota Surabaya, yakni sebanyak 2.232.445.

Suharto menjelaskan, jumlah alat yang ada saat ini dirasa cukup. Pasalnya, pihaknya baru saja mendapatkan tambahan 30 unit peranti perekaman dari konsorsium. Sebelumnya di seluruh kota, hanya ada 118 set alat perekaman.

Akibatnya,beberapa wilayah yang wajib KTP cukup banyak masih kekurangan alat. ”Sekarang sudah tidak lagi. Yang mendapatkan tambahan seperti Kecamatan Sawahan, Semampir, Wonokromo, dan Genteng,” ungkapnya.

Suharto mengaku belum bisa menghitung secara pasti berapa banyak percepatan perekaman data setelah ada alat tambahan. Yang jelas, selama Maret, jumlah masyarakat yang terlayani bertambah 20 persen. ” Karena baru sekitar seminggu, jadi belum tampak. Pertengahan bulan ini mungkin sudah kelihatan jumlah pertambahannya,” terangnya.

Sumber : Jawa Pos (4 April 2012)

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 04 April 2012 14:12 )
 

Urus Surat Keterangan Pindah di mal

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA-Mulai hari ini, warga pendatang yang akan menetap di sejumlah wilayah di Surabaya tak akan mengalami kesulitan lagi mengurus surat pindah. sambil berbelanja ke mal, mereka bisa mengurus dokumen pindah bisa dilakukan di tiga mal yang ditunjuk Pemkot Surabaya, yakni Royal Plaza, Pakuwon Trade Center, dan ITC.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Suharto Wardoyo mengingkapkan, pihaknya sudah mengedarkan semua camat di Surabaya terkait masalah tersebut. Petugas Kecamatan yang didatangi pendatang bisa mengarahkan pengurusan dokumen ke tempat perbelanjaan.

Dia mengungkapkan, pengurusan dokumen pindah tersebut merupakan penambahan layanan perpanjangan KTP yang bisa di urus di mal. “Layanan itu kami gabungkan dengan layananyang sudah ada, yakni KTP Smart Office,” kata suharto kemain. Namun, layanan tersebut baru berlangsung untuk sebagian kecamatan.Dia merasa perlu melimpahkan pengurusan dokumen tersebut ke mal. Sebab, frekuensi di kantornya memang cukup besa. Setiap hari, tak kurang dari 40 pemohon yang meminta surat keterangan pindah itu,”Demi mendekatkan diri ke publik, kami terpikir untuk membuka layanan di mal,” kata dia.

Bukanlah layanan semacam itu justru membuka ruang masuknya pendatang ke Surabaya? Selama ini, pihaknya memang tak bisa menghalangi para pemohon tersebut untuk mengurus dokumen. “Bagaimana mungkin kami tolak kalau persyaratannya yang di ajukannya lengkap,” katanya.Persyaratan bagi mereka yang mengurus surat keterangan pindah ke Surabaya memang terbilang rumit. Di antaranya, surat keterangan pindah dari daerah asal, kutipan akta nikah, kartu keluarga pihak yang akan ditempati, dan yang tak kalah penting adalah surat jaminan memiliki pekerjaan di Surabaya. Waktu pengurusan menurut perda, sebenarnya, tujuh hari. Namun, dispendukcapil bisa menyingkatnya menjadi tiga hari. “Dan, yang terpenting,pengurusannya gratis,” katanya. Sebagaimana yang diketahui, jumlah penduduk Surabaya sampai saat ini mencapai lebih dari 3 juta jiwa. Pemkot mencatat penambahan tersebut di sebabkan arus urbanisasi. Ledakan penduduk itu, biasanya, terjadi setelah lebaran.

(sumber : Jawa Pos)

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 02 April 2012 13:56 )
 
Halaman 35 dari 38 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.