Berita

PEREKAMAN E-KTP BISA DI KANTOR GEBERNUR

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA - Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terus menggeber penyelesaian pembuatan e-KTP di lobi balai kota, kini giliran mereka membuka pelayanan e-KTP di salah satu ruang Kantor Gubernur Jatim di jalan Pahlawan. Pembuatan e-KTP di kantor gubernur tersebut bisa di mulai hari ini.

Menurut Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo, pihaknya saat ini menyasar setiap tempat yang jumlah PNS-nya tinggi. Sebab, selama ini para PNS tidak memiliki waktu banyak untuk mengurus e-KTP. Dia pun berinisiatif menempatkan alat pendataan e-KTP di kantor tersebut. ”Kami jemput bola untuk PNS,” ujarnya.

Kemarin (11/4) dispendukcapil telah mengirimkan surat permohonan untuk menempatkan alat pembuatan e-KTP di kantor itu. Namun, Suharto menyatakan, hingga kemarin belum ada kepastian ruang mana yang akan digunakan untuk pelayanan e-KTP.”Tapi, saya janji besok (hari ini, Red) pegawai dan warga bisa mengurus e-KTP di kantor gubernur,” ujarnya.

Alat pembuatan e-KTP yang ditempatkan di kantor gubernur itu merupakan salah satu di antara sembilan alat pendataan e-KTP tambahan yang di terima Surabaya. Total alat pendataan e-KTP yang di gunakan di Surabaya 135 alat. “Tambahan sembilan alat terakhir didistribusikan ke kecamatan, pemkot, dan kantor gubernur,” ungkap dia.

Sementara itu, pendataan e-KTP terbaru dispendukcapil telah mencapai 58,20 persen. Padahal, Surabaya ditargetkan menyelesaikan pendataan e-KTP akhir A[ril. Jika tidak selesai, Surabaya akan menerima konsekuensi untuk membayar setiap kerusakan alat sendiri. “Kami yakin akan mencapai target,” ucap dia (idr/c11/end)

Sumber : Jawa Pos




 

Satu Juta Warga Ber-KTP Elektronik

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk data 2011 ditargetkan selesai akhir bulan ini. Akibatnya, pemkot harus ngebut menyelesaikan proses tersebut . Paling tidak, hingga batas akhir nanti, mereka bisa merekam 90 persen

Dari keseluruhan wajib KTP 2011. Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo kemarin (3/4).” Memang mungkin tidak seluruhnya terekam.Paling tidak bisa 90 persen,” Katanya.

Meski tak yakin bisa menyelesaikan semuanya, Suharto mengaku optimistis bisa mendata 45 persen selama sebulan terakhir. Hal itu di sebebkan jumlah alat yang sudah di tambah. Selain itu, beberapa wilayah telah memasuki masa penuntasan dalam perekaman data. ”Nanti alat di kecamatan yang sudah selesai bisa dialihkan ke tempat yang masih padat” sambungnya. Hingga Senin (2/4) pemkot sudah merekam data 968.665 wajib KTP atau 43,3 persen. Diperkirakan, kemarin data tersebut sudah menembus 1 juta atau 45 persen. Pada akhir bulan ini, pemkot berharap setidaknya bisa merampungkan perekaman pada 1,9 juta orang. Atau 90 persen dari total wajib KTP Kota Surabaya, yakni sebanyak 2.232.445.

Suharto menjelaskan, jumlah alat yang ada saat ini dirasa cukup. Pasalnya, pihaknya baru saja mendapatkan tambahan 30 unit peranti perekaman dari konsorsium. Sebelumnya di seluruh kota, hanya ada 118 set alat perekaman.

Akibatnya,beberapa wilayah yang wajib KTP cukup banyak masih kekurangan alat. ”Sekarang sudah tidak lagi. Yang mendapatkan tambahan seperti Kecamatan Sawahan, Semampir, Wonokromo, dan Genteng,” ungkapnya.

Suharto mengaku belum bisa menghitung secara pasti berapa banyak percepatan perekaman data setelah ada alat tambahan. Yang jelas, selama Maret, jumlah masyarakat yang terlayani bertambah 20 persen. ” Karena baru sekitar seminggu, jadi belum tampak. Pertengahan bulan ini mungkin sudah kelihatan jumlah pertambahannya,” terangnya.

Sumber : Jawa Pos (4 April 2012)

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 09 May 2012 10:08 )
 

Satu Juta Warga Ber-KTP Elektronik

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk data 2011 ditargetkan selesai akhir bulan ini. Akibatnya, pemkot harus ngebut menyelesaikan proses tersebut . Paling tidak, hingga batas akhir nanti, mereka bisa merekam 90 persen

Dari keseluruhan wajib KTP 2011. Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo kemarin (3/4).” Memang mungkin tidak seluruhnya terekam.Paling tidak bisa 90 persen,” Katanya.

Meski tak yakin bisa menyelesaikan semuanya, Suharto mengaku optimistis bisa mendata 45 persen selama sebulan terakhir. Hal itu di sebebkan jumlah alat yang sudah di tambah. Selain itu, beberapa wilayah telah memasuki masa penuntasan dalam perekaman data. ”Nanti alat di kecamatan yang sudah selesai bisa dialihkan ke tempat yang masih padat” sambungnya. Hingga Senin (2/4) pemkot sudah merekam data 968.665 wajib KTP atau 43,3 persen. Diperkirakan, kemarin data tersebut sudah menembus 1 juta atau 45 persen. Pada akhir bulan ini, pemkot berharap setidaknya bisa merampungkan perekaman pada 1,9 juta orang. Atau 90 persen dari total wajib KTP Kota Surabaya, yakni sebanyak 2.232.445.

Suharto menjelaskan, jumlah alat yang ada saat ini dirasa cukup. Pasalnya, pihaknya baru saja mendapatkan tambahan 30 unit peranti perekaman dari konsorsium. Sebelumnya di seluruh kota, hanya ada 118 set alat perekaman.

Akibatnya,beberapa wilayah yang wajib KTP cukup banyak masih kekurangan alat. ”Sekarang sudah tidak lagi. Yang mendapatkan tambahan seperti Kecamatan Sawahan, Semampir, Wonokromo, dan Genteng,” ungkapnya.

Suharto mengaku belum bisa menghitung secara pasti berapa banyak percepatan perekaman data setelah ada alat tambahan. Yang jelas, selama Maret, jumlah masyarakat yang terlayani bertambah 20 persen. ” Karena baru sekitar seminggu, jadi belum tampak. Pertengahan bulan ini mungkin sudah kelihatan jumlah pertambahannya,” terangnya.

Sumber : Jawa Pos (4 April 2012)

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 04 April 2012 14:12 )
 

Urus Surat Keterangan Pindah di mal

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA-Mulai hari ini, warga pendatang yang akan menetap di sejumlah wilayah di Surabaya tak akan mengalami kesulitan lagi mengurus surat pindah. sambil berbelanja ke mal, mereka bisa mengurus dokumen pindah bisa dilakukan di tiga mal yang ditunjuk Pemkot Surabaya, yakni Royal Plaza, Pakuwon Trade Center, dan ITC.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Suharto Wardoyo mengingkapkan, pihaknya sudah mengedarkan semua camat di Surabaya terkait masalah tersebut. Petugas Kecamatan yang didatangi pendatang bisa mengarahkan pengurusan dokumen ke tempat perbelanjaan.

Dia mengungkapkan, pengurusan dokumen pindah tersebut merupakan penambahan layanan perpanjangan KTP yang bisa di urus di mal. “Layanan itu kami gabungkan dengan layananyang sudah ada, yakni KTP Smart Office,” kata suharto kemain. Namun, layanan tersebut baru berlangsung untuk sebagian kecamatan.Dia merasa perlu melimpahkan pengurusan dokumen tersebut ke mal. Sebab, frekuensi di kantornya memang cukup besa. Setiap hari, tak kurang dari 40 pemohon yang meminta surat keterangan pindah itu,”Demi mendekatkan diri ke publik, kami terpikir untuk membuka layanan di mal,” kata dia.

Bukanlah layanan semacam itu justru membuka ruang masuknya pendatang ke Surabaya? Selama ini, pihaknya memang tak bisa menghalangi para pemohon tersebut untuk mengurus dokumen. “Bagaimana mungkin kami tolak kalau persyaratannya yang di ajukannya lengkap,” katanya.Persyaratan bagi mereka yang mengurus surat keterangan pindah ke Surabaya memang terbilang rumit. Di antaranya, surat keterangan pindah dari daerah asal, kutipan akta nikah, kartu keluarga pihak yang akan ditempati, dan yang tak kalah penting adalah surat jaminan memiliki pekerjaan di Surabaya. Waktu pengurusan menurut perda, sebenarnya, tujuh hari. Namun, dispendukcapil bisa menyingkatnya menjadi tiga hari. “Dan, yang terpenting,pengurusannya gratis,” katanya. Sebagaimana yang diketahui, jumlah penduduk Surabaya sampai saat ini mencapai lebih dari 3 juta jiwa. Pemkot mencatat penambahan tersebut di sebabkan arus urbanisasi. Ledakan penduduk itu, biasanya, terjadi setelah lebaran.

(sumber : Jawa Pos)

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 02 April 2012 13:56 )
 

Mendagri: e-KTP Salah Satu Alat untuk Ungkap Tindak Kejahatan

Surel Cetak PDF

alt

"Ada penjahat yang melakukan pembunuhan, penganiayaan, perkosaan, walaupun dilakukan malam hari dan tidak terlihat oleh siapapun tapi mereka masih meninggal sidik jari. Kalau dia penjahat pasti datanya ada di kepolisian, tapi jika masih calon penjahat datanya ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena di antaranya 172 juta rakyat Indonesia memungkinkan melakukan kejahatan," kata Gamawan Fauzi saat meninjau perekaman e-KTP dan pemberian e-KTP yang sudah jadi di Kantor Camat Medan Helvetia di Jalan Beringin X Medan, Senin (12/3). 

Dia mengatakan sidik jari pasti ditinggal pelaku kejahatan, makanya polisi tinggal melakukan tindaklanjut. Dia mencontohkan bagaimana Nazaruddin melarikan diri ke Kolumbia yang menggunakan nama Nasruddin, tapi jika pakai e-KTP tidak bisa lagi karena saat dicek pasti datanya error karena di dalam e-KTP ada chip sehingga teroris, koruptor tidak bisa lari lari ke luar negeri kalau punya data di e-KTP. 

Menurutnya, tidak semua negara memiliki akses single identity number makanya, jika ini sukses Indonesia selevel dengan Jerman dan pola ini di atas Malaysia, China dan India. "Ini taruhan makanya harus kita sukseskan. Kemendagri saat ini memang sengaja belum memulangkan e-KTP yang sudah jadi karena masih terfokus pada perekaman,"ujarnya. 

Gamawan juga menjelaskan, e-KTP memiliki empat back up, selain finger (sidik jari), nama, foto, ada juga iris mata, makanya ketika perekaman e-KTP mata kita dibesarkan agar terekam, empat pengaman KTP ini sangat berguna.

Dia juga menjelaskan, saat perekaman dilakukan ternyata ditemukan 70 ribu penduduk di Indonesia yang KTPnya ganda, ada satu orang yang memiliki KTP sampai 10 buah. Makanya, dengan program e-KTP diingatkan untuk tidak mencoba-coba karena pasti akan ketahuan.

Selain itu, keuntungan e-KTP dapat dijadikan modal dasar dalam demokrasi. Ketika pemilu hendak digelar sudah bisa diperoleh data yang benar. Untuk tahun 2014, kita pada April 2013 sudah harus siap memiliki data sehingga tidak lagi ada yang bertengkar terkait data Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Siap Mengundurkan Diri 

Gamawan saat mengawali sambutan menjelaskan, dirinya sudah memiliki janji kepada rakyat Indonesia, jika akhir Desember 2012 tidak tercapai perekaman 172 juta maka dirinya siap mengundurkan diri. 

"Saya sudah menyatakan ke publik bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai Mendagri. Walaupun ada orang yang mengatakan keputusan itu tidak tepat karena yang bekerja tidak sendiri-sendiri tapi banyak. Mengapa yang mengundurkan sendiri saja?. Ada juga yang mengatakan itu terlalu emosional dan ini sombong,"katanya. 

Menurutnya, penegasan ini disampaikan karena sebenarnya e-KTP sudah dimulai sejak 2003 dengan segala disain, model, dan teknik serta ujicoba sampai 2009. "Tahun 2009 sudah dipraktek di 6 kecamatan di Indonesia ternyata sistem itu berjalan dengan baik. Ujicoba tidak terlalu sering-sering kalau berhasil tidak perlu diujicoba lagi, ketika saya dilantik jadi Mendagri ini dibicarakan di Kementerian dan sepakat dilanjutkan untuk dimulai 2010,"ungkapnya. 

Sementara Walikota Medan, Drs Rahudman Harahap, MM mengatakan wajib e-KTP di Kota Medan berdasarkan database 2.170.000, launching e-KTP di Kecamatan Deli. Hingga kini masih melaksanakan perekaman e-KTP di 21 kecamatan, dan jumlah penduduk yang dilayani hingga 8 Maret 2012, sebanyak 979.561 jiwa atau 45,37 persen dengan pemakaian alat rekam 79 set. "Sementara sesuai rapat koordinasi nasional, 19-21 Februari 2012, target kontrak yang berikan ke Kota Medan 1,7 juta dengan demikian e-KTPo sesuai hasil Rakornas 54,56 persen. Saat ini, sisa penduduk wajib e-KTP, tinggal 800.823 jiwa. Makanya untuk mencapai target tersebut diupayakan menambah 93 set. Melalui langkah ini kita berharap dapat menyelesaikan e-KTP secara keseluruhan,"katanya. 

Sementara Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho mengaku mendukung pencapaian target e-KTP di provinsi Sumatera Utara. 

Pada kesempatan itu, Mendagri didampingi walikota Medan dan Plt Gubsu juga melakukan verifikasi data kepada penerima e-KTP dan menyerahkan e-KTP kepada sejumlah perwakilan.

Pantauan Analisa, kedatangan Mendagri ke Kecamatan Medan Helvetia ditunggu ratusan murid SD dan madrasah ibtidaiyah mulai pukul 14.00 WIB. Murid-murid yang memegang replika bendera merah putih tersebut sampai kelelahan karena menunggu hingga 3 jam. Mendagri dan rombongan baru tiba sekira pukul 17.00 WIB. "Mana pak menterinya pak," teriak anak-anak yang mengaku sudah tidak sanggup berdiri. Saat ditanya siapa menteri yang datang, mereka mengatakan Mendagri tapi tidak mengetahui namanya. (maf)

Ket.Gambar:

Analisa/muhammad arifin) Mendagri Gamawan Fauzi didampingi Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho, dan Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM meninjau perekaman e-KTP di Kantor Camat Medan Helvetia Medan, Senin (12/3).

Sumber :HarianAnalisa Tags :Berita Depdagri
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 26 Maret 2012 11:03 )
 
Halaman 34 dari 36 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.