Berita

E-KTP Ditolak, Silahkan Tuntut Bank

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Kabar penolakan penggunaan e-KTP oleh sejumlah bank langsung direspons Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Instansi itu mendukung warga untuk menuntut bank yang melakukan penolakan. Kepala Dinas Dispendukcapil Suharto Wardoyo mengatakan, pihaknya meminta bank memperlakukan e-KTP sama seperti KTP. Sebab, keduanya sama-sama legal. Tidak ada yang legalitasnyalebih atau kurang. Sehingga instansi apa pun wajib melayani para pemegang e-KTP. Menurut Suharto Wardoyo, penolakan bank itu diperkirakan disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, tidak ada tanda tangan pejabat di e-KTP. Yang ada hanya tanda tangan pemilik. Sedangkan di KTP versi lama, ada tanda tangan pejabat. Dijelaskan pejabat yang akrab di sapa Anang tersebut, aturan tentang e-KTP dijabarkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67/2011 tentang penerapan KTP Berbasis NIK secara Nasional. Dalam Pasal 10 B ayat 2 peraturan itu dijelaskan, instansi pemerintahan daerah, dan swasta wajib memberikan pelayanan bagi penduduk dengan dasar KTP elektronik dengan tidak mempertimbangkan tempat penerbitan KTP elektronik. Jika bank tetap menolak, ada proses hukum yang bisa ditempuh. Warga bisa mengajukan tuntutan melalui lembaga perlindungan pelayanan publik, yakni Komisi Pelayanan Publik (KPP). ”Jadi, sudah ada jalurnya,” ungkap dia. Seperti diberitakan, Camat Gayungan Soedibyo mendapatkan keluhan beberapa warganya terkait e-KTP. Ada yang mengaku ditolak saat mengajukan aplikasi ke bank. Pihak bank justru menerima KTP versi lama. Camat Gayungan Soedibyo menuturkan, warga tidak perlu takut lagi jika ada bank yang masih menolake-KTP. Sebab, nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di e-KTP dan KTP itu sama. ”Bank bisa menolak jika NIK-nya tidak sama. Tapi, kalau tidak ada masalah pada NIK, tidak ada alasan bagi bank untuk menolak e-KTP,” tegasnya. Soedibyo kembali mengungkapkan kekesalannya terhadap penolakan bank tersebut. Hanya, dia berusaha berpikir positif, Dia akan melakukan kroscek terhadap permasalahan itu. Salah satunya melakukan klarifikasi ulang terhadap warga yang e-KTP –nya ditolak. Soedibyo juga berjanji melakukan sosialisasi ke sejumlah warga. Pihak kecamatan akan kembali menerangkan dasar hukum e-KTP. Dengan demikian, ketika ada e-KTP warga yang ditolak bank, mereka bisa melakukan pembelaan.(idr/lum/c9/fid)

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 09 Juli 2012 15:29 )
 

Warga Semampir Kerubuti Mobil Keliling e-KTP

Surel Cetak PDF
alt

SURYA Online, SURABAYA - Warga Kecamatan Semampir, Surabaya Timur, yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP) atau hendak mengurus akta kelahiran, tidak perlu repot-repot mendatangi kantor kecamatan.

Pasalnya, Senin (18/6) hari ini, mobil keliling yang disediakan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, siap melayani warga Semampir dalam melakukan perekaman data e-KTP dan juga pengurusan akta kelahiran.

"Silahkan bagi warga Semampir untuk memaksimalkan mobil layanan keliling ini," tegas Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Senin (18/6/2012).

Pantauan Surya, layanan mobil keliling yang difungsikan Dispendukcapil sejak pukul 09.00 wib hingga pukul ,15.00 wib sore nanti cukup diminati warga. "Hingga saat ini, sudah ada 16 warga yang mengurus baik e-KTP maupun akta kelahiran," sambung Suharto.

Mobil keliling layanan e-KTP dan akta kelahiran ini akan berkeliling ke tiap kecamatan. Nah, setelah Kecamatan Semampir, mobil layanan keliling ini pekan depan akan singgah di Pabean Cantikan (25/6). Lalu, selama Juli, giliran Kecamatan Kenjeran (2/7), Asem Rowo (9/7) dan juga Bubutan (16/7)

Sumber : Surya Online

 

Warga Respon Bagus Mobil Keliling e-KTP

Surel Cetak PDF
alt

SURYA Online, SURABAYA - Upaya jemput bola yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya guna menyasar warga yang belum mengurus e-KTP dengan menyediakan mobil layanan keliling pengurusan e-KTP dan akta kelahiran, direspon bagus oleh warga."Animo warga untuk memaksimalkan layanan mobil keliling ini cukup tinggi. Buktinya, hingga siang ini sudah ada 50-an warga yang mengurus e-KTP maupun akta lahir," tegas Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo, menjawab Surya, Senin (11/6/2012) siang.Program mobil layanan e-KTP dan akta keliling ini difungsikan setiap hari Senin dari pukul 09.00-15.00 WIB. Nah, sesuai jadwal, Senin (11/6/2012) ini Kecamatan Simokerto mendapat jadwal pertama. "Silahkan warga Surabaya untuk memaksimalkan layanan mobil keliling ini," sambung Suharto.Setelah Kecamatan Simokerto, mobil layanan keliling ini pekan depan akan singgah di Semampir pada 18 Juni. Lalu Pabean Cantikan pada 25 Juni. Selama Juli, giliran Kecamatan Kenjeran (2/7), Asem Rowo (9/7), Bubutan (16/7).

Sumber : Surya Online

 

E-KTP Surabaya Paling Banyak Dicetak

Surel Cetak PDF
alt

SURYA Online, SURABAYA - Meski pengambilan data Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) untuk wajib KTP di Surabaya belum selesai, ternyata kartu e-KTP untuk Surabaya yang sudah dicetak dan dibagikan jauh lebih banyak, dibandingkan 11 daerah lain yang sudah merampungkan pengambilan data.Data di Dinas tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim menyebutkan, dari 1.876.395 wajib KTP di Surabaya, yang sudah melakukan pengambilan data 1.523.106 atau 95,17 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 505.206 kartu e-KTP sudah dicetak.Kepala Disnakertransduk Jatim Hary Soegiri kepada Surya, mengatakan setelah Surabaya, Sidoarjo menjadi daerah kedua di Jatim yang e-KTP-nya paling banyak dicetak yakni 482 ribu dari 1.153.884 orang yang sudah diambil datanya. Berikutnya disusul Kota Pasuruan 81.005, Kota Mojokerto 69.861, Kota Blitar 68.010, Ngawi 2.000, Sampang 1.500, Pamekasan 1.200, Kota Malang 500, Kota Kediri 300, dan Kota Madiun 201.Total kartu untuk Jatim yang sudah dicetak sebanyak 1.211.783. ”Dari 12 kabupaten/kota pengambilan data e-KTP tahap pertama, hanya Kota Batu yang kartunya belum dicetak dan didistribusikan,” jelas Hary.Menurut Hary, pendistribusikan kartu e-KTP kepada wajib KTP sudah dimulai 4 Juni lalu. Pihaknya berharap, warga yang kartunya sudah jadi, segera mengambilnya di kantor kecamatan. Karena dengan kecanggihan yang dimiliki, e-KTP tidak hanya menjadi identitas resmi domisili penduduk saja. Warga yang memegangnya juga dapat menjadikan kartu tersebut sebagai bukti diri penduduk, untuk pengurusan kepentingan pelayanan publik, baik di instansi pemerintah, pemerintah daerah, maupun lembaga perbankan dan swasta yang berkaitan dengan dan tidak terbatas pada perijinan, usaha, perdagangan, jasa perbankan, asuransi, perpajakan, dan pertanahan.”Multifungsinya kegunaan e-KTP tersebut sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 Tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional pasal 10B,” tegas Hary.

Sumber :SURYA Online



 

Dispenduk Capil Terima 500 Ribu e-KTP

Surel Cetak PDF
alt

KURANG sosialisasi. Itulah yang melatarbelakangi animo warga yang ingin mendapatkan KTP baru. Padahal, caranya cukup mudah. Warga cukup mendatangi kantor kecamatan setempat. Sebelumnya, pihak kecamatan melayangkan surat undangan. Warga nanti datang dengan membawa undangan tersebut saat pengambilan foto e-KTP itu. “Warga juga wajib membawa KTP lama, sebab KTP lama akan ditarik dan diganti dengan e-KTP itu,” terang Kepala Dispenduk Capil Suharto Wardoyo, kemarin (5/6). Secara teknis, Suharto menjelaskan, surat undangan tersebut akan diberikan ke kelurahan, diteruskan ke RW, kemudian RT,lalu disampaikan ke warga yang bersangkutan. Untuk mengambil e-KTP, warga tersebut harus datang sendiri karena pengambilan e-KTP masih membutuhkan beberapa proses pembuktian dulu.Pembuktian ini adalah tes sidik jari pada dua jari telunjuk (kanan dan kiri), dilaksanakan pada alat yang bernama smart card reader. Masing-masing kecamatanmemiliki dua alatini. “Kalau sidik jarinya sudahcocok, e-KTP nya langsungdiberikan. Prosesnya tidaklama. Mungkin sekitarsatu menit,” papar Suharto.Bagaimana jika KTPaslinya hilang? Jika KTPhilang, maka proses pengambilane-KTP harusmendapatkan suratketerangan kehilangan.Suhartomengatakan,sesuaiPerda 5 tahun2001,ketentuannyaharusada surat keterangankehilangandari kepolisian.Berapa e-KTP yang diberikan per kecamatan perhari? Menurut Suharto,jumlahnya bervariasi. Tetapi,rata-rata, kecamatan per hari membagikan 200 e-KTP. “Jumlah ini tergantung dari berapa banyak jumlah warga dalam satu kecamatan,” jawab dia. Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini menerangkan, hingga saat ini, Dispenduk Capil telah menerima 500 ribu e-KTP.Jumlah itu merata untuk seluruh kecamatan. Ia mencontohkan Kecamatan Wonokromo. Di kecamatan ini, e-KTP yang sudah diberikan adalah 28 ribu dari jumlah warga yang sudah melaksanakan proses e-KTP sebanyak 100 ribu. Sedangkan, jumlah penduduknya sendiri 170 ribu. Pada hari pertama pengambilan e-KTP, masih terlihat sepi. Tidak terlihat antrean panjang seperti saat perekaman data e-KTP lalu. Misalnya, Kecamatan Wonokromo. Borey Finsher, salah satu pegawai Kecamatan Wonokromo, mengungkapkan, proses ini dibagi dalam dua shift. Pukul 08-00- 12.00, hanya dibagikan100, kemudian 100 e-KTP lagi dibagikan setelah jam istirahat.Pelaksanaan pengambilan e-KTP memang relatif singkat. Warga akan menjalani pencocokan jari dengan meletakkan jari telunjuk. Setelah dinyatakancocok, e-KTP sudah

Sumber : Radar Surabaya

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 06 Juni 2012 15:28 )
 
Halaman 32 dari 37 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.