Berita

Dispendukcapil Surabaya Masih Buka Perekaman KTP-EL

Surel Cetak PDF

 alt

Surabaya (infosurabaya.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Jawa Timur, masih melayani warga yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dengan cara membuka blokir terlebih dahulu setelah batas akhir percepatan perekaman KTP elektronik berakhir pada 31 Maret lalu.

“Warga yang belum perekaman sampai 31 Maret, kami blokir. Kalau mengajukan lagi ya harus datang ke kantor Dispendukcapil Surabaya untuk buka blokir,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Agus Sonhaji.

Menurut dia, pada hari terakhir perekaman, tercatat ada sekitar 21 ribu warga wajib KTP yang melakukan perekaman KTP elektronik. Sedangkan untk warga Surabaya yang belum melakukan perekaman, Agus mengaku belum mengetahui data secara pasti. Informasinya masih tersisa 70 ribu orang yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

Rencananya, program percepatan KTP elektronik ini akan dilanjutkan dengan sistem jemput bola ke berbagai tempat, seperi kelurahan, sekolah, dan rumah-rumah warga.  Program percepatan perekaman KTP elektronik ini dinilai mengalami kemajuan yang signifikan karena setiap hari ada 500-700 orang yang datang ke Gedung Pusat Pelayanan Siola untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

Selain mempercepat perekaman, Dispendukcapil juga mempermudah para lansia yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Tidak hanya lansia, para penyandang disabilitas juga akan didatangi petugas ke rumah masing-masing.

“Untuk lainnya kita masih nunggu instruksi lainnya dari pemerintah pusat,” katanya.rwt/wbw

 

Sumber :

https://infosurabaya.id/2019/04/05/dispendukcapil-surabaya-masih-buka-perekaman-ektp/

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 13 April 2019 01:07 )
 

Layanan Percepatan Perekaman e-KTP Disependukcapil Tidak Lagi Sampai Tengah Malam

Surel Cetak PDF

alt

Layanan percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya dari pukul 07.30 sampai 24.00 WIB di Siola berakhir Minggu, 31 Maret 2019.

Mulai Senin (1/4/2019) layanan perekaman e-KTP kembali seperti semula yaitu mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.

Sebelumnya perekaman e-KTP dikebut bagi warga yang belum memiliki e-KTP, program percepatan dilakukan sejak 14 Maret 2019 lalu, atas permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh daerah di Indonesia, termasuk Surabaya.

Maria Agustin, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Surabaya menjelaskan tercatat sampai Minggu, 31 Maret 2019 pukul 14.34 warga yang datang melakukan perekaman sebanyak 20 ribuan, dari data sistem nasional 98 ribu.

Maria menjelaskan, data tersebut bukan data utuh karena banyak warga Surabaya yang melakukan pindah keluar dan meninggal dunia tanpa melaporkan ke Dispendukcapil.

"Hampir 20 ribu perekam e-KTP, kami juga jemput bola setiap hari di setiap kecamatan. Batas percepatannya memang hari ini tapi besok masih ada jemput bola di sekolah-sekolah, SMK yang memohon ada Wachin Hasyim, dr Soetomo, dan Tri tunggal," katanya, Minggu (31/3/2019).

Layanan jemput bola Dispendukcapil ke kelurahan-kelurahan juga terus berjalan. Ada 8 tim yg bergerak menyisir 154 kelurahan di Surabaya.

"Masih 30an kelurahan yang belum, Minggu pertama ditargetkan selesai," pungkasnya.

 

Sumber

http://surabaya.tribunnews.com/2019/03/31/layanan-percepatan-perekaman-e-ktp-disependukcapil-tidak-lagi-sampai-tengah-malam

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 02 April 2019 04:45 )
 

Perekaman E-KTP di Surabaya Capai 21 Ribu Orang

Surel Cetak PDF

alt

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) Kota Surabaya telah melakukan perekaman KTP-EL sebanyak 21 ribu orang. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), per tanggal 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman KTP-EL mencapai 98 ribu orang.

"Hingga kini, kami telah menyelesaikan perekaman KTP-EL sebanyak 21 ribu orang," kata Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji kepada jatimnow.com, Minggu (31/3/2019).

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya tersebut meneruskan untuk data kekurangan, dirinya belum bisa menyebutkan. Karena hingga kini, camat dan lurah masih mendata. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis, dan bisa berubah-ubah setiap saat.

"Masih diverifikasi oleh lurah dan camat. Orangnya ada atau tidak. Mungkin pindah atau bahkan sudah meninggal," ujarnya.

Selama 18 hari program percepatan pelayanan perekaman KTP-EL bagi warga Surabaya dilakukan mulai 14 hingga 31 Maret 2019. Warga Surabaya bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam KTP-EL di Kantor Siola mulai pukul 07.30 hingga 24.00 Wib.

Agar program percepatan KTP-EL di Surabaya segera tuntas, Dispendukcapil juga mempunyai program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia maupun disabilitas dan belum melakukan perekaman KTP-EL, akan didatangi oleh petugas ke rumah.

Berdasarkan surat Kemendagri, batas untuk melakukan perekaman KTP-EL bagi setiap kabupaten/kota di Indonesia adalah 20 Maret 2019. 

"Kini kami melayani seperti biasa setelah program percepatan selesai dilaksanakan. Warga bisa melakukan perekaman Senin hingga Sabtu," ujarnya.

Untuk jumlah kebutuhan blangko KTP-EL, Agus memastikan jika saat ini supply kebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko KTP-EL akan disupply oleh pusat.

"Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu. Dan ke depan kami akan minta lebih," katanya.

Sumber :

https://jatimnow.com/baca-14174-perekaman-ektp-di-surabaya-capai-21-ribu-orang


 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 02 April 2019 01:45 )
 

98 Ribu Warga Surabaya Belum Punya e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

Surabaya - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terus mengebut percepatan perekaman e-KTP. Sebab, saat ini tercatat masih ada sekitar 98 ribu warga Surabaya yang masih belum melakukan perekaman. Sedangkan target yang harus terpenuhi sampai tanggal 27 Maret 2019.

"Jadi itu yang ditargetkan kementerian seperti tanggal 20 Maret tetapi kita merasa itu waktunya mepet kemudian kita dorong tanggal 27 Maret sudah selesai," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Sedangkan untuk persediaan blanko, lanjut Agus, saat ini pihaknya telah distok penuh dari Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, kekhawatiran mengenai kehabisan blanko bisa diatasi sepenuhnya. "Insyaallah akan diberikan penuh dari teman-teman Kemendagri bahwa nanti blanko yang dibutuhkan akan mencukupi," terang Agus.

Bagaimana jika target tak terpenuhi? Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan segala daya. Sehingga jika ada yang memang belum perekaman dan belum mendapat e-KTP, itu merupakan konsekuensi pada masing-masing individu.

"Saya rasa itu situasinya melekat di orangnya. Karena sebetulnya itu hak bagi warga kalau dia dikasih kesempatan untuk mengurus dibantu sampai tengah malam sampai sekian hari tapi nggak ngurus juga ya itu konsekuensi dirinya sendiri," imbuhnya.

Dikatakan Agus, meskipun sedang mengejar target sampai tanggal 27 Maret, pihaknya mengaku tidak akan menambah jumlah petugas perekaman. Karena menurutnya tidak semua orang mampu mengoperasikan alat perekaman. Untuk itu ia hanya mengatur saja jadwal shift tugas.

"Nggak mudah menambah petugas. Karena memang tidak semua orang bisa mengoperasikan alat. Ada fingernya yang untuk merekam dan saya sendiri belum tentu bisa," ujar Agus.

"Sudah kita perkirakan dengan jumlah (petugas) yang ada itu nanti cukup. Karena jamnya juga sudah dibagi sampai jam 12 malam dan kita bikin antrean shift online supaya orang habis ngambil jadi tahu jam berapa akan terpanggil," tandasnya.
(iwd/iwd)

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4466224/98-ribu-warga-surabaya-belum-punya-e-ktp

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 27 Maret 2019 05:08 )
 

Bimtek e-LAMPID operator Kecamatan dan Kelurahan

Surel Cetak PDF

alt

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya melakukan Bimtek e-LAMPID untuk tingkat operator yang ada di Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Surabaya. Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Broadband Learning Center (BLC).

Melalui Bimtek e-LAMPID ini diharapkan agar para operator Kelurahan dan Kecamatan memanfaatkan pelatihan ini sehingga bisa memaksimalkan fungsi website sebagai sarana mempermudah pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 27 Maret 2019 05:06 )
 
Halaman 3 dari 37 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.