Pemkot Minta Bank Tolak KTP Ganda

Kamis, 03 April 2014 09:03 Dispendukcapil
Cetak

alt

SURYA Online, SURABAYA - Pemkot Surabaya meminta perbankan menolak penggunaan KTP ganda, sebagai upaya menertibkan administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan ada berbagai potensi kejahatan yang dilakukan jika KTP ganda ini diterima bank. Salah satunya, bisa dijadikan untuk tindakan pencucian uang seperti uang hasil kejahatan, dan kalau untuk pengajuan kredit bisa dijadikan alat penipuan karena peminta kredit bisa kabur kalau ada persoalan karena menganggap masih ada identitas yang lainnya. "Jika hal itu terjadi, tentu bank yang mengalami kerugian setelah menerika KTP ganda," kata Suharto Wardoyo, Minggu (23/3/2014).

Sekarang ini, menurut Suharto, untuk mengecek KTP palsu atau KTP ganda pihak perbankkan bisa mengirimkan surat ke dispendukcapil. Atau perbankkan bisa menggunakan  pesan singkat yang sudah disosalisasikan selama ini untuk pengecekan KTP.

Dispendukcapi Kota Surabaya, dikatakan Suharto Wardoyo, akan terus melakukan sosialisasi kebijakan pengecekan KTP. Dan Dispendukcapil akan menggelar pertemuan dengan semua bank di Surabaya, 31 kecamatan, Polrestabes Surabaya, dan 31 Polsek se-Surabaya. "Kami akan pertemukan pihak bank dengan kepolisian. Dengan demikian, biar bisa dibahas tindakan seperti apa yang diambil terhadap pemilik KTP ganda. Karena memiliki KTP ganda itu melanggar undang-undang," tandas Suharto Wardoyo.

Hingga sekarang ini, papar Suharto Wardoyo, telah diketahui dan diduga ada sekitar 400 ribu pemilik KTP ganda di Surabaya. Namun belum bisa diketahui maksud dan tujuan dari pemilik KTP ganda selain dugaan kesengajaan untuk melakukan kecurangan administrasi. "Dan Kemendagri dewasa ini sedang berupaya membersihkan KTP ganda tersebut. Karena jika tidak dibersihkan bisa mengacaukan administrasi kependudukan," ujar Suharto Wardoyo.