Berita

98 Ribu Warga Surabaya Belum Punya e-KTP

Surel Cetak PDF

Surabaya - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terus mengebut percepatan perekaman e-KTP. Sebab, saat ini tercatat masih ada sekitar 98 ribu warga Surabaya yang masih belum melakukan perekaman. Sedangkan target yang harus terpenuhi sampai tanggal 27 Maret 2019.

"Jadi itu yang ditargetkan kementerian seperti tanggal 20 Maret tetapi kita merasa itu waktunya mepet kemudian kita dorong tanggal 27 Maret sudah selesai," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Sedangkan untuk persediaan blanko, lanjut Agus, saat ini pihaknya telah distok penuh dari Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, kekhawatiran mengenai kehabisan blanko bisa diatasi sepenuhnya. "Insyaallah akan diberikan penuh dari teman-teman Kemendagri bahwa nanti blanko yang dibutuhkan akan mencukupi," terang Agus.

Bagaimana jika target tak terpenuhi? Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan segala daya. Sehingga jika ada yang memang belum perekaman dan belum mendapat e-KTP, itu merupakan konsekuensi pada masing-masing individu.

"Saya rasa itu situasinya melekat di orangnya. Karena sebetulnya itu hak bagi warga kalau dia dikasih kesempatan untuk mengurus dibantu sampai tengah malam sampai sekian hari tapi nggak ngurus juga ya itu konsekuensi dirinya sendiri," imbuhnya.

Dikatakan Agus, meskipun sedang mengejar target sampai tanggal 27 Maret, pihaknya mengaku tidak akan menambah jumlah petugas perekaman. Karena menurutnya tidak semua orang mampu mengoperasikan alat perekaman. Untuk itu ia hanya mengatur saja jadwal shift tugas.

"Nggak mudah menambah petugas. Karena memang tidak semua orang bisa mengoperasikan alat. Ada fingernya yang untuk merekam dan saya sendiri belum tentu bisa," ujar Agus.

"Sudah kita perkirakan dengan jumlah (petugas) yang ada itu nanti cukup. Karena jamnya juga sudah dibagi sampai jam 12 malam dan kita bikin antrean shift online supaya orang habis ngambil jadi tahu jam berapa akan terpanggil," tandasnya.
(iwd/iwd)

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4466224/98-ribu-warga-surabaya-belum-punya-e-ktp

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 23 Maret 2019 11:52 )
 

Bimtek e-LAMPID operator Kecamatan dan Kelurahan

Surel Cetak PDF

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya melakukan Bimtek e-LAMPID untuk tingkat operator yang ada di Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Surabaya. Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Broadband Learning Center  (BLC).

Melalui Bimtek e-LAMPID ini diharapkan agar para operator Kelurahan dan Kecamatan memanfaatkan pelatihan ini sehingga bisa memaksimalkan fungsi website sebagai sarana mempermudah pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 23 Maret 2019 11:34 )
 

Kebut Perekaman e-KTP, Pelayanan Tak Libur Buka Hingga Pukul 24.00

Surel Cetak PDF

SURABAYA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) mengoptimalkan percepatan pelayanan perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e KTP) bagi warga Surabaya. Mulai 14 hingga 31 Maret 2019, warga Surabaya bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam e-KTP di Kantor Siola mulai pukul 07.30 WIB hingga 24.00 WIB.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), diketahui masih ada warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Oleh karena itu, melalui program tersebut, ia berharap masyarakat yang belum melakukan perekaman bisa dapat segera mengurus.

“Kita mempersilahkan seluruh warga kota yang belum melakukan perekaman untuk datang merekamkan dirinya ke Siola,” kata Agus Imam Sonhaji.

Layanan percepatan rekam e-KTP tersebut, lanjut dia, nantinya akan bertempat di sisi barat depan Museum, Siola, Surabaya). Bahkan dalam percepatan ini, Dispendukcapil akan membuka layanan tersebut meski dihari libur. “Termasuk hari Sabtu dan Minggu kita tetap buka, jadi tidak ada libur,” tegasnya.

Agar program percepatan e-KTP di Surabaya segera tuntas, pihaknya juga mempunyai program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia maupun disabilitas dan belum melakukan perekaman e-KTP, akan didatangi oleh petugas ke rumahnya.

“Kami juga membuat program Jemput Bola (Jebol,Red), kami turun ke wilayah yang akan didata oleh Lurah. Untuk lansia dan disabilitas nanti kami akan mobile bergerak turun mulai tanggal 14 - 31 Maret 2019,” imbuhnya.

Berdasarkan data SIAK, per tanggal 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP mencapai 98 ribu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis dan bisa berubah-ubah setiap saat. “Karena data itu bergerak tiap hari, ada yang datang dan pindah,” jelasnya.

Sementara untuk jumlah kebutuhan blangko e-KTP, Agus memastikan jika saat ini kebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko e-KTP akan disupply oleh pusat. “Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu,” terangnya.

Ia menambahkan agar proses perekaman e-KTP di Surabaya bisa segera rampung, pihaknya telah menyiapkan 12 hingga 14 alat rekam yang akan stay di Gedung Siola. Sementara untuk sisanya, enam hingga tujuh alat, akan dioptimalkan untuk mobile.

Ia mengaku dalam tiap hari, warga yang melakukan perekaman E-KTP sekitar 300 – 400 orang. Namun jika program ini berjalan, diharapkan bisa sepuluh kali lipatnya. (gin/rud)

 

 

Sumber :

https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2019/03/14/125008/kebut-perekaman-e-ktp-pelayanan-tak-libur-buka-hingga-pukul-2400

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 21 Maret 2019 06:21 )
 

Perekaman e-KTP Dispendukcapil Surabaya Sepi

Surel Cetak PDF

SURABAYAPAGI.com - Dispendukcapil Surabaya membuka percepatan perekaman e-KTP sejak 14 Maret hingga 31 Maret 2019, mulai pukul 07.30 hingga 24.00 WIB. Namun layanan ini belum dimanfaatkan masyarakat Kota Surabaya secara maksimal. Terhitung sudah lima hari berjalan, namun antrean tidak terlalu panjang dan hanya meningkat hanya dua kali lipat dari biasanya.

Maria Agustin, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Surabaya menjelaskan peningkatan hanya dua kali lipat dari hari biasa, hingga 680 orang. "Pelan-pelan naiknya, kemarin Sabtu sampai ramai sekali. Ramai siang dan malam habis sholat isya biasanya. Minggu kita malah sepi sekali, mungkin orang gak tahu kalau kita tetap buka meski hari Minggu," jelas Maria, Selasa (19/3) kemarin.

Seperti yang diberitahukan sebelumnya, masyarakat Surabaya yang belum melakukan rekam e KTP menurut sistem nasional mencapai 98 ribu orang. Jumlah ini menurut Maria masih mentah, dan diperkirakan hanya sebagian (50 persen) saja yang masih berada di Surabaya. Sementara sisanya adalah penduduk yang pindah namun tidak lapor dan meninggal tapi tidak mengurus akta kematian.

Maria melanjutkan sebagian masyarakat yang datang ada juga yang tidak tahu, pelayanan percepatan rekaman hingga pukul 24.00 hanya untuk perekaman saja. Bukan termasuk pengurusan e-KTP hilang, rusak, atau perubahan data. "Kalau hilang, rusak, atau perubahan data sudah bisa dilayani di kecamatan bisa langsung. Tidak perlu di kantor Dispendukcapil," jelasnya kepada wartawan.

 

Sumber:

http://www.surabayapagi.com/read/185766/2019/03/20/perekaman-ektp-dispendukcapil-surabaya-sepi.html

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 21 Maret 2019 06:18 )
 

Perekaman e-KTP di Siola Surabaya Dilayani Sampai Tengah Malam

Surel Cetak PDF

SURABAYA - Dispendukcapil Kota Surabaya membuka percepatan perekaman e-KTP sejak 14 Maret sampai 31 Maret 2019, mulai pukul 07.30 hingga 24.00 WIB.

Namun layanan spesial ini belum dimanfaatkan masyarakat Kota Surabaya secara maksimal. Terhitung sudah lima hari berjalan, namun antrean tidak terlalu panjang dan hanya meningkat hanya dua kali lipat dari biasanya.

Maria Agustin, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Surabaya menjelaskan, peningkatan hanya dua kali lipat hari biasa, hingga 680 orang.

"Pelan-pelan naiknya, kemarin Sabtu sampai ramai sekali. Ramai siang dan malam habis sholat isya biasanya. Minggu kita malah sepi sekali, mungkin orang gak tahu kalau kita tetap buka meski hari Minggu," jelas Maria, Selasa (19/3/2019).

Seperti yang diberitahukan sebelumnya, masyarakat Surabaya yang belum melakukan rekam e-KTP menurut sistem nasional mencapai 98 ribu orang.

Jumlah ini menurut Maria masih mentah dan diperkirakan hanya sebagian (50 persen) saja yang masih berada di Surabaya. Sementara sisanya adalah penduduk yang pindah namun tidak lapor dan meninggal tapi tidak mengurus akta kematian.

Maria melanjutkan, sebagian masyarakat yang datang ada juga yang tidak tahu, pelayanan percepatan rekaman hingga pukul 24.00 hanya untuk perekaman saja. Bukan termasuk pengurusan e-KTP hilang, rusak, atau perubahan data.

"Kalau hilang, rusak, atau perubahan data sudah bisa dilayani di kecamatan bisa langsung. Tidak perlu di kantor Dispendukcapil," jelasnya.

Petugas Dispendukcapil siap 3 sift pada program percepatan perekaman e-KTP. Setiap sift ada 48 petugas yang berjaga.

Ernawati (21) salah satu pengurus e-KTP mengatakan tak butuh waktu lama untuk melakukan perekaman. 30 menit langsung selesai perekaman karena antrean tak panjang.

"Saya baru tahu kalau buka sampai pukul 24.00, ini tadi libur kerja jadi bisa mengurus. Besok berarti bisa ambil langsung hasilnya e-KTP sepulang kerja malam hari," katanya.

 

Sumber:

http://surabaya.tribunnews.com/2019/03/19/perekaman-e-ktp-dispendukcapil-di-siola-surabaya-dilayani-sampai-tengah-malam.

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 23 Maret 2019 11:36 )
 
Halaman 1 dari 34 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.