Berita

Dispendukcapil Kota Surabaya Terapkan Terobosan Baru untuk Pencatatan Perkawinan

Surel Cetak PDF

alt

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

UUD 1945 mengamanatkan kepada negara untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara demi kesejahteraannya sehingga efektivitas suatu sistem pemerintahan sangat ditentukan oleh baik buruknya penyelenggaraan pelayanan publik

Salah satu bentuk pelayanan adminstrasi yang diberikan oleh negara adalah pelayanan administrasi di bidang kependudukan, yang meliputi peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.

Penjelasan UU RI No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah diubah dengan UU nomor 24/2013, menyatakan bahwa pada hakikatnya negara berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk yang berada di dalam dan atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlindungan dan pengakuan tersebut akan berjalan efektif apabila instansi pelaksana yang berwenang mampu melaksanakan peranannya dengan baik dan profesional.

Sebagai suatu instansi pemerintah, legitimasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) diperoleh dari UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah diubah dengan UU Nomor 24/2013, selanjutnya disebut sebagai UU Adminduk yang secara jelas disebutkan bahwa Instansi Pelaksana adalah perangkat pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi kependudukan.

Salah satu bentuk administrasi kependudukan adalah pencatatan peristiwa penting.

Sebagaimana disebutkan dalam UU Adminduk, Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, perubahan status kewarganegaraan, dan kematian.

Perkawinan sebagai salah satu peristiwa penting harus mendapatkan pengakuan status hukum oleh negara.

Pengakuan status hukum merupakan bagian dari pelayanan publik yang diberikan oleh negara kepada penduduknya.

Untuk mendapatkan pengakuan hukum maka perkawinan perlu dicatatkan terlebih dahulu.

Pencatatan perkawinan oleh Dispendukcapil perlu dilakukan demi terciptanya tertib administrasi kependudukan dan berbagai manfaat lainnya bagi orang yang bersangkutan.

Untuk itu maka masyarakat baik WNI maupun WNA sebaiknya mencatatkan perkawinan mereka.

Kenyataannya, masih ada masyarakat yang belum melakukan pencatatan perkawinan dikarenakan kurangnya pemahaman warga mengenai pentingnya pencatatan perkawinan.

Pencatatan perkawinan yang dilakukan oleh Dispendukcapil diperuntukkan bagi warga negara yang beragama non-Islam dan warga negara asing.

Sejak berlakunya UU RI No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah yang selanjutnya diubah dengan UU RI No 9/2015, diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang luas terhadap peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah memungkinkan terjadinya penyelenggaraan pelayanan dengan jalur birokrasi yang lebih ringkas dan membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam pemberian dan peningkatan kualitas pelayanan.

Dengan dasar itulah, Dispendukcapil Surabaya menerapkan suatu terobosan baru, yakni dalam melakukan pencatatan perkawinan (khusus nonmuslim), kedua mempelai tidak perlu lagi mendatangi kantor Dispendukcapil.

Hal ini dikarenakan semua mekanisme pengurusan syarat administrasi pencatatan perkawinan, akan dilakukan oleh petugas administrasi rumah ibadah tempat mempelai melaksanakan pemberkatan pernikahan secara agama.

Petugas administrasi itulah yang akan membantu semua prosesnya, setelah calon mempelai melengkapi semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Keseluruhan prosesnya sampai dengan akta perkawinan mempelai jadi dan siap untuk diberikan.

Hal ini diharapkan membuat masyarakat semakin dipermudah dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan, dalam hal ini adalah akta perkawinan.

Terobosan ini memang masih relatif baru dilakukan, mengingat saat ini baru beberapa tempat peribadatan (nonmuslim) saja yang sudah bekerja sama dengan Dispendukcapil Surabaya.

 

Sumber:

http://surabaya.tribunnews.com/2019/04/22/dispendukcapil-kota-surabaya-terapkan-terobosan-baru-untuk-pencatatan-perkawinan?page=all

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 22 May 2019 04:31 )
 

Dispendukcapil Surabaya Masih Buka Perekaman KTP-EL

Surel Cetak PDF

 alt

Surabaya (infosurabaya.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Jawa Timur, masih melayani warga yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dengan cara membuka blokir terlebih dahulu setelah batas akhir percepatan perekaman KTP elektronik berakhir pada 31 Maret lalu.

“Warga yang belum perekaman sampai 31 Maret, kami blokir. Kalau mengajukan lagi ya harus datang ke kantor Dispendukcapil Surabaya untuk buka blokir,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Agus Sonhaji.

Menurut dia, pada hari terakhir perekaman, tercatat ada sekitar 21 ribu warga wajib KTP yang melakukan perekaman KTP elektronik. Sedangkan untk warga Surabaya yang belum melakukan perekaman, Agus mengaku belum mengetahui data secara pasti. Informasinya masih tersisa 70 ribu orang yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

Rencananya, program percepatan KTP elektronik ini akan dilanjutkan dengan sistem jemput bola ke berbagai tempat, seperi kelurahan, sekolah, dan rumah-rumah warga.  Program percepatan perekaman KTP elektronik ini dinilai mengalami kemajuan yang signifikan karena setiap hari ada 500-700 orang yang datang ke Gedung Pusat Pelayanan Siola untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

Selain mempercepat perekaman, Dispendukcapil juga mempermudah para lansia yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Tidak hanya lansia, para penyandang disabilitas juga akan didatangi petugas ke rumah masing-masing.

“Untuk lainnya kita masih nunggu instruksi lainnya dari pemerintah pusat,” katanya.rwt/wbw

 

Sumber :

https://infosurabaya.id/2019/04/05/dispendukcapil-surabaya-masih-buka-perekaman-ektp/

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 13 April 2019 01:07 )
 

Layanan Percepatan Perekaman e-KTP Disependukcapil Tidak Lagi Sampai Tengah Malam

Surel Cetak PDF

alt

Layanan percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya dari pukul 07.30 sampai 24.00 WIB di Siola berakhir Minggu, 31 Maret 2019.

Mulai Senin (1/4/2019) layanan perekaman e-KTP kembali seperti semula yaitu mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.

Sebelumnya perekaman e-KTP dikebut bagi warga yang belum memiliki e-KTP, program percepatan dilakukan sejak 14 Maret 2019 lalu, atas permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh daerah di Indonesia, termasuk Surabaya.

Maria Agustin, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Surabaya menjelaskan tercatat sampai Minggu, 31 Maret 2019 pukul 14.34 warga yang datang melakukan perekaman sebanyak 20 ribuan, dari data sistem nasional 98 ribu.

Maria menjelaskan, data tersebut bukan data utuh karena banyak warga Surabaya yang melakukan pindah keluar dan meninggal dunia tanpa melaporkan ke Dispendukcapil.

"Hampir 20 ribu perekam e-KTP, kami juga jemput bola setiap hari di setiap kecamatan. Batas percepatannya memang hari ini tapi besok masih ada jemput bola di sekolah-sekolah, SMK yang memohon ada Wachin Hasyim, dr Soetomo, dan Tri tunggal," katanya, Minggu (31/3/2019).

Layanan jemput bola Dispendukcapil ke kelurahan-kelurahan juga terus berjalan. Ada 8 tim yg bergerak menyisir 154 kelurahan di Surabaya.

"Masih 30an kelurahan yang belum, Minggu pertama ditargetkan selesai," pungkasnya.

 

Sumber

http://surabaya.tribunnews.com/2019/03/31/layanan-percepatan-perekaman-e-ktp-disependukcapil-tidak-lagi-sampai-tengah-malam

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 02 April 2019 04:45 )
 

Perekaman E-KTP di Surabaya Capai 21 Ribu Orang

Surel Cetak PDF

alt

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) Kota Surabaya telah melakukan perekaman KTP-EL sebanyak 21 ribu orang. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), per tanggal 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman KTP-EL mencapai 98 ribu orang.

"Hingga kini, kami telah menyelesaikan perekaman KTP-EL sebanyak 21 ribu orang," kata Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji kepada jatimnow.com, Minggu (31/3/2019).

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya tersebut meneruskan untuk data kekurangan, dirinya belum bisa menyebutkan. Karena hingga kini, camat dan lurah masih mendata. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis, dan bisa berubah-ubah setiap saat.

"Masih diverifikasi oleh lurah dan camat. Orangnya ada atau tidak. Mungkin pindah atau bahkan sudah meninggal," ujarnya.

Selama 18 hari program percepatan pelayanan perekaman KTP-EL bagi warga Surabaya dilakukan mulai 14 hingga 31 Maret 2019. Warga Surabaya bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam KTP-EL di Kantor Siola mulai pukul 07.30 hingga 24.00 Wib.

Agar program percepatan KTP-EL di Surabaya segera tuntas, Dispendukcapil juga mempunyai program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia maupun disabilitas dan belum melakukan perekaman KTP-EL, akan didatangi oleh petugas ke rumah.

Berdasarkan surat Kemendagri, batas untuk melakukan perekaman KTP-EL bagi setiap kabupaten/kota di Indonesia adalah 20 Maret 2019. 

"Kini kami melayani seperti biasa setelah program percepatan selesai dilaksanakan. Warga bisa melakukan perekaman Senin hingga Sabtu," ujarnya.

Untuk jumlah kebutuhan blangko KTP-EL, Agus memastikan jika saat ini supply kebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko KTP-EL akan disupply oleh pusat.

"Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu. Dan ke depan kami akan minta lebih," katanya.

Sumber :

https://jatimnow.com/baca-14174-perekaman-ektp-di-surabaya-capai-21-ribu-orang


 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 02 April 2019 01:45 )
 

98 Ribu Warga Surabaya Belum Punya e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

Surabaya - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terus mengebut percepatan perekaman e-KTP. Sebab, saat ini tercatat masih ada sekitar 98 ribu warga Surabaya yang masih belum melakukan perekaman. Sedangkan target yang harus terpenuhi sampai tanggal 27 Maret 2019.

"Jadi itu yang ditargetkan kementerian seperti tanggal 20 Maret tetapi kita merasa itu waktunya mepet kemudian kita dorong tanggal 27 Maret sudah selesai," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Sedangkan untuk persediaan blanko, lanjut Agus, saat ini pihaknya telah distok penuh dari Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, kekhawatiran mengenai kehabisan blanko bisa diatasi sepenuhnya. "Insyaallah akan diberikan penuh dari teman-teman Kemendagri bahwa nanti blanko yang dibutuhkan akan mencukupi," terang Agus.

Bagaimana jika target tak terpenuhi? Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan segala daya. Sehingga jika ada yang memang belum perekaman dan belum mendapat e-KTP, itu merupakan konsekuensi pada masing-masing individu.

"Saya rasa itu situasinya melekat di orangnya. Karena sebetulnya itu hak bagi warga kalau dia dikasih kesempatan untuk mengurus dibantu sampai tengah malam sampai sekian hari tapi nggak ngurus juga ya itu konsekuensi dirinya sendiri," imbuhnya.

Dikatakan Agus, meskipun sedang mengejar target sampai tanggal 27 Maret, pihaknya mengaku tidak akan menambah jumlah petugas perekaman. Karena menurutnya tidak semua orang mampu mengoperasikan alat perekaman. Untuk itu ia hanya mengatur saja jadwal shift tugas.

"Nggak mudah menambah petugas. Karena memang tidak semua orang bisa mengoperasikan alat. Ada fingernya yang untuk merekam dan saya sendiri belum tentu bisa," ujar Agus.

"Sudah kita perkirakan dengan jumlah (petugas) yang ada itu nanti cukup. Karena jamnya juga sudah dibagi sampai jam 12 malam dan kita bikin antrean shift online supaya orang habis ngambil jadi tahu jam berapa akan terpanggil," tandasnya.
(iwd/iwd)

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4466224/98-ribu-warga-surabaya-belum-punya-e-ktp

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 27 Maret 2019 05:08 )
 
Halaman 1 dari 35 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.