HOT NEWS
---- KTP-el yang diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup, dan tldak perlu diperpanjang   walapun telah habis masa berlakunya ---- Pengajuan Pencetakan KTP-el di Dispenduk di data dan di kirimkan lewat Kecamatan, Pemohon dapat mengurus Surat permohonan pencetakan di Kecamatan. ----
Home Layanan Kependudukan AKTA PERKAWINAN

AKTA PERKAWINAN

Surel Cetak PDF

 

NO.

KOMPONEN

URAIAN

 1

Dasar Hukum

  1. Undang - Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan;
  2. Undang - Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
  3. Undang - Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Undang - Undang no. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
  4. Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang - Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang - Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
  6. Peraturan Presiden No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil;
  7. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencatatan Perkawinan dan Pelaporan Akta yang Diterbitkan oleh Negara Lain;
  8. Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan ;
  9. Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 14 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.
  10. Instruksi Walikota no 01 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin
  11. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.
 2

Persyaratan

  1. Foto copy KTP, KK dan Kutipan Akta Kelahiran suami dan istri di legalisir Instansi yang mengeluarkan (salah satu berdomisili Surabaya)    
  2. Surat Keterangan dari Lurah
  3. Surat pernyataan belum pernah nikah bermaterai Rp 6000,-
  4. Surat Keterangan pemeriksaan Kesehatan  
  5. Surat Keterangan Penyuluhan Reproduksi dari Puskesmas (surat keterangan pra perkawinan bagi yang beragama Katolik)
  6. Surat Keterangan dari Gereja/ Vihara/Pura/Penghayat Kepercayaan
  7. Foto copy Surat Perkawinan dari Pemuka Agama di legalisir
  8. Pas foto suami dan istri berdampingan ukuran 4x6 sebanyak 6 (enam) lembar
  9. Foto copy KTP 2 (dua) orang saksi
  10. Asli  Kutipan Akta perceraian (jika berstatus cerai hidup)/ foto copy Kutipan Akta Kematian (jika berstatus cerai mati) dengan suami/ istri terdahulu
  11. Surat izin kawin dari komandan bagi anggota TNI/ Polri
  12. Surat izin kawin dan Surat kesanggupan hadir dari orang tua (bagi yang belum berusia 21 tahun)
  13. Ijin Pengadilan Negeri (bagi calon suami yang belum genap usia 19 tahun dan calon istri belum genap usia 16 tahun)
  14. Kutipan Akta Kelahiran anak (bila anak yang lahir setelah perkawinan sah agama)
  15. Surat Keterangan dari Kedutaan (bagi orang asing)
  16. Foto copy Passport/Visa, ID Card, Kitas + SKTT di legalisir (bagi orang Asing)
  17. Foto copy Data Keluarga (bagi orang asing)
  18. Foto copy Surat perjanjian kawin di legalisir notaris yang mengeluarkan (bila ada)
  19. Mengisi dan mencetak Pendaftaran Perkawinan On Line.

Catatan :

Semua dokumen yang berbahasa asing harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah.

 3

Sistem,Mekanisme, Dan Prosedur

  1. Pemohon mengajukan permohonanpencatatan perkawinan pada loket pelayanan
  2. Petugas Loket Memeriksa kelengkapan dan memverifikasi berkas permohonan perkawinan. Jika lengkap maka menyerahkan berkas permohonan perkawinan kepada Kasi. Jika tidak lengkap mengembalikan berkas ke pemohon untuk dilengkapi
  3. Kepala Seksi Meneliti berkas permohonan. Jika lengkap maka memverifikasi dan menyerahkan ke pelaksana staf. Jika tidak lengkap mengembalikan berkas ke pemohon untuk dilengkapi
  4. Staf mengagendakan jadwal pencatatan dan pengumuman online
  5. Staf melaksanakan pencatatan perkawinan
  6. Operator melakukan entry data dan mencetak kutipan Akta Perkawinan
  7. Staf menverifikasi hasil cetak kutipan Akta, membubuhkan pas foto dan menyerahkan kepada Kasi
  8. Kasi memverifikasi dan membubuhkan paraf pada register
  9. Kabid membubuhkan paraf pada register
  10. Kepala Dinas membubuhkan tanda tangan pada register dan kutipan akta
  11. Staf memilah antara berkas, register dan kutipan Akta dan memberi stempel pada kutipan akta
  12. Pemohon menerima Kutipan Akta dengan menyerahkan bukti penerimaan berkas sebagai pengambilan.
 4

Jangka Waktu Pelayanan

7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal diterimanya berkas permohonan secara lengkap dan benar.

 5

Biaya/Tarif

Penerbitan Kutipan Akta Perkawinan tidak dikenakan biaya (gratis).

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 28 Agustus 2018 07:35 )  

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.