Program Dispendukcapil Surabaya Masuk Top 40 Sistem Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB RI

Kamis, 13 Desember 2018 08:09 ShiroJutsu
Cetak
 

alt

SURYA.co.id | SURABAYA - Salah satu program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya masuk Top 40 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kemementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Program tersebut adalah 6 in 1 (six in one) meliputi pengurusan akte lahir, kematian, perkawinan, perceraian, surat pindah datang, dan pindah keluar secara online.

Suharto Wardoyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya mengatakan selain program 6 in 1, dua program lain milik Pemkot Surabaya juga masuk Top 40 Sinovik.

 

Pertama inovasi Tahu Panas (tak takut kehujanan dan tak takut kepanasan), yaitu program kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni, melalui program rehabilitasi sosial daerah kumuh. Kedua, inovasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

“Bukan Dispendukcapil saja, ada dua inovasi lain milik pemkot yang akan disaring menjadi 10 besar,” tutur pria yang akrab disapa Anang ini, Selasa (30/10/2018).

Penghargaan Top 40 Sinovik ini akan diserahkan saat pembukaan International Public Sevice Forum pada 7 November 2018 oleh Presiden Joko Widodo.

"Pesan Ibu Wali Kota seluruh jajarannya tidak boleh mengutamakan atau mengedepankan penghargaan melainkan mensejahterakan warganya," tambah Anang.

Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 terdiri dari lima inovasi kementerian, dua inovasi Kepolisian Negara RI, delapan inovasi pemerintah provinsi, 15 inovasi kabupaten dan 10 inovasi dari pemerintah kota.

Kompetisi Sinovaik dilakukan online melalui aplikasi berbasis web Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) http://sinovik.menpan.go.id.

Sebanyak 2.824 inovasi pelayanan publik terdaftar di Kompetisi Sinovik.

Program 6 in 1, lanjut Anang, masuk dalam Top 40 Sinovik karena unik dan pertama ada melayani masyarakat secara online.

“Belum ada program semacam itu di beberapa daerah di Indonesia. Pernyataan itu saya dapat dan dengar langsung dari Asisten Deputi Kemenpan RI,” tambahnya.

 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 13 Desember 2018 08:22 )