HOT NEWS
------ Pengajuan Pencetakan KTP-el di Dispenduk di data dan di kirimkan lewat Kecamatan, Pemohon dapat mengurus Surat permohonan pencetakan di Kecamatan. ---------

Ratusan Warga Asing Berbondong-bondong ke Surabaya untuk Bekerja

Surel Cetak PDF

Ratusan Warga Asing Berbondong-bondong ke Surabaya untuk Bekerja

 

alt

 

SURABAYA – Warga Negara Asing (WNA) berbondong-bondong kerja di Surabaya. Ini terlihat dari data statistik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Hingga Mei 2015, tercatat 696 pemohon Surat Keterangan Tempat Tingga (SKTT). Belum lagi akumulasi WNA yang mengurus SKTT sebanyak 150an orang jelang berakhirnya Juni 2015.

Kepala Seksi (Kasi) mutasi WNI dan WNA Dispendukcapil Surabaya Relita Wulandari mengatakan , sebagian besar WNA yang masuk ke kota Pahlawan datang untuk bekerja. "Kebanyakan WNA itu masuk dalam perusahaan besar disini, mereka tinggal di apartemen. Bukan cuma Surabaya tapi juga tingkat Jatim," kata Relita. Relita menambahkan, banyaknya WNA yang mengurus SKTT artinya makin banyak pula turis asing yang masuk Kota Surabaya. Ia mengungkapkan, pada umumnya ada 1500 sampai 1800 WNA yang mengurus SKTT, namun jelang MEA bangko pendaftaran itu sengaja ditambah pasokannya menjadi 2500 lembar.

"Kami juga perbanyak Karti Izin Tinggal Tetap (Kitap). Semua disiapkan duak kali lipat dari jumlah kebutuhan biasanya. Sekarang sudah ada 35 orang yang mengurus kitap, dan akan tinggal 5 di Surabaya 5 tahun kedepan," papar Relita. Sejauh ini warga negara Jepang, Tiongkok , dan India mendominasi pengurusan Kitap.

Kepala Bidang Penempatan, Pembinaan, dan Pengembangan Tenaga Kerja Asing Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Surabaya Irna Pawanti membenarkan banyaknya tenaga kerja asing di Surabaya."Sampai Juni 2015 menurut data kami sudah ada 300 WNA yang mengurus perpanjangan Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sesuai Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA)," ungkap Irna. Irana mengatakan jika ditotal secara keseluruhan, kini jumlah tenaga kerja asing di Surabaya mencapai 13ribuan."Jumlahnya dari tahun ke tahun juga meningkat, hampir sama dengan jumlah WNA yang masuk ke kota Pahlawan. Karena rata0rata mereka datang untuk bekerja," ungkapnya.

Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Surabaya Djoni Iskandar menambahkan, tiap WNA yang punya kartu izin tinggal sementara (kitas) dari kantor imigrasi wajib melapor untuk memperoleh SKTT, selambatnya 14 hari kerja sesuai Perda 14/2014. "Gratis mengurusnyam kalau telat kami denda Rp 500 ribu atau kurungan 3 bulan, kalau dulu kan Rp 2 juta 500 ribu, sekarang dipermudah," papar Djoni. Untuk penertiban itu, Dispendukcapil berupaya melakukan yustisi apartemen-apartemen. Jumlah WNA 2015 diperkirakan terus merangkat naik melebihi tahun 2014 yang mencapai 1800an WNA. Saat ini dari 41 negara yang masuk ke Surabaya, yang paling aktif melaporkan kedatangan yakni Jepang, Korea Selatan, Tiongkok , dan India.

Sementara itu untuk menjaga kualitas Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia, Deputi Kerjasama Luar Neger dan Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Dr Endang Sulustyaningsih mengatakan pihaknya masih menggondok aturan. "ini kan menjelang MEA, semua negara bebas masuk ke Indonesia nantinya. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama maka para WNA asing yang kerja di Indonesia nanti harus punya sertifikat," ungkap Endang saat ditemui Surya disela acara sekesi calon WNI ke Korea beberapa waktu lalu,

Ia menyatakan dengan tegas, semua pekerja baik itu tukang potong rambut, tukang cuci baju, tukang setrika, sopir taksi dan lainnya harus punya sertifikat dulu dan boleh lebih dari satu. " Nanti kami akan tes, satu orang kan bisa punya keahlian seperti masak , mencuci, menyopir, dan lainnya. Kalau orang Indonesia memakai jasa mereka harus ditanya dulu punya sertifikat nggak? Kalau tidak ya jangan mau," tambah perempuan berparas mirip Megawati itu.

Sebab menurutnya, pekerjaan sekecil apapun misalnya mencuci itu ada aturannya. "Tidak mungkin kain sutra disamakan cara mencucinya dengan kain jeans. Bisa rusak semua pakaian. Kami juga akan adakan kursus pembekalan pengetahuan dulu sebelum mereka kerja di Indonesia," paparnya.

Jumlah Pemohon SKTT Tahun 2015

 

  • Januari 186 Orang
  • Februari 118 Orang
  • Maret 113 Orang
  • April 143 Orang
  • Mei 136 Orang
  • Juni 150an Orang (Belum tutup bulan , sampai 29 Juni 2015)
Negara Paling aktif melapor ke Dispendukcapil dan mengurus SKTT :
  • Jepang 90 Orang
  • Korea Selatan 89 Orang
  • Tiongkok 56 Orang
  • India 49 Orang
Sumber : Tribun News ( http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/29/ratusan-warga-asing-berbondong-bondong-ke-surabaya-untuk-bekerja?page=1 )

 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 05 November 2015 08:06 )
 
Halaman 2 dari 23 halaman

Terjemahkan

Sedang Online

Kami punya 459 tamu dan 1 anggota online
  • Eva Mardiana

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.




Joomla extensions by Siteground Hosting