Berita

Dengan e-Lampid, Urus Akta Lahir-Kematian Lebih Mudah dan Cepat

Surel Cetak PDF
alt


 

Keinginan warga Kota Surabaya bisa mengurus surat administrasi kependudukan secara mudah, tanpa antrean panjang dan cepat selesai, bukan lagi angan-angan. Warga Kota Surabaya kini bisa dengan mudah mengurus akta kelahiran dan akta kematian secara online melalui layanan aplikasi terbaru bernama e-Lampid.

Aplikasi e-Lampid yang merupakan kependekan dari "kelahiran-kematian-pindah-datang" adalah sistem informasi kependudukan terintegrasi yang dibangun dan dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Aplikasi ini "buah pikiran" Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya untuk mendukung penyelenggaraan good governance di lingkungan Pemkot Surabaya.

Aplikasi ini menjadi satu dari tiga layanan inovasi di "kios layanan publik" yang diluncurkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan (10/11).

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo yang hadir dalam peluncuran e-Lampid mengatakan, melalui aplikasi ini, pemohon tak perlu datang ke loket pelayanan di dinas sehingga akan mengurangi volume antrian. Warga cukup mengurus melalui kios layanan publik di kantor kelurahan. Bentuknya mirip mesin ATM dengan dilengkapi layar touchscreen, keyboard, scanner dan printer untuk mempercepat proses pelayanan. Warga juga bisa mengurus di rumah lewat smartphone/tablet atau ke warnet.

Syarat pengurusan akta kelahiran untuk anak belum berusia 17 tahun, pemohonnya adalah kepala keluarga. Bila yang bersangkutan telah berusia 17 tahun atau pernah menikah dan belum punya akta kelahiran, bisa mengurus sendiri dengan syarat penduduk Surabaya.

Untuk tata cara pelayanan akta kelahiran online, pemohon bisa masuk ke portal http://dispendukcapil.surabaya.go.id. Tinjau konten "Website Terkait" lalu klik item "Pendaftaran Online Akta Catatan Sipil" di bawahnya. Selanjutnya tinggal pilih, item kelahiran bergambar bayi atau akta kematian berlogo bendera putih.

Pemohon lalu mengisi formulir pendaftaran dengan memasukkan NIK. Bila NIK pemohon belum terdaftar, sistem informasi akan menginformasi penolakan. Bila sudah terdaftar, pemohon selanjutnya mengunggah persyaratan penerbitan kutipan akta kelahiran. Bila telah diunggah, pemohon mencetak tanda bukti permohonan penerbitan kutipan akta kelahiran via elektronik lalu menyerahkannya ke petugas registrasi di kelurahan. Petugas registrasi lalu mem-verifikasi data yang diunggah dengan dokumen fisik. Bila persyaratan tak lengkap, petugas menginformasikan ke pemohon untuk melengkapinya. Bila lengkap, petugas menyampaikan laporan ke lurah guna memperoleh pengantar melalui sistem informasi.

Berdasar pengantar itu, petugas pada instansi pelaksana akan mem-verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan melalui sistem informasi.Bila belum lengkap dan belum benar, petugas menginformasikan ke pemohon untuk memperbaiki/melengkapi persyaratan. Bila telah lengkap dan benar, petugas pada instansi pelaksana melaporkan ke pejabat pencatatan sipil. Pejabat lalu melakukan proses pencatatan dalam register akta dan menerbitkan kutipan akta kelahiran yang kemudian disampaikan pada pemohon melalui kelurahan.

Untuk tata cara pelayanan akta kematian, ketua RT melaporkan kematian warga nya ke instansi pelaksana setelah memperoleh keterangan yang cukup dari anggota keluarga selaku pemohon. Keterangan anggota keluarga dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran pelayanan kutipan akta kematian secara online melalui http://dispendukcapil.surabaya.go.id dengan memasukkan NIK salah satu anggota keluarga penduduk Surabaya. Selebihnya tata caranya tidak berbeda dengan pelayanan akta kelahiran.

"Kalau yang lama kan verifikasi di Dispendukcapil, ini verifikasinya di kelurahan. Ini tiga (3) hari selesai, kalau yang manual tujuh (7) hari dan yang online lama lima (5) hari. Dan kalau dulu dikirim ke kecamatan, sekarang di kantor kelurahan. Jadi lebih dekat. Dan yang membedakan lagi, sekarang ada partisipasi warga seperti ketua RT/RW dan lurah. Kalau dulu pemohon datang sendiri ke kantor Dispenduk setelah mengisi data di kelurahan," jelas Suharto Wardoyo.

Suharto mengatakan, untuk pengembangan ke depan, e-Lampid akan melayani administrasi datang dan pindah. Warga bisa mengurus administrasi kedatangan ke Surabaya atau pindah dari Surabaya ke kota lain, secara online. "Sementara ini masih dua itu (akta kelahiran dan kematian). Untuk pengembangan ke depan, ditambah pindah dan datang. Kita sudah nyusun aplikasinya. Ini memudahkan pemohon karena selama ini pemohon surat keterangan pindah harus melalui kelurahan dengan pengantar RT/RW/lurah dan camat baru ke Dispendukcapil. Kalau ini kan lewat online," jelas dia.

Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini menambahkan, aplikasi e-Lampid ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Nantinya, e-Lampid akan jadi salah satu "jagoan Pemkot Surabaya" dalam kompetisi inovasi pelayanan publik 2015 di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN). Tahun ini, Surabaya meraih dua penghargaan lewat Single Windows dan GRMS.

Sumber : Surabaya Pagi





 

Pencetakan E-KTP Dimulai Desember

Surel Cetak PDF

alt

Prioritaskan yang Sudah Rekam

MULYOREJO – Pencetakan e-KTP di Surabaya dipastikan dilaksanakan bulan depan. Program perdana itu akan diprioritaskan bagi mereka yang sudah rekam, tetapi belum mendapatkan kartu kependudukan elektronik tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Suharto Wardoyo menyatakan, pihaknya sudah sangat siap melakukan pencetakan. Namun, pencetakan masih menunggu pemerintah pusat. ’’Kami tidak bisa melangkah sendiri,’’ ujarnya Selasa (4/11).

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membeli tinta untuk mencetak KTP elektronik. ’’Tinta sudah kami beli. Persiapan kami sudah sangat matang, sekarang tinggal menunggu blangko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),’’ katanya.

Sampai sekarang, blangko memang belum dikirim. Padahal, Kemendagri berjanji mengirim blangko bulan ini. Anang, sapaan keren Suharto Wardoyo, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu pengiriman. ’’Semoga bulan ini dikirim ke Surabaya. Lebih cepat, lebih baik,’’ tuturnya.

Sebelumnya, dia mengajukan surat permintaan blangko ke pusat. Menurut dia, dispendukcapil membutuhkan 653.500 keping blangko. Blangko itu digunakan untuk mencetak e-KTP bagi warga yang berusia 17 tahun yang jumlahnya mencapai 47.658 orang. Juga, bagi warga pindah datang yang jumlahnya 81.334, untuk e-KTP salah cetak sebanyak 46.139, dan warga yang belum rekam e-KTP 478.369 orang.

Jika blangko tidak dikirim bulan ini, pencetakan e-KTP di Surabaya tidak bisa dilaksanakan awal Desember. Kalau pengiriman baru dilakukan awal bulan depan, pihaknya baru bisa melakukan pencetakan pertengahan bulan. ’’Semua bergantung blangko dari pusat,’’ paparnya. Anang menuturkan, pencetakan e-KTP nanti diprioritaskan bagi warga yang sudah rekam, tetapi belum mendapatkan e-KTP. Meski begitu, Anang tidak hafal jumlah warga yang belum mendapat kartu.

Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Surabaya Djoni Iskandar mengungkapkan, data warga yang sudah rekam namun belum mendapatkan e-KTP berada di setiap kecamatan. Selama ini kartu yang sudah selesai dicetak dari pusat langsung dikirim ke kecamatan. ’’Jadi, kami tidak tahu jumlahnya,’’ jelasnya.

Setelah ini pihaknya akan mengundang kecamatan untuk pemantapan pencetakan. Dia juga akan meminta kecamatan untuk menyerahkan data warga yang sudah rekam, tetapi belum mendapatkan e-KTP. Rencananya, Kamis (8/11) para camat dikumpulkan di kantor dispendukcapil.

Sementara itu, dispendukcapil juga akan melakukan pengadaan alat sendiri. Anggaran yang disiapkan untuk pengadaan alat mencapai Rp 5 miliar. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk membeli sepuluh alat pencetak. Jumlahnya sudah dimasukkan ke RAPBD Kota Surabaya 2015. Jika pengadaan alat itu berjalan lancar, pihaknya nanti mempunyai 12 alat cetak.

Sumber : www.jawapos.com

 

Warga Musiman Bisa Urus SKTS Secara Online

Surel Cetak PDF
alt

SURYA Online, SURABAYA-Kemudahan pelayanan kepada penduduk musiman yang tinggal di Kota Surabaya diberikan Pemkot Surabaya dalam  pengurusan surat keterangan tinggal sementara (SKTS).

Layanan SKTS yang diberikan secara online yang baru dibuka pada Hari Kamis (23/10/2014)  ini direspon positif. Terbukti, pada  hari pertama pemberlakukan SKTS online ada 100 lebih penduduk musiman memanfaatkan program layanan yang pertama kali di Indonesia ini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menjelaskan pada hari pertama dibuka Kamis (23/10/2014) kemarin, ada 101 penduduk musiman yang melakukan pendaftaran online SKTS.

Sementara yang sudah diproses di kecamatan, jumlahnya mencapai 75. "Untuk Jumat, (24/10/2014) ada 119 penduduk musiman yang melakukan pendaftaran online SKTS. Sementara yang sudah diproses di kecamatan, jumlahnya mencapai 109," ujar Suharto wardoyo.

Pihaknya  menjelaskan, SKTS ini untuk menggantikan kartu identitas penduduk musiman (Kipem) yang selama ini berlaku sebagai tanda pengenal bagi warga pendatang yang tinggal di Surabaya.

Bedanya, bila dulu warga musiman yang mengurus Kipem harus membawa surat keterangan pindah sementara dari daerah asalnya, kini untuk mengurus SKTS tak perlu surat pindah sementara. "Yang penting ada jaminan tempat tinggal di Surabaya. Prosesnya juga lebih cepat. Sekitar tujuh (7) hari, SKTS jadi dan bisa diambil di kantor kecamatan setempat," tambahnya.

Jadi, kata Suharto pemohon tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Dispendukcapil.

Berdasarkan data di Dispendukcapil Kota Surabaya, jumlah penduduk musiman di Kota Surabaya ada sebanyak 31.851 orang.

Melalui program SKTS online ini, diharapkan warga musiman di Surabaya bisa segera mengurusnya. Sebab, proses pengurusan SKTS kini lebih cepat. Target sesuai Renja(rencana kerja) sebanyak 18.000 orang.

Selain itu dengan program SKTS online ini, Pemkot Surabaya bisa memperoleh data dan memudahkan pengawasan terhadap kegiatan penduduk musiman di Surabaya.

Sementara Kasi Pelayanan Informasi Dispendukcapil Kota Surabaya, Rudi Hermawan mengatakan, untuk proses pengurusannya, warga yang ingin mengurus SKTS tinggal datang ke kantor kelurahan atau di lokasi yang ada jaringan internetnya untuk bisa mengakses SKTS online.

Untuk pendaftarannya, pemohon bisa melakukan melalui website Dispendukcapil: http://dispendukcapil.surabaya.go.id. Lalu klik pendaftaran online penduduk musiman.

Menurutnya, program SKTS online ini didasarkan Peratuan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Perda Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. Sesuai Pasal (9) bahwa setiap penduduk WNI yang tinggal sementara di daerah selama tiga bulan, wajib memiliki SKTS.

Warga musiman yang tidak mengurus atau memiliki SKTS akan mendapatkan sanksi sesuai dengan Pasal 97 Perda 14 Tahun 2014 yakni akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga (3) bulan atau denda.

Sumber : Surya Online

 

MASIH MINIM BUKA BLOKIR NIK

Surel Cetak PDF
alt

MULYOREJO- masih banyak warga surabaya pemilik nomor induk kependudukan (NIK) yang diblokir yang hingga kini belum mengurus pembukaan blokir. Dari 400 ribu nomor yang diblokir, baru 12.599 yang di buka. Pemblokiran NIK itu sudah cukup lama. Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) yang memblokir nomor itu karena pemiliknya ditengarai mempunyai nomor ganda. Mereka mempunyai kartu keluarga (KK) dan Kartu tanda penduduk (KTP) dobel. ‘’Bukan kami yang memblokir , tapi kemendagri langsung yang melakukannya,’’ jalas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Suharto Wardoyokemarin (28/10). Menurut Anang, sapaan akrab Suharto Wardoyo, pemblokiran dilakukan pada Maret. Ada Sekitar 400 ribu NIK yang diblokir. Nomor kependudukan yang bermasalah itu kemudian di kirim Dispendukcapil Surabaya. Pemilik nomor bisa bisa membuka NIK yang diblokir dengan mengurusnya ke Kantor Dispendukcapil. Untuk mengurusanya, terang Anang, mereka harus membawa persyaratan seperti KK, Akta kelahiran , dan KTP. Saat pengurusan, mereka harus siap menghapus salah satu NIK yang mereka punya. Jika memilih menjadi warga Surabaya, nomor kependudukan lain yang mungkin tercantum di daerah lain harus dihapus. Sayang, hingga kini, dari 400 ribu NIK yang diblokir. Baru 12.599 yang dibuka. Masih ada 387.401 NIK yang sampai sekarang belum dibuka. Pejabat pecinta musik itu mengatakan, dirinya sudah aktif melakukan sosialisasi dan pelayanan. Kecamatan dan Kelurahan juga sudah menyampaikan kepda warga yang NIK-nya diblokir. Anang menyatakan, jika blokir itu tidak dibuka, pemiliknya tidak mengurus perubahan KK dan KTP atau e-KTp. ‘’ Mereka bida mengurus kependudukan, ‘’ terangnya. Selain datang ke kantor dispendukcapil, mereka bisa mengurus pembukaan blokir di KTP smart office di Royal Plaza, ITC dan PTC khusus Sabtu dan Minggu. Kami berusaha memudahkan pelayanan kependudukan,’’tuturnya. Dia meminta pemilik NIK yang diblokir harus segera mengurus pembukaan. Jika tidak Proaktif mereka sendiri yang akan rugi. Misalnya, ketika ingin mengurus KK, mereka tidak akan dilayani. Pasti menolak permohonan itu (lum/c17/tia)

Sumber : Jawa Pos

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 29 Oktober 2014 15:41 )
 

Luncurkan Pelaporan Kematian Online

Surel Cetak PDF
http://sapawarga.surabaya.go.id/lampidv4/

SURABAYA – Penerapan peraturan dareah (Perda) admnistrasi kependudukan (adminduk) dibarengi dengan peluncuran sistem elektronik adminduk. Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (dispendukcapil) menyosialisasikan penggunaan sistem itu kepada petugas kecamatan se-Surabayakemarin (23/10). Sistem bernama Lahir Mati Pindah Datang(Lampid) tersebut menjadi sarana penunjang pelaporan secara online. Dengan begitu, masyrakat Surabaya mengaksesnya dengan menggunakan perangkat berbasis internet. Kepala Dispendukcapil Suharto Wa rdoyo menjelaskan, sistem itu juga mengakomondasipelaporan kematian yang sekarang tidak dikenai denda keterlambatan. Ketua RT yang bertanggung jawab untuk melaporkan warganya yang meninggal itu dipermudah dengan memanfaatkan lampid. “Ini upaya agar laporan kematian itu juga tetap bisa update,” ungkap dia dihadapan para pejabat kecamatan dalam rapat kemarin. Pejabat yang akrab disapa Anang tersebut lantas menunjukan halaman website Lampit yang beralamat di http;//sapawarga.surabaya.go.id/lampidv4/ Satu persatu fasilitas dalam apliksi itu dibahas agar pejabat kecamatan bisa menularkannya kepada petugas di kelurahan masing-masing, Misalnya, untuk pendaftaran kematian, ketua RT harus mengisi data nomor kartu susunan keluarga (KSK) dan nama kepala keluarga. Selanjutnya memasukkan data-data tentang orang yang meninggal. Pelaporan data kematian tersebut berbeda dengan pendataan untuk mendapatkan akta kematian. Untuk mendapatkan akta itu, ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Misalnya, surat kematian darirumah sakit bila meninggal dunia dalam perawatan rmuah sakit. Tapi, bila meninggal di rumah, cukup dilengkapi surat pernyataan dari keluarga serta di ketahui RT dan RW. Kepala Bidang Catatan Sipil Hason Sitorus mengungkapkan, sistem online itu akan disempurnakan terus utuk mempermudah penggunanya. Dispendukcapil dengan tangan terbuka akan menerima masukan dari warga. “Kami kembangkan terus sistem ini sehingga bisa lebih mudah lagi,” ungkap dia (jun/c7/dos)

Sumber : Jawa pos

 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 11 November 2014 11:21 )
 
Halaman 3 dari 38 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.