Berita

Dispendukcapil Permudah Pengurusan SKTS

Surel Cetak PDF

Angka Penduduk Musiman Tinggi, Dispendukcapil Surabaya Permudah Pengurusan SKTS

 

alt

Penduduk musiman di Surabaya terus bertambah. Hingga kemaren (26/4), sudah ada 31.851 warga yang memiliki kartu identitas penduduk musiman (kipem) dan surat keterangan tinggal sementara (SKTS). Bubutan memiliki penduduk musiman tertinggi di Surabaya Utara. Sebanyak 894 penduduk musiman tinggal disana. Setiap hari rata-rata 50 orang mengajukan permohonan SKTS. "Mereka yang tidak menetap disini rata-rata tidak sulit jika diminta untuk mengurus SKTS," beber Camat Bubutan Nono Indriyatno.

Dikecamatan Simokerto, tercatat ada 457 penduduk musiman. "Penduduk musiman ada disini untuk dagang saja," ujar Henny Indriaty, camat Simokerto. Dikecamatan Bulak, terdata 101 penduduk musiman. Untuk menertibkan pencatatan, kecamatan tersebut mendaftarkan penduduk musimannya secara kolektif. Biasanya yang mendaftarkan adalah ketua RT atau RW. "Kalau disuruh ngurus sendiri, takutnya ada yang malas sehingga tidak mempunyai SKTS." jelas Camat Bulak Suprayitno. Diwilayah itu, pekerja swasta mendominasi sebagai penduduk musiman. Mereka bekerja sebagai buruh pabrik. Ada pula yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Sementara itu, di Pabean Cantian ada 229 penduduk musiman. Di Krembangan dan Kenjeran, jumlah penduduk musiman sebanyak 223 dan 619 orang. Yang paling sedikit di Kecamatan Semampir, 78 penduduk musiman. Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen mempermudah pengurusan identitas penduduk musiman. Sebelumnya, saat mengurus kipem, penduduk harus menyertakan surat pindah sementara. Namun , sekarang penduduk musiman dimudahkan dengan SKTS. Mereka bisa mendaftar secara online ke website dispendukcapil. Setelah itu, bukti pendaftaran di-print.

Bukti pendaftaran online tersebut kemudian dibawa ke kelurahan. Penduduk musiman juga wajib menyertakan fotokopi KTP, surat keterangan tinggal sementara yang ditandatangani pemilik rumah atau kost, serta tanda tangan ketua RT/RW. Surat keterangan kerja atau studi juga harus disertakan. Dispendukcapil Kota Surabaya belakangan rajin mengadakan operasi yustisi terhadap penduduk musiman. Mereka melakukan aksi jemput bola bagi yang belum mempunyai SKTS. "Tujuannya tentu menertibkan," ujar Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo.

 

Sumber : Jawa Pos

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 29 April 2015 09:51 )
 

Sistem Informasi status pasangan

Surel Cetak PDF
alt

Curiga Pacar Telah Beristri? Anda Bisa Pastikan di Situs Ini

 http://sipdispendukcapil.surabaya.go.id/sip/pasangan.html

Surabaya - Sejak 2013, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya telah mempunyai Sistem Informasi Pencatatan Perkawinan. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya Suharto Wardoyo menyebutnya sebagai Sistem Informasi Perkawinan yang bisa melihat status pernikahan calon pasangan kita / sudah beristri atau belum ?

Calon pengantin ternyata bisa saling melacak status perkawinan masing-masing. Caranya, cukup membuka laman dispendukcapil.surabaya.go.id. Di bagian tengah, klik "Sistem Informasi Pencatatan Perkawinan". "Ini sering kali disebut orang sebagai situs antipoligami," kata Suharto.

Selanjutnya, klik kanal "Cari Pasangan". Lalu masukkan nama dan tanggal lahir seseorang yang ingin dilacak statusnya. Jika yang bersangkutan masih terikat perkawinan, namanya akan muncul lengkap beserta nama pasangan, alamat, dan tanggal kawin sesuai dengan data pada kartu keluarga. Sebaliknya, jika belum atau tidak lagi terikat perkawinan, kolom-kolom itu akan kosong. 

Menurut Suharto, layanan ini memang bertujuan melindungi kaum perempuan. Mereka yang hendak menikah sebaiknya memastikan lebih dulu status para calon suami. Pihak keluarga juga bisa bertindak aktif dengan mencari tahu apakah calon pengantin pria masih terikat sebuah perkawinan. "Apakah dia masih beristri ataukah sudah cerai, bisa diketahui," ujar Suharto. 

Selain itu, calon pengantin nonmuslim dapat mendaftarkan perkawinannya secara online. Pasangan tersebut cukup masuk ke kanal "Calon Pengantin" dan mengisi kolom yang tersedia. Cara ini jauh lebih efektif karena tidak perlu mengantre di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 16 April 2015 12:01 )
 

Sukseskan Pemilukada, Dispendukcapil Surabaya Mutakhirkan DP4

Surel Cetak PDF

Sukseskan Pemilukada, Dispendukcapil Surabaya Mutakhirkan DP4

alt

 

Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya memiliki peran penting dalam ikut menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Surabaya Tahun 2015. Dispendukcapil Kota Surabaya bertugas untuk menyiapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilukada Kota Surabaya 2015. Nantinya, DP4 tersebut menjadi rujukan dasar bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menetapkan Data Pemilih Tetap(DPT).

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengungkapkan, dalam kaitan dengan pelaksanaan Pemilukada Kota Surabaya 2015, Dispendukcapil Kota Surabaya telah melaksanakan pemutakhiran data pemilih Surabaya. Sampai saat ini jumlah pemilih di Surabaya mencapai 2.183.258 jiwa. Jumlah tersebut diperoleh dari data SIAK layanan Kota Surabaya akhir Februari 2015 untuk perkiraan tanggal pemilihan pada tanggal 16 Desember 2015. “Sesuai dengan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) tanggal 1 Maret 2015, jumlah pemilih Pemilukada Surabaya mencapai 2.170.899, yang belum perekaman 420.902 jiwa, “ tegas Suharto Wardoyo.

Namun, Suharto Wardoyo menegaskan , dikarenakan penduduk Surabaya tidak statis, maka diperkirakan data jumlah tersebut sewaktu-waktu juga bisa bertambah dan berkurang. Apalagi, ada banyak jumlah pemilih pemula di Kota Surabaya yang belum termasuk dalam pendataan tersebut. Karenanya, pemutakhiran data penduduk pemilih potensial mutlak diperlukan untuk mengetahui perkembangan data terbaru warga selaku pemilih Pemilu.

“Pemutakhiran ini penting. Karena penduduk itu tidak statis. Ada pertambahan kadang juga berkurang. Ada cukup banyak penduduk yang tidak tinggal sesuai alamat karena telah berpindah domisili. Ada juga warga yang pindah masuk atau pindah keluar Surabaya. Juga ada warga yang meninggal tidak dilaporkan keluarganya,” Jelas mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini.

Kini Dispendukcapil masih menunggu permintaan dari KPU Surabaya untuk pemutakhiran data DPT. Suharto mengatakan akan menyiapkan data paling mutakhir sesuai permintaan KPU. Bila permintaan itu disampaikan pada bulan April, Dispendukcapil akan menyiapkan data yang telah dimutakhirkan akhir bulan Maret 2015. “Kami tinggal menunggu permintaan dari KPU Kota Surabaya sebagai pelaksana. Nanti kami berikan ke KPU nama, alamat, NIK, tanggal lahir, jenis kelamin sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota. Intinya sewaktu-waktu KPU minta data kami siap,” jelas Suharto.

Selain Dispendukcapil Kota Surabaya dan KPU Kota Surabaya, pihak dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta masing-masing kecamatan dan kelurahan, juga melakukan pemutakhiran data. “DP4 belum dilakukan pengecekan kealamat penduduk. PPK dan PPS mengecek langsung di alamatnya. Jadi nanti kalau misalnya ditemukan orang Surabaya tapi tidak tinggal disitu lagi maka tidak akan dicantumkan lagi ke DPT,” paparnya.

Dispendukcapil Kota Surabaya juga sedang melakukan pemutakhiran data pemilih pemula untuk memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sehingga bisa ikut memiliki hak suara di Pemilukada Surabaya 2015. Karena itu, Suharto mengimbau pelajar atau remaja diusia 17 tahun, untuk segera melakukan perekaman e-KTP di masing-masing kecamatan berdomisili. Selain remaja berusia 17 tahun, Dispendukcapil juga menghimbau para remaja yang berusia 16 tahun untuk ikut melakukan perekaman e-KTP. Menurut Suharto, meski belum cukup usia, tapi perekaman e-KTP sudah bisa dilakukan untuk back-up data.

“Tidak perlu menunggu 17 tahun. Remaja usia 16 tahun. Remaja usia 16 tahun sudah bisa mengikuti perekaman e-KTP sesuai surat dari Kementrian Dalam Negeri. Tetapi KTP elektroniknya diberikan setelah usia mereka 17 tahun,” ujar pria yang piawai bernyanyi ini.

Dalam mendorong warga Surabaya untuk segera memiliki e-KTP, Dispendukcapil Kota Surabaya telah melakukan berbagai program inovasi. Diantaranya dengan menggelar pelayanan perekaman e-KTP di mal-mal seperti Royal Plaza atau di ITC Mega Grosir yang buka pada hari Senin sampai Minggu dari mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 WIB. “Untuk menyukseskan Pilwali 2015 ini saya menghimbau kepada remaja 17 tahun atau pemilih pemula wajib mendapatkan e-KTP. Jika nanti tidak mendapatkan kartu suara maka warga berhak memilih dengan menunjukkan e-KTP ke petugas pemungutan suara,” sambung pria yang telah menggagasi berbagai program inovasi layanan kependudukan selama menjabat Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya.

Sumber : Surabaya Pagi

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 25 Maret 2015 11:10 )
 

Digitalisasi Dokumen Kependudukan Warga Kota Surabaya

Surel Cetak PDF

DIGITALISASI DOKUMEN KEPENDUDUKAN WARGA

KOTA SURABAYA

alt

 

Menjaga arsip dan juga dokumen memang merupakan hal yang sangat penting dilakukan khususnya bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Untuk menunjang kecepatan proses pencarian serta membantu menjaga arsip tersebut, mulai tahun ini Dispendukcapil sudah mulai melaksanakan proses digitalisasi, yaitu mendokumentasikan arsip dalam bentuk digital. Proses digitalisasi dimulai dari arsip dokumen 2014 yang difokuskan pada berkas Akta Kelahiran terlebih dahulu karena jumlahnya paling banyak.

“Ini berawal dari kejadian jatuhnya pesawat Airasia yang banyak memakan korban bahkan tak jarang diantaranya yang seluruh anggota keluarganya menjadi korban, sehingga membuat pengumpulan dokumen kependudukan cukup kesulitan” kata Etik Wahyu Utami, Kepala Bidang Data dan Informasi Dispenduk Kota Surabaya. Dari sana pencarian dokumen di Dispendukcapil juga memakan waktu lama karena pencarian harus dilakukan secara manual berdasarkan tahun terbit dokumen tersebut. Berangkat dari arahan Wali Kota, bahwa Dispendukcapil Surabaya harus segera berbenah terkait dengan dokumen kependudukan, maka upaya melakukan digitalisasi menjadi solusi yang memudahkan siapa saja yang membutuhkannya.

Jika hanya disimpan secara manual memang banyak kendala dan risiko. Misalnya saja pencarian arsip secara manual akan memakan waktu terbilang lama. Selain itu risiko kebakaran serta banjir kapan saja bisa terjadi dan tidak bisa dianggap remeh karena semua dokumen kependudukan sangat vital bagi warga Kota Surabaya. “Saat ini baru Akta Kelahiran yang kami proses, nantinya bertahap kesemua jenis pelayanan Dispendukcapil” tambah Etik. Untuk tahun 2014, terdapat total 61,056 akta kelahiran yang diterbitkan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya.

Teknis pelaksanaan proses digitalisasi ini secara resmi dimulai pada tanggal 23 januari 2015 dengan 7 scanner dan 7 unit komputer. Ditambah dengan 1 scanner dan 1 unit komputer dioperasikan untuk mulai memproses dokumen tahun 2015.

Menjaga agar dalam pelaksanaanya tidak ada berkas atau register yang tercecer maka setiap hari dilakukan peminjaman 1000-2000 berkas register pelaporan dari ruang arsip, lalu dilakukan pemilahan berkas yaitu penyatuan antara berkas pelapor dan register kemudian siap dipindai (scan). Usai dilakukan pemindai kemudian disimpan kembali di ruang arsip berkas yang kesemuanya dicatat dengan lembar kendali.

“Dalam sehari kami mampu melakukan scanning sebanyak 1000-1200 berkas” kata Etik. Selain melakukan digitalisasi arsip, berkasi tahun 2014 yang sudah dipindai kemudian disimpan kembali diruang arsip dan ditempatkan pada boks arsip lalu disusun dirak sesuai nomor urut register. Dalam melakukan prses digitalisasi dokumen kependudukan ini Dispendukcapil Kota Surabaya tidak sendiri, melainkan banyak dibantu oleh dinas terkait. Seperti Badan Arsip, Diskominfo, BKD, Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah serta Badan Perlengkapan.

Badan arsip turut membantu dalam hal system pengarsipan yang benar sehingga memudahkan dalam pencarian arsip apabila sewaktu-waktu diperlukan karena dokumen kependudukan ini adalah arsip aktif, sesuai dengan Permendagri No 19 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendokumentasian Hasil Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Daaerah bahwa masa aktif dokumen tersebut adalah 75 tahun dan in-aktif 25 tahun. Sehubungan dengan masa aktif arsip kependudukan ini maka pengelolaan arsip tetap melekat pada masing-masing bidang pelayanan terkait segala bentuk perubahan data kependudukan, apabila telah melewati masa aktif maka pengelolaan ada di sekretariat.

Dari apa yang telah dijalankan oleh Dispendukcapil, Kabupaten Gresik rupanya tertarik dan melakukan studi banding mengenai proses digitalisasi arsip pada bulan Februari 2015. Etik mengatakan kedepan berencana terus memperbaiki sistem digitalisasi ini agar kelak semua data bisa terintegrasi sehingga memudahkan semua pihak.

alt

Sumber : Gapura Majalah Pemerintah Kota Surabaya.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 12 Maret 2015 08:56 )
 

Butuh 186 Ribu KTP untuk Maju Bacawali Independen

Surel Cetak PDF

BUTUH 186 RIBU KTP UNTUK MAJU BACAWALI INDEPENDEN

alt

Siapa pun yang ingin maju menjadi bakal calon wali kota (bacawali) Surabaya periode 2015–2020 lewat jalur perorangan memiliki PR berat. Bacawali yang maju lewat jalur independen harus menyerahkan dukungan 6,5 persen dari total penduduk Surabaya.Berdasar data penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, per kemarin (9/3) ada 2.872.209 jiwa. Tetapi, pada hari ”H” pemilihan wali kota (pilwali), estimasinya hanya 2.183.258 orang yang memiliki hak nyoblos atau hak pilih. Rinciannya, 1.068.046 laki-laki dan 1.115.212 perempuan.

Dengan adanya aturan dukungan 6,5 persen, bacawali yang maju lewat jalur independen harus menyerahkan 186.694 dukungan dari warga dalam wujud fotokopi KTP. Dukungan itu akan diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepala Seksi Pelayanan dan Informasi Dispendukcapil Surabaya Rudy Hermawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemutakhiran data untuk persiapan membuat data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) pada pilwali nanti. ”Data tersebut juga sudah memprediksi jumlah penduduk yang memiliki hak pilih atau berusia 17 tahun sampai Desember 2015,” paparnya.

Menurut Rudi, jumlah penduduk memang tidak sama dengan jumlah orang dalam DP4. Sebab, di antara jumlah keseluruhan penduduk itu, belum tentu semuanya memiliki hak pilih. ”Yang TNI dan Polri kan tidak boleh memilih. Begitu juga yang belum 17 tahun. Setelah kami pilah, jumlah penduduk dalam DP4 Surabaya hanya 2.183.258 orang,” jelasnya.Rudi menuturkan bahwa angka tersebut sudah termasuk remaja-remaja yang belum berusia 17 tahun, namun sudah 17 tahun saat pilwali dilaksanakan. Data itu didapatkan dari penyaringan data kependudukan yang tersimpan di Surabaya.

Meski sudah memiliki data tersebut, Rudi menegaskan bahwa data itu belum akan diserahkan ke KPU Surabaya. Sebab, masih belum ada permintaan dari KPU untuk meminta data DP4. ”Ini adalah arahan dari kepala dinas dan langkah awalan saja sehingga begitu peraturan KPU sudah ada dan KPU meminta data, kami sudah siap,” paparnya. Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin menyampaikan bahwa memang pihaknya masih menunggu peraturan KPU (PKPU) yang belum keluar. PKPU tersebut mungkin baru keluar awal April mendatang lantaran DPR RI masih dalam masa reses.

Robiyan menuturkan bahwa data kependudukan itu sangat penting untuk mulai diperhitungkan oleh para calon yang akan mendaftar melalui parpol maupun dari jalur perorangan. Khusus bacawali perorangan, berdasar Revisi UU Nomor 1 Tahun 2015, jalur tersebut tidak hanya harus mengumpulkan 3 persen dukungan dari total jumlah penduduk, tapi 6,5 persen. ”Jadi, akan lebih berat bagi mereka yang akan maju lewat jalur perseorangan. Tinggal dihitung saja berapa kasarnya dari total penduduk Surabaya,” ujarnya.

Jika jumlah total penduduk sebesar angka tersebut, untuk bisa lolos dan mencalonkan diri sebagai bacawali Surabaya, si calon bacawali harus mengumpulkan 186.694 dukungan. Dukungan itu harus tersebar minimal 50 persen dari kecamatan yang ada. Jika di Surabaya ada 31 kecamatan, calon yang maju lewat jalur perorangan itu minimal harus mengumpulkan dukungan dari 16 kecamatan. Namun, bukan sembarang orang yang boleh dimintai dukungan, melainkan orang yang sudah memiliki e-KTP. ”Dukungan itu disetorkan ke KPU sebulan sebelum waktu pendaftaran dari calon yang mendaftar dari partai,” kata Robiyan.

Memang waktunya sebulan lebih awal daripada pendaftaran calon yang dari parpol. Robiyan menyampaikan bahwa itu dilakukan lantaran KPU harus menerjunkan tim untuk memvalidasi dukungan yang diserahkan.


Sumber : Radar Surabaya

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 10 Maret 2015 15:00 )
 
Halaman 1 dari 39 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.