Berita

Urus Akta dan KK Dikirim ke Rumah

Surel Cetak PDF

alt

Kini Kartu Keluarga dan AKTA KELAHIRAN dikirim ke Rumah Warga

Warga sering kali mengabaikan pengurusan kartu keluarga (KK) maupun akta kelahiran. Alasannya ribet. Padahal, dua dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pelayanan publik.  Misalnya, pendaftaran sekolah dan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Kini pemkot memberikan kemudahan kepada warga dalam pembuatan KK dan akta kelahiran. Dua dokumen itu akan dikirim ke rumah warga dengan bebas biaya kirim.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Suharto Wardoyo menjelaskan, pemkot telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Kerja sama untuk memberikan layanan kirim gratis, ke rumah warga. ”Awalnya KK dan akta kelahiran. Tapi, nanti secara berkelanjutan ke dokumen lainnya,” laki-laki yang akrab disapa Anang tersebut.

Pengiriman dilakukan setelah proses cetak dokumen rampung, yakni tujuh hari kerja. Penghitungan dilakukan setelah warga selesai mengurusnya dengan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Apabila saat pengiriman sedang tidak berada di rumah, kata Anang, warga dapat mengambil ke kantor pos terdekat. Saat itu, warga cukup menyerahkan surat tanda terima yang diperoleh setelah proses pendaftaran. ”Tidak perlu jauh-jauh ke UPTSA atau kantor dispendukcapil,” katanya.

Sebelumnya, warga harus datang ke unit pelayanan terpadu satu atap (UPTSA) atau ke kantor kecamatan masing-masing. Proses membutuhkan waktu lebih lama lantaran warga harus bolak-balik ke kantor kecamatan untuk mengurus KK maupun akta kelahiran.

Kemudahan itu diharapkan pemkot dapat membantu warga saat mengurus akta kelahiran dan KK. Kalau mengabaikan, warga harus menanggung risiko berkepanjangan. Misalnya, warga tidak dapat mengurus e-KTP. Anang menjelaskan, per 1 Oktober nanti, warga diharapkan memiliki e-KTP. Salah satu persyaratan pembuatan e-KTP adalah kepemilikan akta kelahiran.

”Kalau enggak punya, warga sendiri yang akan rugi,” ungkap Anang. Kerugian itu akan ditanggung warga secara berkelanjutan. Apabila tidak memiliki e-KTP, warga nanti tidak dapat mengurus dokumen lainnya sehingga tidak bisa bepergian ke mana pun. Selain itu, apabila diketahui tidak memilik e-KTP, warga dikenai denda Rp 50 ribu.

Sumber : Jawapos dan sumber lainnya.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 25 Agustus 2016 21:57 )
 

Ciduk Pendatang Ilegal dengan Yustisi

Surel Cetak PDF

Ciduk Pendatang Ilegal dengan Yustisi

Surabaya – Arus mudik lebaran tidak dapat dilepaskan dari pertambahan jumlah penduduk Surabaya. Warga melakukan urbanisasi dengan berbondong-bondong mengadu nasib ke Surabaya setelah hari raya Idul Fitri. Ada pula pemudik yang memang sengaja membawa keluarganya datang ke Surabaya. Kalau tidak segera diatasi, jumlah warga akan membludak dan memicu masalah sosial. Untuk menghadang itu, pemkot gencar melakukan yustisi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dispendukcapil ) Kota Surabaya Suharto Wardoyo menerangkan, pemkot memiliki aturan khusus dalam pencegahan arus urbanisasi saat Lebaran. Hal itu sudah diatur dalam Perda Nomor 14/2014 tentang Administrasi Kependudukan. Laki-laki yang aktrab disapa Anang tersebut menjelaskan pendatang yang ingin tinggal di Surabaya harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Yakni jaminan pekerjaan dan tempat tinggal.

 

alt

SIAP RAZIA : Suharto Wardoyo akan meneliti warga luar Surabaya yang masuk kota


Selain itu, pendatang harus memiliki kartu tanda penduduk elektronik ( e-KTP ). "Kalau dulu KTP saja tidak masalah, tapi sekarang harus punya e-KTP," ujarnya. Persyaratan e-KTP wajib dipenuhi pendatang untuk mengurus kepemilikan surat keterangan tinggal sementara (SKTS). "SKTS adalah surat resmi yang harus dimiliki warga pendatang," jelasnya.

Menurut dia, beberapa persyaratan tersebut diharapkan dapat memfilter pendatang ke Surabaya. Dengan begitu, pendatang tidak asal tinggal di Surabaya begitu saja. Selain itu, pemkot gencar melakukan operasi yustisi. Terutama pada Ramadhan ini. Anang menerangkan, pemkot juga berencana melakukan operasi yustisi lebih intens pasca-Lebaran. Operasi dilakukan secara merata di 31 kecamatan.

Menurut Anang, pemkot tidak segan-segan menghukum pendatang yang tidak memenuhi kriteria yang ditentukan. Pendatang yang ditemukan tidak memiliki SKTS harus menerima hukuman di pengadilan. Mereka mendapat ancaman tiga bulan penjara dan dengan Rp 50 juta.

 

Sumber : Jawa Pos (Selasa, 28 Juni 2016 )
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 25 Juli 2016 09:33 )
 

Ngurus Surat Kependudukan di Surabaya Cukup lewat Gadget

Surel Cetak PDF

mobile applications Dispendukcapil

Pelayanan berbasis mobile juga merambah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Direncanakan pada 2 Mei mendatang, Dispendukcapil akan meluncurkan mobile applications (Mobile Apps) kependudukan.

“Rencananya pada 2 Mei nanti Ibu Wali Kota (Tri Rismaharinin) akan me-launching Mobil Apss kependudukan ini,” kata Kadispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo kepada enciety.co, Senin (25/4/2016).

Kata dia, applikasi yang dapat diunduh melalui Play Store, kemudian memilih fitur yang tersedia, di antaranya pendaftaran yang mencakup daftar kelahiran atau membuat akte kelahiran, surat kematian dan pindah kependudukan, serta laporan ke pihak Kelurahan.

Dengan begitu, sebut dia, masyarakat nantinya tidak perlu lagi mengurus surat-surat tersebut ke kantor Dispendukcapil yang berada di Gedung Siola, Jalan Tunjungan Surabaya. Masyarakat cukup mendaftarkan melalui gadget dengan memasukkan data dan foto ke aplikasi ini.

“Masukan input data dan kelengkapannya dan kami akan melakukan verifikasi. Prosesnya hanya tiga hari kerja saja. Dan hasilnya nanti akan kami kirimkan melalui pos ke rumah pemohon, jadi gak perlu datang lagi ke kantor kami,” jelas Suharto. (wh)

 

Sumber :

http://www.enciety.co/surat-kependudukan-surabaya-gadget/

 

Wali Kota Risma: Tak Perlu Promosi Surabaya Kota Digital

Surel Cetak PDF

Wali Kota Risma: Tak Perlu Promosi Surabaya Kota Digital

Liputan6.com, Jakarta – Sepak terjang Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya telah membuat banyak perubahan di Kota Pahlawan. Jika di periode pertama jabatannya, Risma dikenal segabai Wagiman alias Wali Kota Gila taman, kini Risma tengah menuntaskan agar Surabaya menjadi kota digital sepenuhnya.

"Surabaya sudah menjadi kota digital, tapi belum optimal. Pelayanan elektronik sudah digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah kota," ujar Risma dalam perbincangan dengan liputan6.com di Malang, Rabu (6/4/2016).

alt

Mulai dari perizinan, proyek, penerimaan murid baru, hingga akta lahir, mati, pindah, datan (LAMPID) sudah dilakukan warga secara digital. "Saya tidak bisa mengatur proyek, izin atau penerimaan murid baru semua sudah elektronik," celetus wanita jebolan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu.

Surat izin perusahaan bisa dicetak sendiri, nanti suratnya dikirim lewat HP. tapi di nomor ada barcode biar ketahuan asli," lanjut Risma.

Sebagai contoh, untuk mengurus akta kelahiran warga tinggal membuka aplikasi di web atau mobile. Lalu memasukkan semua data yang ditanyakan. Warga tidak perlu membayar dan paling cepat tiga hari kemudian akta lahir tersebut sudah diantar kerumah warga. Dengan sistem elektronik, Risma bisa mengontrol berapa jumlah sampah yang masuk, jumlah BBM yang digunakan warga Surabaya, hingga kontrol kemacetan. "Hampir semua titik kita pasangi CCTV. Yang di-shoot jalan, saya bisa lihat seluruh rumah pompa air apakah jalan atau tidak," kata perempuan kelahiran 20 Nopember 1961 itu.

Hemat Anggaran dan Pangkas Korupsi

Sistem digital di kota Surabaya yang dinamakan Surabaya Multi Media City (SMMC), diakui Risma bisa menghemat APBD. Selain juga mengurangi korupsi. "Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah bertanya ke saya, bagaimana pemberantasan korupsi yang paling efektif? Saya jawab dengan sistem. Tes CPNS, gaji, kenaikan pangkat semua online. Di Surabaya semua pembayaran pakai online. Menguntungkan kedua pihak. Tidak ada lagi pakai kwitansi semua transfer dan transparan," papar Risma.

Menurut Risma tiap tahun Rp 200-400 miliar anggaran yang dihemat dengan sistem elektronik ini. "Kalau penghematan waktu lebih tidak terhitung lagi," kata wali kota yang terkenal dengan bicara apa adanya alias ceplas-ceplos ini.

Ratusan Taman

Jika Anda berkunjung ke Surabaya, hampir semua sudut memiliki taman. Tanah yang kosong hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) disulap menjadi taman. Tak heran ada banyak taman di Surabaya mulai yang dibangun seminggu hingga bulanan.

alt

Sebut saja Taman Ir Soekarno yang dibangun dalam waktu seminggu. Kemudian ada Taman Harmoni yang dulunya adala TPA seluar 6 hektare. Taman lainnya seperti Taman Persahabatan Korea, Taman Pelangi, Taman teratai, Taman Jangkar, Taman Ronggolawe, Taman Semolo, Taman Kangean dan lain-lain.

alt

Seluruh taman ini free wifi yang diharapkan warga atau siswa bisa belajar di taman. Risma juga membuat seluruh perpustakaan di Surabaya tersambung internet. Sebanyak 100 lapangan basket dan futsal kuga terkoneksi dengan internet. Total ada 10.500 sambungan internet di fasilitas publik.

Sungai-sungai yang tadinya kotor, kini bebas dari sampah. Bahkan beberapa sungai airnya di daur ulang dan dijadikan sungai mainan untuk anak-anak seperti di Taman Bulak. "Karena waktu kecil saya mainnya disungai,saya ingin anak-anak juga merasakan main di sungai yang bersih dan ini melatih otak kanan," kata Risma.

alt

Bebas Pengemis

Risma yang bertekad menjadikan Surabaya kota sejahtera dan tentram, juga sangat memperhatikan para gelandangan dan pengemis. Tidak ada lagi pengemis yang berkeliaran di Kota Surabaya. Para pengamen diminta bermain di taman dan dilarang meminta uang ke warga karena pemkot memberikan bayaran Rp 2 juta.
Risma berharap setelah ada Single Identity Number (SIN) Surabaya sudah optimal menjadi kota digital. "Sekarang belum karena SIN itu aturan pemerintah pusat, kita menunggu," katanya.
Gaya Hidup Risma
Risma mengaku dalam sehari ia hanya tidur 2-3 jam. Wali Kota yang beberapa kali mendapat penghargaan tingkat dunia ini mengaku tubuhnya baru bisa tidur di atas pukul 1 pagi dan terbangun pukul 4 pagi.
"Pukul 5 saya sudah keliling kota mengecek apa saja bersama ajudan saya." ujar Risma.
Dengan waktu tidur yang kurang dari jam normal (5jam), Risma mengaku kebutuhan tidurnya cukup. "Rahasianya apa ya mungkin bekerja, setelah tubuh capek tidur jadi lelap dan bangun sudah segar lagi katanya. Risma juga berdandan sederhana, sepatunya dibeli dari langganannya di bekas lokalisas Dolly. Baginya memberikan contoh yang nyata buat warga lebih berguna ketimbang memikirkan gaya hidup sebatas materi.

Sumber : Liputan 6 http://news.liputan6.com/read/2480201/wali-kota-risma-tak-perlu-promosi-surabaya-kota-digital (Senin, 11 April 2016 )
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 13 April 2016 10:16 )
 

Pencetakan KIA Tunggu Perwali

Surel Cetak PDF

Pencetakan KIA Tunggu Perwali

alt

 

SURABAYA – Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) masih menunggu terbitnya peraturan wali kota untuk menerbitkan kartu identitas anak (KIA). Sembari menunggu aturan hukum tersebut, dinas terus menyiapkan langkah-langkah teknis.

"Minggu depan kami ajukan ke bagian hukum pemkot untuk dibuatkan aturannya," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Suharto Wardoyo. Dia berharap, saat wali kota baru dilantik, perwali yang dimaksud sudah jadi. Dengan begitu, pihaknya segera menyosialisasikannya kepada warga.

Pria yang akrab disapa Anang tersebut menjelaskan bahwa prosedur perekaman KIA nanti tidak jauh berbeda dengan e-KTP. Hanya ada beberapa syarat tambahan berupa fotokopi e-KTP dari orang tua sebagai pemohon, fotokopi akta kelahiran, dan fotokopi kartu keluarga. "Prosesnya cukup menyerahkan foto saja, tidak perlu pindai sidik jari dan retina seperti e-KTP," katanya.

KIA yang diterbitkan dispendukcapil nanti terbagi menjadi dua macam. Yakni, untuk anak berusia kurang dari lima tahun tanpa foto dan untuk anak usia 5-17 tahun ditempeli foto. Menurut Anang, KIA dibuat untuk kepentingan pencatatan kependudukan. Tidak ada konsekuensi hukum yang menyertai kepemilikannya. Selain itu, belum ada sanksi maupun denda bagi mereka yang terlambat mengurus. "Jadi, sifatnya hanya sunah." ujarnya.

Namun, Anang menegaskan bahwa pembuatan KIA amat penting untuk perlindungan anak. Fungsi KIA, antara lain, mencegah perdagangan anak serta membantu identifikasi bila ada kasus anak hilang. "Seperti kalau ada musibah kecelakaan, korban anak biasanya sulit diketahui siapa dia," ujarnya. Rencana penerbitan KIA itu juga ditanggapi beragam oleh para warga. Supiyah, warga Tambaksari yang kemarin datang ke gedung Siola untuk memohonkan e-KTP, belum tahu bahwa ada rencana penerbitan KIA untuk anaknya. "Sudah ruwet e-KTP, tambah ini lagi," keluhnya yang telah mengurus e-KTP selama tiga hari.

Sementara itu, Andik Riyanto, warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, mengaku tidak berkeberatan jika diharuskan mengajukan KIA untuk dua putranya "Kami taat aturan saja," ujarnya. Namun, dia berharap ada kebijakan dari pemkot untuk mempermudah pengurusan KIA itu. Misalnya, perekaman maupun pengajuannya yang cukup dilakukan di masing-masing kecamatan. Tidak harus tersentral di gedung Siola. "Kan kasihan kalau anak-anak harus diajak mengantre begini setiap hari," katanya.

 

Sumber : JawaPos Metropolis ( Jumat, 12 Februari 2016 )


 
Halaman 1 dari 41 halaman

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.