HOT NEWS
Senin s/d Jumat Pukul 10.00-17.00, tempat ITC Mega grosir,  Royal Plaza. Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP & Perekaman e-KTP | Sabtu s/d Minggu Pukul 10.00-17.00. (ITC Megagrosir & PTC) Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP, Perekaman e-KTP, Akta Kelahiran dan Denda Keterlambatan. (Royal Plaza) Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP, Perekaman e-KTP, Akta Kematian, Akta Kelahiran dan Denda Keterlambatan | Pelayanan KIPEM di 31 Kecamatan Setiap Hari Kerja.  
Home Berita Operasi Yustisi Marak, Warga Urban Ramai-Ramai Urus Kipem

Operasi Yustisi Marak, Warga Urban Ramai-Ramai Urus Kipem

Surel Cetak PDF
alt

SURYA Online, SURABAYA - Warga urban yang tinggal di Kota Surabaya, kini mendapat kemudahan untuk mengurus Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem). Jika biasanya, warga pendatang yang akan mengurus Kipem harus datang ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) di Jl Menur, kini mereka cukup datang ke kantor kecamatan.

Mulai bulan ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya melakukan jemput bola dengan membuka pelayanan mobil keliling Kipem. Layanan pertama digelar di kantor Kecamatan Rungkut, Senin (13/8/2012). Layanan ini dibuka hingga Selasa (14/8/2012) dari jam 09.00-14.00 WIB.

"Sampai siang ini tadi sudah ada 100 an warga pendatang yang mengurus Kipem. Mereka umumnya pekerja pabrik," tegas Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Senin (13/8/2012).
Dikatakan Suharto, sesuai aturan, warga luar daerah yang minimal tiga bulan tinggal di Surabaya, harus mengurus Kipem.

Nah, banyaknya warga urban yang mengurus Kipem, karena Pemkot sebelumnya memang rajin melakukan operasi yustisi. Ini sesuai surat Asisten Pemerintahan kepada para camat bulan Juli 2012, untuk menggelar operasi yustisi.

Yang teranyar, Sabtu (11/8/2012) lalu, Camat Rungkut menggelar operasi yustisi di Kelurahan Kedungbaruk. "Yang terjaring operasi yustisi, KTP nya kita tahan agar mereka segera mengurus Kipem," sambung Suharto.

Pemkot memang rajin menyasar warga urban agar segera mengurus Kipem. Ini karena masih ada 2500 an warga luar daerah yang ditinggal di Kota Surabaya tetapi belum memiliki kipem. "Target kami, pada akhir tahun nanti semua warga pendatang ini sudah mengurus Kipem," sambung mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini.

Suharto menambahkan, untuk syarat pengurusannya, harus ada jaminan tempat tinggal dari kepala keluarga yang merupakan warga Surabaya. Juga ada jaminan pekerjaan yang disertai surat kerja. Plus surat pengantar RT/RW dan juga camat.

Warga urban yang mengurus kipem juga akan dikenai tarif retribusi Rp 10 ribu sesuai Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang retribusi penggandaan KTP/akta catatan sipil.

Sumber : Surya Online

 

Sedang Online

Kami punya 358 tamu dan 2 anggota online
  • bahrul ulum
  • Albert

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.