HOT NEWS
Senin s/d Jumat Pukul 10.00-17.00, tempat ITC Megagrosir, PTC, Royal Plaza. Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP & Perekaman e-KTP | Sabtu s/d Minggu Pukul 10.00-17.00. (ITC Megagrosir & PTC) Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP, Perekaman e-KTP, Akta Kelahiran dan Denda Keterlambatan. (Royal Plaza) Jenis Pelayanan : Perpanjangan KTP, Perekaman e-KTP, Akta Kematian, Akta Kelahiran dan Denda Keterlambatan | Pelayanan KIPEM di 31 Kecamatan Senin-Kamis 08.00-16.00 WIB & Jum'at 08.00-15.00 WIB
Home Berita E-KTP Ditolak, Silahkan Tuntut Bank

E-KTP Ditolak, Silahkan Tuntut Bank

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA – Kabar penolakan penggunaan e-KTP oleh sejumlah bank langsung direspons Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Instansi itu mendukung warga untuk menuntut bank yang melakukan penolakan. Kepala Dinas Dispendukcapil Suharto Wardoyo mengatakan, pihaknya meminta bank memperlakukan e-KTP sama seperti KTP. Sebab, keduanya sama-sama legal. Tidak ada yang legalitasnyalebih atau kurang. Sehingga instansi apa pun wajib melayani para pemegang e-KTP. Menurut Suharto Wardoyo, penolakan bank itu diperkirakan disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, tidak ada tanda tangan pejabat di e-KTP. Yang ada hanya tanda tangan pemilik. Sedangkan di KTP versi lama, ada tanda tangan pejabat. Dijelaskan pejabat yang akrab di sapa Anang tersebut, aturan tentang e-KTP dijabarkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67/2011 tentang penerapan KTP Berbasis NIK secara Nasional. Dalam Pasal 10 B ayat 2 peraturan itu dijelaskan, instansi pemerintahan daerah, dan swasta wajib memberikan pelayanan bagi penduduk dengan dasar KTP elektronik dengan tidak mempertimbangkan tempat penerbitan KTP elektronik. Jika bank tetap menolak, ada proses hukum yang bisa ditempuh. Warga bisa mengajukan tuntutan melalui lembaga perlindungan pelayanan publik, yakni Komisi Pelayanan Publik (KPP). ”Jadi, sudah ada jalurnya,” ungkap dia. Seperti diberitakan, Camat Gayungan Soedibyo mendapatkan keluhan beberapa warganya terkait e-KTP. Ada yang mengaku ditolak saat mengajukan aplikasi ke bank. Pihak bank justru menerima KTP versi lama. Camat Gayungan Soedibyo menuturkan, warga tidak perlu takut lagi jika ada bank yang masih menolake-KTP. Sebab, nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di e-KTP dan KTP itu sama. ”Bank bisa menolak jika NIK-nya tidak sama. Tapi, kalau tidak ada masalah pada NIK, tidak ada alasan bagi bank untuk menolak e-KTP,” tegasnya. Soedibyo kembali mengungkapkan kekesalannya terhadap penolakan bank tersebut. Hanya, dia berusaha berpikir positif, Dia akan melakukan kroscek terhadap permasalahan itu. Salah satunya melakukan klarifikasi ulang terhadap warga yang e-KTP –nya ditolak. Soedibyo juga berjanji melakukan sosialisasi ke sejumlah warga. Pihak kecamatan akan kembali menerangkan dasar hukum e-KTP. Dengan demikian, ketika ada e-KTP warga yang ditolak bank, mereka bisa melakukan pembelaan.(idr/lum/c9/fid)

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 09 Juli 2012 15:29 )  

Sedang Online

Kami punya 180 tamu dan 1 anggota online
  • Novy

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.