HOT NEWS
------ Pengajuan Pencetakan KTP-el di Dispenduk di data dan di kirimkan lewat Kecamatan, Pemohon dapat mengurus Surat permohonan pencetakan di Kecamatan. ---------

Pencetakan KIA Tunggu Perwali

Surel Cetak PDF

Pencetakan KIA Tunggu Perwali

alt

 

SURABAYA – Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) masih menunggu terbitnya peraturan wali kota untuk menerbitkan kartu identitas anak (KIA). Sembari menunggu aturan hukum tersebut, dinas terus menyiapkan langkah-langkah teknis.

"Minggu depan kami ajukan ke bagian hukum pemkot untuk dibuatkan aturannya," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Suharto Wardoyo. Dia berharap, saat wali kota baru dilantik, perwali yang dimaksud sudah jadi. Dengan begitu, pihaknya segera menyosialisasikannya kepada warga.

Pria yang akrab disapa Anang tersebut menjelaskan bahwa prosedur perekaman KIA nanti tidak jauh berbeda dengan e-KTP. Hanya ada beberapa syarat tambahan berupa fotokopi e-KTP dari orang tua sebagai pemohon, fotokopi akta kelahiran, dan fotokopi kartu keluarga. "Prosesnya cukup menyerahkan foto saja, tidak perlu pindai sidik jari dan retina seperti e-KTP," katanya.

KIA yang diterbitkan dispendukcapil nanti terbagi menjadi dua macam. Yakni, untuk anak berusia kurang dari lima tahun tanpa foto dan untuk anak usia 5-17 tahun ditempeli foto. Menurut Anang, KIA dibuat untuk kepentingan pencatatan kependudukan. Tidak ada konsekuensi hukum yang menyertai kepemilikannya. Selain itu, belum ada sanksi maupun denda bagi mereka yang terlambat mengurus. "Jadi, sifatnya hanya sunah." ujarnya.

Namun, Anang menegaskan bahwa pembuatan KIA amat penting untuk perlindungan anak. Fungsi KIA, antara lain, mencegah perdagangan anak serta membantu identifikasi bila ada kasus anak hilang. "Seperti kalau ada musibah kecelakaan, korban anak biasanya sulit diketahui siapa dia," ujarnya. Rencana penerbitan KIA itu juga ditanggapi beragam oleh para warga. Supiyah, warga Tambaksari yang kemarin datang ke gedung Siola untuk memohonkan e-KTP, belum tahu bahwa ada rencana penerbitan KIA untuk anaknya. "Sudah ruwet e-KTP, tambah ini lagi," keluhnya yang telah mengurus e-KTP selama tiga hari.

Sementara itu, Andik Riyanto, warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, mengaku tidak berkeberatan jika diharuskan mengajukan KIA untuk dua putranya "Kami taat aturan saja," ujarnya. Namun, dia berharap ada kebijakan dari pemkot untuk mempermudah pengurusan KIA itu. Misalnya, perekaman maupun pengajuannya yang cukup dilakukan di masing-masing kecamatan. Tidak harus tersentral di gedung Siola. "Kan kasihan kalau anak-anak harus diajak mengantre begini setiap hari," katanya.

 

Sumber : JawaPos Metropolis ( Jumat, 12 Februari 2016 )


 
Halaman 3 dari 27 halaman

Terjemahkan

Sedang Online

Kami punya 681 tamu dan 1 anggota online
  • heri wiyono

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.




Joomla extensions by Siteground Hosting