HOT NEWS
------ Pengajuan Pencetakan KTP-el di Dispenduk di data dan di kirimkan lewat Kecamatan, Pemohon dapat mengurus Surat permohonan pencetakan di Kecamatan. ---------

Jemput Bola Perekaman e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

JawaPos.com – Minat warga untuk mengurus e-KTP terbilang minim. Hingga saat ini ada 393 ribu warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Namun, jumlah pengajuan yang masuk baru 2,5 persen atau sekitar 9.875 warga. Pemkot pun gencar melakukan jemput bola. Pada Sabtu (23/7) misalnya.

Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) mengadakan perekaman e-KTP di Kelurahan Asemrowo. Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo mengungkapkan, banyak alasan warga belum melakukan perekaman e-KTP. Ada yang tidak peduli, ada pula yang memang tinggal di luar Surabaya.

”Karena banyak yang bekerja di luar Surabaya, jadi tidak punya waktu untuk mengurus e-KTP,” terangnya. Tidak hanya jemput bola di kantor kelurahan, dispendukcapil juga memperpanjang waktu kerja rekam e-KTP di kantor dispendukcapil.

”Jam kerja kami sampai sore. Weekend juga kami tambah jam rekam e-KTP,” ungkapnya. Dengan begitu, warga dapat segera menerima e-KTP. Paling lama e-KTP diterima warga dalam tujuh hari kerja.

Dispendukcapil menyasar wilayah dengan wajib e-KTP paling banyak. Diantaranya, Kecamatan Sawahan, Semampir, Tambaksari, Wonokromo, Kenjeran, dan Sukolilo. Selain memiliki jumlah wajib e-KTP terbanyak, sebagian besar warga di wilayah tersebut bekerja di luar Kota Surabaya.

Pria yang akrab disapa Anang itu menyebutkan, beberapa kendala ditemui pemkot saat melakukan perekaman e-KTP. Selain minat warga yang kurang, jumlah blangko perekaman e-KTP tidak mencukupi. Dari 9.875 pengajuan rekam e-KTP yang masuk, pemkot kekurangan 2.456 blangko. Pemkot pun harus mengajukan bantuan tambahan blangko rekam e-KTP ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kemarin memang kehabisan, tapi saat ini sudah ada bantuan dari pusat sebanyak 2.456 blangko,” jelasnya. Menurut dia, langkah jemput bola itu dianggap penting. Sebab, setelah berkas warga terkumpul, dispendukcapil dapat langsung memprosesnya.

Selama ini warga mengeluhkan proses perekaman e-KTP di kantor kecamatan yang terlalu lama. Nah, dengan jemput bola ke kelurahan, termasuk saat akhir pekan, warga mendapatkan kemudahan untuk mengurus e-KTP.

”Tidak ada alasan lagi untuk menunda perekaman e-KTP,” paparnya. Anang menjelaskan, banyak kerugian yang harus ditanggung warga apabila menyepelekan perekaman e-KTP. Warga tidak dapat melakukan proses administrasi yang membutuhkan e-KTP. Misalnya, pengurusan SIM dan paspor. Selain itu, warga yang belum memiliki e-KTP dapat dikenai denda Rp 50 ribu per 1 Oktober mendatang. ”Mereka juga tidak dapat bepergian ke mana-mana,” terangnya. (bri/c6/fal/sep/JPG).

Sumber : Jawapos

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 25 Juli 2016 15:50 )
 
Halaman 1 dari 30 halaman

Terjemahkan

Sedang Online

Kami punya 783 tamu dan 1 anggota online
  • Angga Perdana

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.




Joomla extensions by Siteground Hosting