HOT NEWS
---- KTP-el yang diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup, dan tldak perlu diperpanjang   walapun telah habis masa berlakunya ---- Pengajuan Pencetakan KTP-el di Dispenduk di data dan di kirimkan lewat Kecamatan, Pemohon dapat mengurus Surat permohonan pencetakan di Kecamatan. ----
Home Berita kini, Akta Kematian bisa diurus di 12 TPU di Surabaya

kini, Akta Kematian bisa diurus di 12 TPU di Surabaya

Surel Cetak PDF
alt

Inovasi pelayanan demi mempermudah akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan, terus dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Terbaru, di awal tahun 2018, Dispendukcapil Kota Surabaya membuat inovasi pengurusan Akta Kematian.
 
Bila biasanya masyarakat mengurus akta kematian keluarga di kantor kelurahan, kini warga Kota Surabaya ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, cukup menyerahkan berkas persyaratan kepada petugas registrasi di 12 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. 
 
 
Kepala Dispencukcapil Kota Surabaya, Muhamad Suharto Wardoyo menyampaikan, kematian merupakan salah satu peristiwa penting yang harus dilaporkan oleh warga untuk dicatatkan dalam database kependudukan. “Program ini untuk memudahkan warga agar bisa lebih cepat dalam mengurus akta kematian. Juga agar masyarakat sadar pentingnya mengurus dokumen kependudukan. Termasuk dalam rangka mendukung program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (#GISA) yang dicanangkan Ditjen Dukcapil,jelas Suharto Wardoyo
 
Suharto menjelaskan, di 12 kantor TPU yang dikelola Pemkot Surabaya tersebut, masing-masing sudah menyediakan perangkat komputer dan scaner untuk melayani penerbitan Akta Kematian secara online. Ke-12 TPU tersebut yakni MI Ngagel Rejo, MI Tembok Gede, MK Kembang Kuning, MI Kalianak, MI Karang Tembok, TPU Putat Gede, TPU Kapas Krampung, MT Simo Kewagean, MT Asem Jajar, TPU Wonokusumo Kidul, TPU Keputih, dan TPU Babat Jerawat.
 
“Jadi, setelah dimakamkan, akta kematiannya bisa langsung diurus di TPU nya. Untuk membekali kemampuan teknis, kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada para petugas TPU tersebut pada 17 Januari 2018 lalu,” sambung pejabat yang pernah menjabat Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya ini.

Kepala Bidang Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Surabaya, Etik Wahyu Utami menambahkan, untuk prosedur pengurusan akta kematian, warga hanya perlu menyerahkan berkas persyaratan yang selanjutnya diverifikasi oleh petugas. Jika lengkap, petugas akan melakukan scanning ke aplikasi e-Lampid di alamat url http://lampid.surabaya.go.id. 
 
“Untuk persyaratannya, warga menyerahkan surat keterangan kematian, Kartu Keluarga asli, dua KTP saksi sama pemohon/pelapor. Misalnya kalau yang meninggal suami, istri yang melaporkan. Bila kedua orang tua nggak ada, anak-anaknya yang melapor dan bisa dilihat dari KK nya. Setelah daftar langsung diproses,” jelas Etik.
 
Untuk pengurusan akta kematian yang dilakukan di TPU, Kota Surabaya merupakan pioneer. Umumnya, akta kematian masih diurus di kantor kelurahan ataupun di rumah sakit. Melalui inovasi ini, Dispendukcapil Kota Surabaya bisa menginspirasi kota/kabupaten lainnya untuk bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Dan pelayanan akta kematian di TPU ini gratis, tidak ada biayanya. Setelah data diinput dan di-approve, bisa dicetak dalam tiga hari kerja,” pungkas Suharto Wardoyo
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 01 September 2018 11:38 )  

Sedang Online

Kami punya 606 tamu dan 2 anggota online
  • adrianasn1
  • BIRS

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.