HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita Permudah Perekaman KTP-EL, Dispendukcapil "Jemput Bola" ke Sekolah

Permudah Perekaman KTP-EL, Dispendukcapil "Jemput Bola" ke Sekolah

Surel Cetak PDF

ktpelsekolah

Para siswa SMA/SMK di Surabaya yang akan memasuki usia wajib memiliki KTP (di atas 16 tahun) pada tahun ini, kini tidak perlu repot melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-EL). Mereka tak perlu izin meninggalkan sekolah demi mengurus di kantor kecamatan maupun di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya di Siola. Sebab, petugas Dispendukcapil Surabaya yang datang ke sekolah. Demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Dispendukcapil Surabaya melakukan layanan 'NjeBol Anduk' atau 'Njemput Bola' Administrasi Kependudukan dengan melakukan perekaman KTP-EL di sekolah. 
Seperti pada Kamis (12/9/2019), Dispendukcapil Surabaya melakukan perekaman KTP-EL di SMA Katolik Frateran Surabaya.
 
Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Kota Surabaya, Antonius Rachmat W menyampaikan, perekaman KTP-EL di sekolah merupakan bagian dari agenda pelayanan rutin kepada masyarakat. “Untuk perekaman di sekolah ini sifatnya kalau ada permohonan dari pihak sekolah. Dispendukcapil akan menindaklanjutinya dengan melakukan perekaman. Intinya, kami mempermudah warga,” jelas Antonius. Dijelaskan Antonius, pihak sekolah bisa mengajukan data siswa-siswanya yang akan melakukan perekaman KTP-EL dengan memperhatikan beberapa syarat. Di antaranya, benar-benar warga Surabaya dan usianya sudah akan masuk usia wajib KTP (di atas 16 tahun), serta melampirkan foto copy Kartu Keluarga (KK). “Saat mereka menginjak usia 17 tahun, KTP sudah siap cetak dan bisa diambil di kecamatan masing-masing sesuai domisili. Mereka tidak perlu lagi perekaman di kantor kecamatan ataupun di Siola,” sambung Antonius. Sebelum datang ke sekolah, Dispendukcapil akan meminta data tersebut untuk dilakukan pengecekan. Menurut Antonius, merujuk pengalaman tahun lalu, ketika akan direkam, ternyata ada yang NIK nya terblokir atau bukan warga Surabaya.
“Jadi kami pastikan dulu NIK nya ready untuk direkam dan benar-benar warga Surabaya,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr.M.Adriano BHK menyampaikan, setiap tahun, pihak sekolahnya mengajukan data siswa ke Dispendukcapil untuk dilakukan perekaman KTP-EL.
Menurutnya, ini merupakan tahun ketiga. Untuk tahun ini, ada 146 siswa yang mengikuti perekaman KTP-EL.
“Teman-teman Dispenducapil datang ke sini sangat membantu kami. Kami melihat ada banyak kemudahan, utamanya dari sisi waktu. Siswa tidak perlu membuang jam pelajaran untuk mengurus KTP-EL. Bisa dibayangkan kalau anak-anak harus keluar sekolah. Program ini efektif dan kami sangat senang,” jelas Adriano. 
Ferry Senjaya, salah satu siswa yang kebetulan pada saat perekaman sudah berusia 17 tahun, mengaku senang. Karena beberapa saat setelah perekaman, dia bisa memperoleh surat keterangan pengganti KTP-EL karena data kependudukannya sudah tunggal (Print Ready Record)
“Setelah ini saya bisa membuat Surat Izin Mengemudi dengan adanya Suket ini’, jelas Ferry.
 
sumber :
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 21 September 2019 01:40 )  

Sedang Online

Kami punya 669 tamu online

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.