HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita Dispendukcapil melakukan bersih-bersih data kependudukan

Dispendukcapil melakukan bersih-bersih data kependudukan

Surel Cetak PDF

alt

Surabaya – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya melakukan bersih-bersih data kependudukan. Instansi tersebut kemarin (10/6) mendata warga yang telah mengikuti perekaman KTP-el. Jika mereka tidak lagi tinggal di Surabaya, data mereka akan diblokir.

Kemarin petugas Dispendukcapil Surabaya mendata warga di wilayah Kelurahan Wonokromo. Bersama petugas kelurahan, mereka mendatangi satu per satu rumah warga yang belum mengikuti perekaman KTP-el. “Di sini cukup banyak warga yang belum ikut perekaman,” jelas Kabid Perencanaan, Pengedalian dan Perkembangan Penduduk Dispendukcapil Surabaya Arief Budiarto.

Untuk mengecek warga yang belum mengikuti perekaman KTP-el, petugas bertanya kepada kerabat dan tetangga sekitar. Dari pendataan mulai pukul 10.00 kemarin, petugas menemukan 200 penduduk yang betul-betul sudah tidak tinggal di Surabaya. Mereka tercatat di data dispendukcapil sebagai warga Surabaya. Tapi setelah dicek, ternyata mereka tidak lagi tinggal di Surabaya.

Selain 200 penduduk, petugas menemukan 25 warga yang telah meninggal, tapi masih tercatat di data kependudukan. Arief menyatakan, pihaknya akan memblokir data 200 warga yang sudah tidak tinggal di Surabaya tersebut. Sebab, mereka jelas tidak berada di Surabaya dan sudah pindah ke daerah lain.

“Data itu akan kami blokir agar mereka tidak bisa mengurus kependudukan. Selama ini mereka tidak bisa mengurus kependudukan. Selama ini mereka tidak melaporkan perpindahan penduduk,” jelasnya. Untuk 25 warga yang sudah meninggal, data mereka bakal dihapus sehingga tidak tercantum lagi dalam daftar wajib KTP-el.

Sebenarnya, kata mantan kepala Satpol PP Surabaya itu, warga Kelurahan Wonokromo yang belum mengikuti perekaman KTP-el mencapai 7 ribu orang. Sampai sekarang belum diketahui alas an mereka tidak ikut perkaman. Saat ini, jelas Arief, dirinya belum bisa mendata semua warga yang bleum membuat KTP-el di Kelurahan Wonokromo karena keterbatasan waktu.

Lurah Wonokromo Harijanto menyatakan, dirinya sudah membagikan undangan kepada semua warga yang masuk warjib KTP-el. Total wajib KTP-el di Kelurahan Wonokromo mencapai 31 ribu orang. Dia juga sudah berusaha mengecek warga yang belum ikut perekaman. Diantara mereka ada yang sudah pindah ke daerah lain, tapi tidak mengurus perpindahan penduduk.

Arief menyatakan, setelah pendataan di Kelurahan Wonokromo, petugas dispendukcapil melakukan bersih-bersih data kependudukan di Kelurahan Gading. Dia mengaku ingin memastikan apakah warga yang belm ikut perekaman betul-betul tidak lagi tinggal di Surabaya. “Kalau sudah tidak ada di Surabaya, ya akan kami blokir,” tegasnya.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo menjelaskan, di Surabaya total ada 2.155.310 warga wajib KTP-el. Dari jumlah itu, yang sudah ikut perekaman mencapai 1.696.125 orang dan 469.102 orang lainnya belum. “Jumlah itu memang masih banyak,” terang dia.

Jika memang yang tidak mengurus KTP-el itu sudah pindah ke daerah lain, data mereka akan diblokir. Saat ini dispendukcapil mendata secara bertahap. Kecamatan juga diminta membantu mendata. Pemblokiran juga akan dilakukan secara bertahap. (lum/c5/end)

Sumber : Jawa Pos, Rabu 11 Juni 2014

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 21 Maret 2019 02:11 )  

Sedang Online

Kami punya 458 tamu online

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.