HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita Masih Banyak Warga yang Belum Rekam e-KTP

Masih Banyak Warga yang Belum Rekam e-KTP

Surel Cetak PDF

alt

SURABAYA – Banyaknya warga yang belum merekam data e-KTP mulai membuat dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) gerah. Akhirnya, lembaga yang dipimpin Suharto Wardoyo itu menggandeng kecamatan dan kelurahan untuk menyisir warga yang belum merekam e-KTP.

Anang – panggilan akrab Suharto Wardoyo menjelaskan, pihaknya telah memiliki data warga yang belum merekam e-KTP. Data tersebut kini diberikan kepada setiap kecamatan dan kelurahan. Tujuannya, petugas kelurahan bersama RT dan RW bisa mengecek keberadaan warga yang tidak merekam e-KTP tersebut. “Pengecekan ini penting,” tegasnya.

Bila warga yang terdata itu ternyata sudah pindah, dispendukcapil akan memblokir KTP-nya. Pemblokiran tersebut dilakukan agar warga bersedia mengurus e-KTP sekaligus mencegah terjadinya kepemilikan KTP ganda.

“Mungkin saja di daerah lain dia sudah bikin KTP baru,” tuturnya.

Saat ini, sesuai dengan data dispendukcapil, ada sepuluh kelurahan yang diketahui belum menuntaskan perekaman e-KTP. Diantaranya, Wonokusumo, Kapas Madya Baru, Ngagel Rejo dan Putat Jaya. Menurut Anang, petugas menyisir ke sepuluh kelurahan itu sejak sebulan lalu.

“Targetnya, bulan depan penyisiran kelar,” papar mantan Kabag Hukum tersebut.

Anang menyatakan harus lebih tegas terhadap warga yang tidak merekam e-KTP. Sebab, selain waktu yang sudah molor lebih dari setahun, ada indikasi kesengajaan warga yang tidak merekam e-KTP. “Kami melihat indikasi adanya kesengajaan tidak merekam e-KTP,” kata dia.

Misalnya, ketika dispendukcapil dimintai data sejumlah orang yang merekam e-KTP oleh Polda Jatim. Ternyata, ada salah seorang warga yang melalui data itu diketahui sebagai buron polisi. “Akhirnya, dia tertangkap karena telah merekam e-KTP,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, ada orang yang sangat mungkin sengaja tidak merekam e-KTP untuk menutupi jati dirinya. Mungkin saja orang tersebut ingin menghindari masalah hukum. “Kami tentu ingin membantu kepolisian. Karena itu, dispendukcapil meminta RT dan RW menyisir warga yang tidak merekam e-KTP,” ujarnya

Sumber : www.indopos.co.id

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 21 Maret 2019 02:14 )  

Sedang Online

Kami punya 2458 tamu dan 2 anggota online
  • rino ariatrianto
  • Roni

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.