HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita 200 Ribu Warga Surabaya Tak Tercatat di Data Base Depdagri

200 Ribu Warga Surabaya Tak Tercatat di Data Base Depdagri

Surel Cetak PDF

alt

SURYA Online, SURABAYA - Sekitar 200 ribu warga Surabaya ternyata belum masuk dalam data base kependudukan Departemen Dalam Negeri. Dengan demikian warga yang masuk dalam kategori tersebut belum bisa menjalankan kepengurusan administrasi kependudukan apapun di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, umumnya warga yang belum terdaftar di data base kependudukan Depdagri disebabkan data nomor induk kependudukanya (NIK) masih tercatat di daerah asal.

Meskipun warga bersangkutan tersebut telah resmi pindah ke Surabaya dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Surabaya.

"Untuk kasus tersebut pekan depan ini akan kami sosialisasikan kepada seluruh capat dan lurah," kata Suharto Wardoyo, Minggu (4/5/2014).

Dijelaskan Suharto, pihaknya mengharapkan bagi warga yang belum masuk data base kependudukan di Depdagri untuk segera mengurus surat keterangan pindah penduduk dari daerah asal. Selanjutnya surat keterangan pindah dan surat pernyataan pindah bermaterai itu disampaikan ke kantor Kelurahan, Kecamatan dan ke Dispendukcapil Surabaya untuk diproses.

"Maka dari itu, warga bersangkutan juga harus menentukan pilihan. Apakah akan menjadi warga Surabaya atau tetap menjadi warga didaerah asal," ucap Suharto Wardoyo.

Dikatakan Suharto, jika 200 ribu warga Surabaya tersebut dari total jumlah penduduk Surabaya mencapai sekitar 2,3 juta jiwa tidak terdaftar dalam data base kependudukan Depdagri mereka akan kesulitan mendapatkan rekam e-KTP. Dan warga tersebut status kependudukanya akan terancam karena tidak bisa melakukan kegiatan apapun yang mensyaratkan kepemilikan e-KTP.

"Maka dari itu, kita himbau warga yang merasa belum sepenuhnya menjadi penduduk Surabaya karena data belum masuk data base kependudukan Depdagri segera mengurusnya," tandas Suharto.

Hanya saja, tambah Suharto, pihaknya belum bisa membenarkan kasus tersebut terkait dengan proses Pemilihan Presiden nanti. Ini dikarenakan KPU akan menggunakan data base kependudukan Depdagri untuk menjalankan pemilihan Presiden.

"Itu belum kita benarkan, yang jelas kasus belum terdaftarnya 200 ribu warga di data base kependudukan tidak ada sangkut pautnya dengan Pilpres," tutur Suharto Wardoyo.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 16 May 2014 08:02 )  

Sedang Online

Kami punya 954 tamu online

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.