HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita Pemkot Antisipasi Peredaran KTP Ganda dan Palsu

Pemkot Antisipasi Peredaran KTP Ganda dan Palsu

Surel Cetak PDF

alt

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya meminta dunia perbankan menolak nasabah dengan KTP ganda.  Selain sebagai upaya penertiban, permintaan ini untuk melindungi bank dari tindak kejahatan penipuan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menuturkan, bank bisa mengalami kerugian jika menerima KTP ganda.
Suharto Wardoyo, Senin(24/3) mencontohkan, misalnya untuk pengajuan kredit dimana peminta kredit bisa kabur kalau ada persoalan karena menganggap masih ada identitas yang lainnya.
Untuk itu, pihak bank bisa berkirim surat ke Dispendukcapil guna mengecek kalau ada KTP ganda. Selain itu juga bisa menggunakan pesan singkat yang sudah disosalisasikan selama ini untuk pengecekan KTP. Pihaknya pun akan terus melakukan sosialisasi berkenaan dengan kebijakan pengecekan KTP.
Menurut Anang, sapaan akrab Suharto Wardoyo, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan semua bank di Surabaya, 31 kecamatan, Polrestabes Surabaya, dan 31 Polsek se-Surabaya. Tujuannya adalah membahas langkah yang diambil bagi pemilik KTP ganda.
Maraknya temuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu maupun KTP ganda langsung diantisipasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya.
Untuk mencegah pemalsuan KTP maka Dispenduk Capil telah membuka stan verifikasi data KTP dan e-KTP di Bank Jatim cabang Basuki Rahmat. Stan tersebut sudah dibuka sejak 4 April 2013.
Operasinya pada jam kerja dan akan berlangsung seterusnya sampai waktu yang belum ditentukan. Menurut Anang tujuan stan verifikasi KTP ini adalah untuk mencegah penggunaan KTP palsu untuk keperluan transaksi bank. Misalnya, untuk membuka rekening, pengambilan uang, atau pengajuan kredit bank.
“Upaya ini bisa memberi kemudahan bagi pihak bank untuk mengecek apakah KTP tersebut memiliki keabsahan yang valid,” katanya Senin (24/3). Menurutnya, validasi KTP sangat penting lantaran menyangkut uang nasabah.
Pria yang akrab disapa Anang ini juga menyatakan, hal itu dapat menghindari terjadinya tindak pidana pencucian uang serta sebagai bentuk antisipasi tindak kejahatan lainnya.
Proses validasi KTP terbilang cukup mudah dan sederhana. Karyawan bank akan membawa KTP nasabah/calon nasabah ke stan verifikasi KTP yang letaknya berada di dekat pintu masuk.
Di sana, Dispendukcapil telah menugaskan dua pegawai yang siap mengecek keabsahan KTP melalui nomor induk kependudukan (NIK)-nya. Jika NIK tidak terdaftar di database Dispenducapil, maka bank tidak akan melayani.
”Pengecekan data KTP sangat perlu dilakukan, apalagi e-KTP sekarang tidak ada tanda tangan dari pejabat, sehingga sering diragukan keabsahannya,” imbuhnya.
Sejak pertama dibuka di Bank Jatim hingga sekarang, masih belum ada temuan adanya KTP palsu. Namun, kata Anang, KTP palsu justru banyak teridentifikasi di kantor Dispenduk Capil. Untuk itu, ia menghimbau warga agar memiliki satu KTP saja, dengan kata lain tidak ber-KTP ganda.
Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini menambahkan, selain untuk mengecek keaslian KTP, stan verifikasi KTP juga bisa dimanfaatkan warga untuk melakukan perekaman data e-KTP. Ke depan, tak menutup kemungkinan verifikasi KTP juga dibuka di bank-bank lain. [dre]

Sumber : http://harianbhirawa.co.id

 

Sedang Online

Kami punya 625 tamu online

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.