Alat Rusak, Minta Rekam E-KTP di Mal

Selasa, 19 Maret 2013 14:24 Dispendukcapil
Cetak
alt

SURABAYA_ Upaya dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) untuk menuntaskan perekaman e-KTP menyisakan pekerjaan rumah baru bagi kecamatan. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Selain data yang belum valid, banyak peralatan di tingkat kecamtan belum siap. Beberapa kecamatan, alat perekaman e-KTP rusak.

Ada jugayang menyebut alat perangkat sudah ditarik dan dipinjam daerah lain. Hal tersebut diutarakan Sekretaris Kecamtan Tambaksari Yunus. Peralatn perekaman e-KTP tidak terlihat di tempat. Kabarnya, alat itu ditarik dan dipinjamkan ke daerah lain sehingga aktivitas di arahkan ke smart office ITC Mega Grosir. ‘’Jadi, kami tidak tahu kondisi terakhirnya,’’ucapnya. Di sukolilo, perangkat sudah siap, namun, karena sudah lama tidak digunakan, perangkat tersebut harus diinstal kembali. Selain itu, jaringan pendukung perekaman e-KTP sudah diputus sehingga tidak dipakai lagi,’’ jelas sekretaris Kecamtan Sukolilo Nanang Hariadi. Meski demikian, dia menyatakan siap jika perekaman sisa warga dilaksanakan di kecamatan. Pelaksanaannya akan dikebut dan dia optimis bisa tuntas. ‘’Syaratnya, ada data valid tentang warga yang belum merekam e-KTP,’’ papar Nanang yang menyebut sekitar 24 ribu warga di wilayahnya belum mengurus e-KTP. Persoalan teknis di lapangan juga dialami kecamatan-kecamatan lain itu akan menjadi kendala ketika perekaman e-KTP digalakkan kembali. Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Moch. Suharto Wardoyo langsung menyikapi kondisi tersebut. Di hadapan camat dan staf kecamatan se-Surabaya, dia menghimbau, jika kecamatan mampu melayani, perekaman e-KTP dilaksanakan smart office di tiga pusat perbelanjaan dan dispendukcapil. Yang penting, 753.586 warga yang belum merekam datga e-KTP harus terakomondasi. ‘’Itu inti tujuannya,’’ tegasnya.

Pria yang disapa Anang tersebut menyebutkankan lokasi- lokasi untuk perekaman e-KTP. Yakni, ITC Mega Grosir, Pakuwon Trade Center (PTC), dan Royal Plaza. Tiga tempat itu akan melayani warga. Selanjutnya, Pihak kecamtan tinggal mendorong warga untuk merekam data e-KTP. Selain rusaknya alat perekaman di kecamatan, data yang belum update. Jika data tidak update, dikhawatirkan hal tersebut bisa menyulitkan warga. ‘’Setidaknya kami update dulu data masing- masing kecamtan. Sebelumnya, Warga diarahkan saja di tempat-tempat tadi,’’ jelas Anang. Bagi Kecamtan yang banyak warganya belum merekam data e-KTP, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang berat. Misalnya, Kecamatan Tambaksari (71.494 orang), Semampir (63.655 orang), Sawahan (59.617 orang), dan Wonokromo (55.164). (Zal/riq/c8/diq)

Sumber : Jawa Pos