HOT NEWS
Jam Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Senin - Jumat : 07.30 - 21.00, Sabtu : 08.00 - 16.00 di Gedung Siola lt. 1 | Untuk KTP-el yang sudah habis masa berlakunya, tidak perlu diperpanjang karena otomatis menjadi berlaku seumur hidup | Cetak Ulang KTP-el karena Perubahan Data, Rusak atau Hilang dilakukan di Kecamatan.
Home Berita 400 Ribu Warga Surabaya "Abal-Abal"

400 Ribu Warga Surabaya "Abal-Abal"

Surel Cetak PDF
alt

SURABAYA - Sebanyak 400 ribu warga Kota Surabaya tidak terakomodir dalam data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2). Hal itu terungkap saat Pemkot Surabaya menyerahkan DAK2 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya di ruang sidang walikota, Kamis (6/12/2012).

DAK2 yang diserahkan Pemkot ke KPU tersebut mengacu versi pemerintah pusat yang menyatakan bahwa jumlah penduduk Surabaya berjumlah 2.719.859 jiwa. Padahal, dari data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, diketahui bahwa per 6 Desember 2012, jumlah penduduk mencapai 3.114.639 jiwa. Itu artinya ada selisih sekitar 400 ribu jiwa.

“Yang kami serahkan versi resmi dari pemerintah pusat. Namun untuk kejelasannya akan kami kroscek ke Kementerian Dalam Negeri,” ujar Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menjawab wartawan.

Walikota Risma mengaku belum tahu pasti, apa penyebab ketidaksamaan data ini. Namun, dia menengarai, 400 ribu jiwa tersebut banyak terdata di daerah lain karena kemungkinan memiliki KTP ganda. Padahal yang bersangkutan tinggal dan memiliki KTP Surabaya. Artinya, 400 ribu warga
itu abal-abal alias fiktif.

“Untuk itu, kami perlu detailnya siapa-siapa saja yang termasuk selisih tadi. Baru kami bisa pastikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” imbuh walikota.
Penyerahan DAK2 ini ditandai dengan ditekennya naskah serah terima oleh Walikota Risma dan Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito, disaksikan Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariadi.

Sesuai UU No 8 Tahun 2012 pasal 32 menyebutkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib menyediakan dan menyerahkan data kependudukan kepada KPU pusat, KPU Provinsi, dan KPU kabupaten/kota. DAK2 nantinya digunakan KPU sebagai bahan penyusunan daerah pemilihan (Dapil) DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota pada pemilu 2014 mendatang.

Sumber : Surya Online

 

Sedang Online

Kami punya 1140 tamu online

Halaman Login

Untuk bisa berpartisipasi dalam suara warga atau polling, silahkan anda login terlebih dahulu. bila belum terdaftar silahkan register.